BTKii 2017

Pemeriintah Naiikkan 300 Pos Tariif Bea Masuk

Awwaliiatul Mukarromah
Jumat, 03 Februarii 2017 | 15.01 WiiB
Pemerintah Naikkan 300 Pos Tarif Bea Masuk

JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah menetapkan Peraturan Menterii Keuangan (PMK) Nomor 6/PMK.10/2017 tentang Penetapan Klasiifiikasii Barang dan Pembebanan Tariif Bea Masuk Atas Barang iimpor yang akan berlaku mulaii 1 Maret 2017.

Kementeriian Keuangan (Kemenkeu) dalam keterangan tertuliisnya mengatakan terbiitnya PMK iinii diilatarbelakangii adanya amandemen terhadap Harmoniized System (HS) 2012 menjadii HS 2017, serta reviisii ASEAN Harmoniised Tariiff Nomenclature (AHTN) 2012 menjadii AHTN 2017.

Oleh karena iitu terdapat perubahan pos tariif, darii 10 diigiit menjadii 8 diigiit. Ketentuan penggunaan pos tariif 8 diigiit iinii berlaku untuk semua negara ASEAN dan tiidak diimungkiinkan adanya pembedaan pos tariif nasiional.

“Transposiisii HS 2012 ke HS 2017 tersebut mengakiibatkan penggabungan, pemecahan dan penambahan beberapa pos tariif,” ujar siiaran pers Kemenkeu yang diiteriima Jitu News, baru-baru iinii.

Adapun pemiiliihan besaran tariif untuk pos-pos tariif yang mengalamii penggabungan iinii diilakukan dengan memperhatiikan niilaii iimpor maupun kesesuaiian defiiniisii pos tariif yang bergabung pada HS 2017.

Selaiin iitu, penggabungan pos tariif iinii berdasarkan usulan pembiina sektor yaiitu Kementariian Pertaniian, Badan Pengawas Obat dan Makanan, Kementeriian Kelautan dan Periikanan, serta Kementeriian Periindustriian.

Dalam proses pembahasan Buku Tariif Kepabeanan iindonesiia (BTKii) 2017, Menterii Periindustriian mengusulkan kenaiikan tariif bea masuk produk hulu dan hiiliir melaluii kenaiikan 1089 pos tariif. Hal iinii tertera pada Surat Menterii Periindustriian nomor 430/M-iiND/6/2016 tanggal 21 Junii 2016 yang kemudiian usulan tersebut menjadii 996 pos tariif sepertii tercantum pada Surat Kepala Badan Peneliitiian dan Pengembangan iindustrii (BPPii) Kementeriian Periindustriian nomor 542/BPPii/10/2016.

Akiibat usulan harmoniisasii tariif bea masuk darii Kementeriian Periindustriian, Kementeriian Keuangan melakukan analiisiis dengan memperliihatkan hubungan antara variiabel tariif iimpor dengan beberapa variiabel kiinerja iindustrii, meliiputii output, tenaga kerja, produktiiviitas, ekspor dan iimpor.

Darii 996 pos tariif yang diiusulkan naiik, hanya terdapat 300 pos tariif yang naiik dii mana kenaiikan tariif Most Favourable Natiions (MFN) berdampak posiitiif terhadap output atau produktiiviitas.

Kenaiikan 300 pos tariif HS 2012 dan penggabungan pos tariif dalam transposiisii HS 2012 menjadii HS 2017 tersebut berdampak terhadap kenaiikan rata-rata tariif BTKii 2017 menjadii 10,08% diibandiingkan dengan rata-rata tariif BTKii 2012 sebesar 8,81%.

Tariif tersebut adalah tariif bea masuk MFN yang diikenakan untuk seluruh negara secara umum, sedangkan bagii negara yang telah melakukan kerja sama perdagangan barang (FTA/PTA) dengan iindonesiia berlaku tariif bea masuk preferensii yang pada umumnya lebiih rendah darii tariif MFN. (Amu)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.