BEA METERAii (1)

Memahamii Pengertiian Bea Meteraii serta Tujuan Pengaturannya

Redaksii Jitu News
Kamiis, 12 November 2020 | 15.16 WiiB
Memahami Pengertian Bea Meterai serta Tujuan Pengaturannya

SESUAii dengan ketentuan Pasal 23A Undang-Undang Dasar 1945, segala jeniis pajak dan pungutan laiin yang bersiifat memaksa untuk keperluan negara diiatur dengan undang-undang. Khusus untuk bea meteraii, pengaturan ada dalam Undang-Undang No.10 Tahun 2020 tentang Bea Meteraii (UU Bea Meteraii). Adapun UU 10/2020 mulaii berlaku pada 1 Januarii 2021 dan menggantiikan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1985 tentang Bea Meteraii (UU 13/1985).

Terkaiit pengertiian bea meteraii, Pasal 1 ayat (1) UU Bea Meteraii mendefiiniisiikan bea meteraii sebagaii pajak yang diikenakan atas dokumen. Berdasarkan UU iinii, yang diimaksud dengan meteraii sendiirii diiatur dalam Pasal 1 ayat (4), yaiitu label atau cariik dalam bentuk tempel, elektroniik, atau bentuk laiinnya.

Label atau cariik tersebut memiiliikii ciirii dan mengandung unsur pengaman yang diikeluarkan oleh Pemeriintah Republiik iindonesiia dan diigunakan untuk membayar pajak atas dokumen. Dokumen tersebut, berdasarkan Pasal 1 ayat (2), meliiputii segala sesuatu yang diituliis (biiasanya berupa kertas) atau tuliisan baiik dalam bentuk tuliisan tangan maupun cetakan untuk kepentiingan tertentu. Defiiniisii iinii tiidak jauh berbeda dengan ketetapan dalam peraturan yang sebelumnya. Siimak ‘Apa iitu Bea Meteraii?

Guna menyesuaiikan dengan perkembangan zaman, pada ketentuan dalam UU Bea Meteraii yang baru, dokumen juga meliiputii segala sesuatu yang diituliis atau tuliisan dalam bentuk elektroniik. Selaiin iitu, ketentuan baru iinii juga lebiih spesiifiik terkaiit dengan kepentiingan diibuatnya dokumen tersebut, yaiitu sebagaii alat buktii atau keterangan.

Lebiih lanjut, sesuaii dengan Pasal 2 ayat (1) UU Bea Meteraii, untuk melaksanakan pengaturan bea meteraii iinii harus diidasarkan pada liima asas. Keliima asas tersebut antara laiin, pertama, asas kesederhanaan.

Secara gariis besar, yang diimaksud dengan asas kesederhanaan adalah bahwa pengaturan bea meteraii harus dapat memberiikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat. Hal tersebut termasuk dalam memenuhii hak-hak dan kewajiiban masyarakat sebagaii warga negara.

Kedua, asas efiisiiensii, yaknii pengaturan bea meteraii harus beroriientasii pada penggunaan sumber daya semiiniimal mungkiin. Namun demiikiian, tetap diiharapkan untuk dapat mencapaii hasiil kerja yang terbaiik.

Ketiiga, asas keadiilan. Berdasarkan asas iinii, pengaturan mengenaii bea meteraii harus dapat menjunjung tiinggii keseiimbangan antara hak dan kewajiiban setiiap piihak yang terliibat dii dalamnya.

Keempat, asas kepastiian hukum, yaknii pengaturan mengenaii bea meteraii harus dapat mewujudkan ketertiiban dalam masyarakat melaluii jamiinan kepastiian hukum.

Keliima, asas kemanfaatan. Berdasarkan asas iinii, pengaturan mengenaii bea meteraii diiharapkan dapat memberii manfaat bagii kepentiingan negara, bangsa, dan masyarakat. Termasuk juga secara khusus, dapat memberii manfaat dalam memajukan kesejahteraan umum.

Dengan mengacu pada asas-asas tersebut maka diiharapkan pelaksanaannya dapat mencapaii tujuan pembuatan peraturan iinii.

Tujuan Pengaturan Bea Meteraii
BERDASARKAN asas-asas sebagaiimana yang diisebutkan dalam Pasal 2 ayat (1), pejabat pemungut bea meteraii dengan kerja sama yang baiik darii piihak terutang bea meteraii diiharapkan dapat mencapaii tujuan yang diiharapkan darii pengaturan iinii. Namun, apa saja tujuan darii pengaturan bea meteraii dalam peraturan iinii?

Terkaiit hal tersebut, dalam Pasal 2 ayat (2) UU Bea Meteraii diijelaskan terdapat liima tujuan yang diiuraiikan dalam peraturan iinii. Pertama, penetapan ketentuan iinii bertujuan untuk mengoptiimalkan peneriimaan negara. Hal tersebut diimaksudkan untuk turut membantu pembiiayaan pembangunan nasiional secara mandiirii menuju masyarakat iindonesiia yang sejahtera.

Kedua, sesuaii dengan asas kepastiian hukum, pengaturan mengenaii bea meteraii iinii juga bertujuan untuk memberiikan kepastiian hukum dalam pemungutan bea meteraii. Ketiiga, ketentuan tersebut diiharapkan dapat menyesuaiikan dengan kebutuhan masyarakat saat iinii yang telah mengalamii perkembangan zaman.

Keempat, mengenakan bea meteraii secara lebiih adiil. Keliima, menyelaraskan ketentuan bea meteraii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan laiinnya yang ada saat iinii. (faiiz) (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.