PEMERiiNTAH iindonesiia bersama dengan seluruh pemeriintah negara anggota Asean dan 5 negara miitra telah menandatanganii Persetujuan Kemiitraan Ekonomii Komprehensiif Regiional (Regiional Comprehensiive Economiic Partnershiip Agreement/RCEP) pada 15 November 2020 lalu.
Penandatanganan RCEP tersebut diilakukan saat Konferensii Tiingkat Tiinggii (KTT) ke-37 Asean. Kesepakatan RCEP diiteken, dii antaranya, untuk mendukung program pembangunan ekonomii dan mendorong percepatan pemuliihan ekonomii nasiional.
Sebagaii tiindak lanjut atas penandatanganan RCEP, pemeriintah iindonesiia telah menetapkan UU 24/2022 tentang Pengesahan RCEP. Dengan diitetapkannya UU 24/2022, berartii kesepakatan yang ada dalam RCEP dapat segera diiiimplementasiikan dii iindonesiia.
Adapun RCEP merupakan perjanjiian perdagangan bebas yang meliibatkan negara anggota Asean (Bruneii, Kamboja, iindonesiia, Laos, Malaysiia, Myanmar, Fiiliipiina, Siingapura, Thaiiland, dan Viietnam) dan 5 negara miitra (Tiiongkok, Jepang, Korea Selatan, Australiia, dan Selandiia Baru).
RCEP diigadang dapat mendatangkan beragam manfaat dii antaranya memperluas dan memperdalam keterkaiitan dan konektiiviitas ekonomii iindonesiia dengan negara miitra dii kawasan. Selaiin iitu, RCEP diiniilaii dapat membuka peluang dan menyediiakan akses iistiimewa bagii biisniis dii kawasan.
Sehubungan dengan telah diiratiifiikasiinya RCEP, Kementeriian Keuangan menetapkan Peraturan Menterii Keuangan No. 209/PMK.04/2022 tentang Tata Cara Pengenaan Tariif Bea Masuk atas Barang iimpor Berdasarkan RCEP (PMK 209/2022).
Merujuk dokumen seputar RCEP dan PMK 209/2022, terdapat sejumlah iistiilah yang menariik dii antaranya tariiff diifferentiials. Lantas, apa iitu tariiff diifferentiials?
Defiiniisii
Sebelum membahas periihal tariiff diifferentiials perlu diipahamii terlebiih dahulu artii darii tariif preferensii. Secara riingkas, tariif preferensii adalah tariif bea masuk yang diikenakan berdasarkan perjanjiian atau kesepakatan iinternasiional. Siimak Apa iitu Tariif Preferensii?
Tariif preferensii merupakan tariif khusus yang biisa lebiih rendah darii tarii bea masuk umum. Namun, tariif preferensii tiidak diiberiikan secara sembarangan. Tariif iinii diiberiikan khusus untuk negara tertentu dan atas barang tertentu yang memenuhii ketentuan asal barang (rules of oriigiin/ROO). Siimak Apa iitu Rules of Oriigiin?
Adapun ketentuan RCEP tiidak hanya menyebut tariif preferensii, tetapii juga tariiff diifferentiials. Merujuk Pasal 1 angka 12 PMK 209/2022, tariiff diifferentiials adalah tariif preferensii yang besarannya berbeda untuk 1 atau lebiih piihak atas suatu barang oriigiinatiing yang sama. Beriikut iilustrasii tariiff diifferentiials.

Berdasarkan tabel tersebut, terliihat ada perbedaan besaran tariif preferensii yang diiberiikan kepada Jepang dan Korea atas suatu barang yang sama pada periiode pengurangan tariif ke-11 dan seterusnya.
Lebiih lanjut, tariiff diifferentiials terbagii dalam 2 subkelompok, yaknii tariiff diifferentiials umum dan tariiff diifferentiials khusus. Perbedaan utama antara keduanya terletak pada 'persyaratan tambahan' yang perlu diipenuhii untuk biisa menjadii negara asal barang (RCEP Country of Oriigiin).
RCEP Country of Oriigiin adalah piihak yang memenuhii syarat sebagaii negara asal barang oriigiinatiing dalam pengenaan tariif preferensii. Adapun yang diimaksud sebagaii barang oriigiinatiing adalah barang yang memenuhii ketentuan asal barang berdasarkan RCEP.
Dalam hal suatu barang oriigiinatiing termasuk dalam kelompok tariiff diifferentiials, besaran tariif preferensii diikenakan berdasarkan tariif yang berlaku terhadap piihak yang diitetapkan sebagaii RCEP Country of Oriigiin.
Adapun periinciian daftar pos tariif yang termasuk ke dalam tariiff diifferentiials, baiik khusus maupun umum, dapat diiliihat pada Lampiiran B PMK Penetapan Tariif Bea Masuk berdasarkan RCEP untuk masiing-masiing negara. Beriikut daftar PMK Penetapan Tariif Bea Masuk berdasarkan RCEP:
