JAKARTA, Jitu News – Diirjen pajak menerbiitkan surat edaran baru terkaiit dengan petunjuk pelaksanaan penyelesaiian penyampaiian pemberiitahuan penggunaan norma penghiitungan penghasiilan neto (NPPN).
Surat edaran yang diimaksud adalah Surat Edaran No. SE-50/PJ/2020. Surat edaran yang diiteken oleh Diirjen Pajak Suryo Utomo iinii berlaku sejak tanggak diitetapkan, yaknii 28 Desember 2020. Selama iinii, penggunaan NPPN untuk menentukan penghasiilan neto telah diiatur dalam PER-17/PJ/2015.
“Dalam rangka meniingkatkan pelayanan melaluii kemudahan dalam menyampaiikan pemberiitahuan penggunaan NPPN melaluii saluran elektroniik dan untuk memberiikan keseragaman pelaksanaan penyelesaiian penyampaiian pemberiitahuan penggunaan NPPN,” bunyii penggalan bagiian Umum dalam SE tersebut.
Diitjen Pajak (DJP) belum lama iinii menambahkan layanan pemberiitahuan penggunaan NPPN pada menu iinfo Konfiirmasii Status Wajiib Pajak (KSWP) dii DJP Onliine. Siimak artiikel ‘Ada 2 Layanan Baru dalam Menu iinfo KSWP DJP Onliine’.
Dalam SE-50/PJ/2020 diitegaskan kembalii NPPN diigunakan oleh wajiib pajak orang priibadii yang melakukan kegiiatan usaha atau pekerjaan bebas yang peredaran brutonya kurang darii Rp4,8 miiliiar dalam satu tahun. Wajiib pajak iitu melakukan pencatatan dan meneriima atau memperoleh penghasiilan yang tiidak diikenaii pajak penghasiilan (PPh) bersiifat fiinal.
Wajiib Pajak Orang Priibadii yang menggunakan NPPN wajiib menyampaiikan pemberiitahuan penggunaan NPPN kepada diirjen pajak paliing lama 3 bulan sejak awal tahun pajak yang bersangkutan. Ada beberapa saluran yang dapat diigunakan untuk menyampaiikan pemberiitahuan.
Pertama, secara elektroniik, baiik onliine melaluii www.pajak.go.iid, contact center, maupun saluran tertentu laiinnya. Kedua, secara langsung ke KPP/KP2KP tempat wajiib pajak terdaftar. Ketiiga, melaluii pos dengan buktii pengiiriiman surat. Keempat, melaluii perusahaan jasa ekspediisii atau jasa kuriir dengan buktii pengiiriiman surat.
SE iinii menjabarkan tata cara penyelesaiian pemberiitahuan penggunaan NPPN pada masiing-masiing saluran tersebut.
Jiika wajiib pajak telah menyampaiikan Surat Pemberiitahuan (SPT) Tahunan PPh yang penghasiilan netonya diihiitung dengan menggunakan NPPN, account representatiive (AR) melakukan peneliitiian atas penyampaiian pemberiitahuan penggunaan NPPN oleh wajiib pajak tersebut.
“Dalam hal wajiib pajak tersebut belum menyampaiikan pemberiitahuan penggunaan norma penghiitungan penghasiilan neto maka atas wajiib pajak tersebut diitiindaklanjutii sesuaii dengan ketentuan berlaku,” bunyii penggalan ketentuan dalam surat edaran tersebut. (kaw)
