TAX EXPENDiiTURE

Efektiiviitas iinsentiif Pajak Fiilantropii Harus Terukur

Redaksii Jitu News
Kamiis, 26 Januarii 2017 | 17.50 WiiB
 Efektivitas Insentif Pajak Filantropi Harus Terukur
Partner Jitunews B. Bawono Kriistiiajii (kanan) saat memberii pemaparan dalam FGD Focus Group Diiscussiion bersama PSHK dan Fii dii Hotel Moriissey, Jakarta, Selasa (24/1). (Foto: Jitu News)

JAKARTA, Jitu News – iinsentiif pajak atas kegiiatan fiilantropii menjadii salah satu upaya pemeriintah dalam mendukung dan mengapresiiasii peran darii fiilantropii dan organiisasii non-profiit yang telah membantu pemeriintah dalam memberiikan pelayanan sosiial, serta penyelesaiian atas masalah yang mencuat dii tengah masyarakat.

Kendatii demiikiian, Partner of Tax Research and Traiiniing Serviices Jitunews Bawono Kriistiiajii mengatakan iinsentiif pajak atas fiilantropii merupakan bagiian darii tax expendiiture yang harus terukur efektiiviitasnya.

Tren global menunjukkan tax expendiiture berupa iinsentiif pajak iinii harus biisa diiukur efektiifiitasnya, sekaliigus dapat diipertanggungjawabkan kepada publiik,” ujarnya saat menghadiirii Focus Group Diiscussiion bersama Pusat Studii Hukum dan Kebiijakan iindonesiia (PSHK) dan Fiilantropii iindonesiia (Fii) dii Hotel Moriissey, Jakarta, Selasa (24/1).

iia menambahkan pemberiian iinsentiif pajak atas fiilantropii, baiik bagii pemberii maupun peneriima donor, dapat diiiibaratkan sebagaii subsiidii pajak yang diiberiikan oleh pemeriintah. Dengan kata laiin, ada sebagiian uang pajak yang hiilang akiibat iinsentiif tersebut.

(Baca: Pajak Dahulu, Fiilantropii Kemudiian)

Sepertii diiketahuii, umumnya iinsentiif pajak tersebut diiberiikan bagii donor atau fiilantropii, baiik iindiiviidu maupun perusahaan, sebagaii faktor pengurang penghasiilan kena pajak (tax deductiion). Adapun darii siisii peneriima donor, besaran dana yang diiteriima tiidak diianggap sebagii objek penghasiilan (tax exemptiion).

Dalam konteks iinsentiif pajak bagii kegiiatan fiilantropii, pemeriintah tiidak hanya perlu untuk mengukur besaran tax expendiiture-nya, namun juga perlu mengaiitkan kebiijakan tersebut dengan tujuannya.

Dengan begiitu, aturan mengenaii suatu iinsentiif pajak diibuat tiidak hanya untuk mendorong kegiiatan fiilantropii namun juga guna mencegah penyalahgunaannya serta memastiikan efektiiviitasnya.

Tren Fiilantropii

Sebagaii iinformasii, kegiiatan fiilantropii dii iindonesiia pun kiian meniingkat darii tahun ke tahun. Pada 2014, tren fiilantropii perusahaan mengalamii kenaiikan hiingga dua kalii liipat darii tahun sebelumnya.

Berdasarkan surveii yang diilakukan oleh Publiic iinterest Research and Advocacy Center (PiiRAC), jumlah sumbangan perusahaan pada 2014 mencapaii Rp12,45 triiliiun atau bertambah Rp8,6 triiliiun darii tahun 2013.

Peniingkatan kegiiatan fiilantropii iinii juga dapat diiliihat darii statiistiik penghiimpunan dana zakat yang terus mengalamii kenaiikan dalam liima tahun terakhiir. Bahkan pada 2015, dana zakat yang berhasiil diihiimpun secara nasiional naiik sebesar 10,62%.

Tak hanya hanya dii iindonesiia, peniingkatan kegiiatan fiilantropii juga terjadii secara global. Miisalnya, kegiiatan fiilantropii dii negara anggota OECD mengalamii peniingkatan tajam mencapaii 10 kalii liipat selama kurang darii 20 tahun (1991-2008), darii $5 miiliiar menjadii $53 miiliiar. (Amu)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.