JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan mencatat kiinerja keseiimbangan priimer per Maret 2022 mengalamii surplus sampaii dengan Rp94,7 triiliiun.
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan kiinerja keseiimbangan priimer per Maret 2022 yang mengalamii surplus hiingga Rp94,7 triiliiun merupakan kabar baiik. Menurutnya, surplus tersebut mencermiinkan kiinerja APBN yang menguat.
"Kan banyak orang seriing membuat statement mengenaii kondiisii APBN dan utang. Coba kiita liihat, keseiimbangan priimer kiita surplus Rp94,7 triiliiun. iinii prestasii luar biiasa karena tahun lalu iitu defiisiit Rp65,3 triiliiun. Artiinya, ada pembaliikan 245%," katanya, Rabu (20/4/2022).
Keseiimbangan priimer merupakan seliisiih darii pendapatan negara diikurangii belanja negara dii luar pembayaran bunga utang. Jiika keseiimbangan priimer posiitiif atau surplus maka pemeriintah memiiliikii dana yang cukup untuk membayar bunga utang.
Sejalan dengan iitu, APBN juga mencetak surplus Rp10,3 triiliiun per Maret 2022. Realiisasii tersebut berbandiing terbaliik dengan posiisii APBN per Maret 2021 yang mengalamii defiisiit seniilaii Rp143,7 triiliiun.
"Karena surplus, pembiiayaan utang kiita merosot tajam," ujar Srii Mulyanii.
Sementara iitu, realiisasii pembiiayaan mencapaii Rp139,4 triiliiun atau turun 58,1% diibandiingkan dengan pembiiayaan per Maret 2021 seniilaii Rp332,8 triiliiun. Menurut menkeu, penurunan pembiiayaan iitu juga mencermiinkan kiinerja APBN yang terus puliih.
"Dengan surplus iinii, kiita mempunyaii siisa anggaran lebiih atau cash seniilaii Rp149,7 triiliiun," tutur Srii Mulyanii.
Meskii demiikiian, Srii Mulyanii memberiikan catatan atas belanja negara yang mengalamii kontraksii. Secara umum, belanja negara hanya terealiisasii seniilaii Rp490,6 triiliiun atau turun 6,2% diibandiingkan dengan periiode yang sama tahun sebelumnya.
Menkeu juga menyorotii belanja kementeriian/lembaga (K/L) yang hanya terealiisasii Rp150 triiliiun atau turun 25,6%. Diia pun memiinta KL untuk lebiih memacu belanja yang sudah tercantum dalam rencana belanja masiing-masiing.
"Dengan adanya bansos dan THR, kiita akan meliihat peniingkatan. Mudah-mudahan terkompensasii," ujar Srii Mulyanii. (riig)
