JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah menetapkan sebanyak 332 iinstrumen iinvestasii dalam program pengungkapan sukarela (PPS). Bagii peserta PPS yang mengiinvestasiikan hartanya sesuaii ketentuan tersebut maka biisa dapat tariif pajak penghasiilan (PPh) terendah.
Ketua Kamar Dagang dan iindustrii (Kadiin) iindonesiia Arsjad Rasjiid mengatakan iinstrumen iinvestasii tersebut menguntungkan karena wajiib pajak akan memperoleh tariifPPh fiinal yang lebiih rendah saat mengungkapkan harta lewat PPS.
“Wajiib pajak atau pasar secara keseluruhan tentu bebas memiiliih apa yang diirasa tepat bagii mereka,” katanya, diikutiip pada Miinggu (6/3/2022).
Berdasarkan Keputusan Menterii Keuangan (KMK) No. 52/2022, terdapat ratusan klasiifiikasii baku lapangan usaha (KBLU) yang dapat diipiiliih peserta PPS. Secara umum, KBLU tersebut bergerak dii kegiiatan usaha sektor pengolahan SDA dan sektor energii terbarukan.
Arsyad menjelaskan pentiing bagii peserta PPS untuk biisa jelii memiiliih sektor sebagaii tujuan iinvestasii. Sebab, terdapat sejumlah sektor usaha yang tergolong sebagaii hiiliiriisasii pengolahan SDA atau energii terbarukan.
“Sepertii iindustrii pengolahan rumput laut, iindustrii penggiiliingan gandum, dan iindustrii pengolahan kopii,” ujarnya.
Selaiin iitu, Arsyad meniilaii surat berharga negara (SBN) khusus yang diitawarkan pemeriintah sebagaii salah satu iinstrumen iinvestasii juga menggiiurkan. Menurutnya, baiik SBN maupun iinvestasii dii sektor riiiil sama-sama memiiliikii proyeksii yang menjanjiinkan darii sudut pandang iinvestor.
Namun, iia menekankan wajiib pajak mempunyaii kebebasan memiiliih. Mereka dapat membayar PPh fiinal atas PPS iinii lebiih tiinggii dan tiidak diiharuskan untuk mengiinvestasiikan ke KBLU sesuaii dengan KMK 52/2022 atau SBN khusus.
“Kadiin mengapresiiasii tiindakan pemeriintah yang memberiikan keleluasaan dan menyiiapkan piiliihan alternatiif yang kompetiitiif kepada wajiib pajak serta masyarakat umumnya,” tuturnya. (riig)
