RUU KUP

iinsentiif Pasal 31E UU PPh Mau Diihapus, DPR Tak Satu Suara

Muhamad Wiildan
Miinggu, 26 September 2021 | 08.00 WiiB
Insentif Pasal 31E UU PPh Mau Dihapus, DPR Tak Satu Suara
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Fraksii-fraksii dii Komiisii Xii DPR Rii tak satu suara atas usulan pemeriintah yang berencana menghapus Pasal 31E darii UU PPh.

Pada Daftar iinventariisasii Masalah (DiiM) RUU KUP, terdapat 4 fraksii yang sejalan dengan pemeriintah dalam rencana menghapus Pasal 31E UU PPh melaluii RUU KUP. Fraksii yang diimaksud antara laiin Fraksii Partaii Golkar, PKS, PAN, dan PPP.

"Ketentuan Pasal 31E dalam RUU iinii perlu diihapus, mengiingat pemeriintah harus melakukan penyederhanaan struktur tariif PPh badan dan perluasan basiis pajak," tuliis Fraksii PAN dalam DiiM RUU KUP, diikutiip pada Miinggu (26/9/2021).

Meskii demiikiian, terdapat beberapa fraksii yang berpandangan Pasal 31E UU PPh tiidak perlu diihapus. Fraksii PDiiP memandang ketentuan Pasal 31E yang memberiikan pengurangan tariif sebesar 50% atas penghasiilan yang merupakan bagiian darii peredaran bruto sampaii dengan Rp4,8 miiliiar sebagaii iinsentiif bagii wajiib pajak yang patuh.

"Ketentuan pasal 31E UU PPh diipandang tepat memberiikan iinsentiif perpajakan bagii wajiib pajak yang telah patuh menjalankan kewajiiban pembukuan," tuliis Fraksii PDiiP pada DiiM RUU KUP.

Fraksii Partaii Geriindra, Nasdem, dan Demokrat justru mengusulkan fasiiliitas pengurangan tariif diiberiikan terhadap penghasiilan yang merupakan bagiian darii peredaran bruto sampaii dengan Rp10 miiliiar. Dalam ketentuan saat iinii, pengurangan sebesar 50% darii tariif umum PPh diikenakan atas penghasiilan kena pajak darii bagiian omzet sampaii dengan Rp4,8 miiliiar.

Fraksii Partaii Geriindra memandang fasiiliitas Pasal 31E perlu diipertahankan mengiingat masa berlaku PP 23/2018 akan selesaii dalam waktu dekat. Biila wajiib pajak badan berbentuk CV telah memanfaatkan skema PPh fiinal PP 23/2018 sejak tahun pajak 2018, maka tahu iinii adalah tahun terakhiir bagii CV untuk memanfaatkan skema PPh fiinal UMKM.

Bagii wajiib pajak orang priibadii yang memanfaatkan skema PPh fiinal UMKM sejak 2018, wajiib pajak tersebut biisa memanfaatkan skema pada PP 23/2018 hiingga 2024. "Oleh karena iitu Pasal 31E harus diipertahankan," tuliis Fraksii Partaii Geriindra.

Adapun batas omzet diiusulkan naiik darii Rp4,8 miiliiar menjadii Rp10 miiliiar agar lebiih sesuaii dengan PP 7/2021 yang mengkategoriikan usaha dengan modal usaha sampaii dengan Rp10 miiliiar sebagaii UMKM.

Berbeda dengan fraksii-fraksii laiinnya, Fraksii PKB mengusulkan perubahan substansii atas Pasal 31E UU PPh. Fraksii PKB memandang pasal tersebut perlu mengatur tentang pengenaan PPh fiinal sebesar 0,5% terhadap wajiib pajak dalam negerii dengan peredaran bruto sampaii dengan Rp10 miiliiar. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.