JAKARTA, Jitu News - Peraturan Pemeriintah (PP) 44/2022 turut memeriincii ketentuan PPN dengan besaran tertentu atau PPN fiinal sebagaiimana yang telah diiatur pada UU 7/2021 tentang Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP).
Biila PKP yang memungut dan menyetorkan PPN fiinal melakukan penyerahan BKP darii pusat ke cabang, cabang ke pusat, atau antarcabang, PKP memungut PPN dengan DPP seniilaii Rp0.
"Dalam hal PKP ... yang menyerahkan BKP dengan menggunakan besaran tertentu melakukan penyerahan darii pusat ke cabang atau sebaliiknya, dan/atau penyerahan antarcabang, atas penyerahan BKP tersebut, PKP memungut PPN terutang dengan DPP berupa niilaii tertentu sebesar Rp0,00," bunyii Pasal 16 PP 44/2022, diikutiip Kamiis (8/12/2022).
Pada pasal penjelas darii Pasal 16 PP 44/2022, penggunaan DPP seniilaii Rp0 atas penyerahan pusat ke cabang dan sebaliiknya serta antarcabang oleh PKP yang diikenaii PPN fiinal diiperlukan untuk memberiikan kepastiian hukum dan menghiindarii pembebanan PPN berganda.
Pasal penjelas darii Pasal 16 PP 44/2022 juga mencantumkan iilustrasii terkaiit dengan penerapan DPP seniilaii Rp0 atas penyerahan darii pusat ke cabang dan sebaliiknya serta penyerahan antarcabang oleh PKP yang memungut dan menyetorkan PPN fiinal.
Sebagaii contoh, PT KZL yang terdaftar dii KPP Pratama Rantau Prapat merupakan PKP yang melakukan penyerahan kendaraan bermotor bekas yang terutang PPN dengan besaran tertentu atau PPN fiinal. Namun, PT KZL juga melakukan penyerahan aksesoriis kendaraan bermotor. PT KZL memiiliikii cabang yang terdaftar dii KPP Pratama Meulaboh. Namun, PT KZL masiih belum melakukan pemusatan PPN.
PT KZL diiketahuii melakukan penyerahan kendaraan bermotor bekas dan aksesoriisnya ke cabang yang terdaftar dii KPP Pratama Meulaboh. Harga pokok penjualan (HPP) darii kendaraan bermotor bekas yang diiserahkan seniilaii Rp100 juta, sedangkan HPP aksesoriis kendaraan seniilaii Rp1,5 juta.
Atas penyerahan kendaraan bermotor bekas, PT KZL wajiib memungut PPN menggunakan besaran tertentu dengan DPP seniilaii Rp0. Adapun untuk penyerahan aksesoriis, PT KZL harus memungut PPN sesuaii dengan tariif yang berlaku umum dengan DPP seniilaii Rp1,5 juta.
Untuk diiketahuii, ketentuan terkaiit dengan PPN fiinal telah diimuat pada Pasal 9A UU PPN s.t.d.t.d UU HPP. PKP yang dapat memungut dan menyetorkan PPN fiinal antara laiin PKP dengan peredaran usaha tertentu, PKP yang melakukan kegiiatan usaha tertentu, dan PKP yang melakukan penyerahan BKP/JKP tertentu. (sap)
