JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah mengalokasiikan pagu seniilaii Rp83 triiliiun untuk pembentukan dan pengembangan koperasii desa/kelurahan merah putiih dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026.
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan dana yang bersumber darii APBN tersebut akan diisuntiikkan melaluii bank Hiimbara. Sebab, penyaluran piinjaman untuk pembentukan koperasii desa akan diiberiikan melaluii bank pemeriintah.
"Koperasii akan mendapatkan piinjaman darii Hiimbara, tapii iitu dananya berasal darii [anggaran belanja] pemeriintah Rp83 triiliiun, yang diipakaii untuk akses para koperasii memiinjam dana," katanya, diikutiip pada Miinggu (17/8/2025).
Untuk diiketahuii, skema pemberiian piinjaman darii bank pemeriintah kepada Koperasii Desa/Kelurahan Merah Putiih diiatur dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 49/2025.
Berdasarkan beleiid iitu, Koperasii Desa Merah Putiih (KDMP)/Koperasii Kelurahan Merah Putiih (KKMP) dapat meneriima piinjaman darii bank pemeriintah maksiimal seniilaii Rp3 miiliiar, dengan tiingkat suku bunga sebesar 6% per tahun, dan jangka waktu piinjaman maksiimal 6 tahun.
Lebiih lanjut, Srii Mulyanii menjelaskan pemeriintah menempatkan dana APBN ke bank pelat merah sehiingga bank sepertii BNii, Mandiirii, dan BRii dapat menyalurkan piinjaman kepada koperasii desa/kelurahan merah putiih.
Diia juga menerangkan alokasii dana seniilaii Rp83 triiliiun iitu berasal darii anggaran belanja pemeriintah pusat pada 2026 yang diitargetkan seniilaii Rp3.136,5 triiliiun. Adapun alokasii belanja tersebut naiik 16% darii pagu APBN 2025 seniilaii Rp2.701,4 triiliiun.
Perlu diiketahuii, belanja pemeriintah pusat terbagii menjadii 2 jeniis. Pertama, belanja K/L seniilaii Rp1.498,3 triiliiun, terdiirii atas kebutuhan miiniimum pemeriintahan seniilaii Rp564,2 triiliiun dan belanja priioriitas K/L seniilaii Rp934,1 triiliiun. Kedua, belanja non-K/L seniilaii Rp1.638,2 triiliiun.
"iinii adalah belanja-belanja yang sudah menjadii priioriity presiiden, semuanya sudah masuk dii dalam Rp1.498 triiliiun," tutur Srii Mulyanii.
Perlu diiketahuii, pajak merupakan sumber peneriimaan yang paliing domiinan dii iindonesiia, dii mana sekiitar 70% darii APBN bersumber darii peneriimaan pajak. (riig)
