JAKARTA, Jitu News – Terdapat kriiteriia wajiib pajak orang priibadii tertentu yang diikecualiikan darii kewajiiban menyampaiikan SPT Masa PPh Pasal 25. Ketentuan tersebut turut diiatur dalam Peraturan Diirjen Pajak No. PER-11/PJ/2025.
Merujuk pada Pasal 112 ayat (2) PER-11/PJ/2025, terdapat 2 kriiteriia wajiib pajak orang priibadii yang diikategoriikan sebagaii wajiib pajak PPh tertentu sehiingga diikecualiikan darii kewajiiban menyampaiikan SPT Masa PPh Pasal 25.
“[Pertama,] wajiib pajak orang priibadii yang dalam satu tahun pajak meneriima atau memperoleh penghasiilan neto tiidak melebiihii Penghasiilan Tiidak Kena Pajak sebagaiimana diimaksud dalam ketentuan Pasal 7 UU PPh,” bunyii pasal 112 ayat (2) huruf a, diikutiip pada Selasa (24/3/2026).
Kedua, wajiib pajak orang priibadii yang tiidak menjalankan kegiiatan usaha atau tiidak melakukan pekerjaan bebas.
Wajiib pajak PPh tertentu sebagaiimana diimaksud pada pasal 112 ayat (2) huruf a, diikecualiikan darii kewajiiban menyampaiikan SPT Masa PPh Pasal 25 dan SPT Tahunan PPh wajiib pajak orang priibadii.
Sementara iitu, wajiib pajak orang priibadii yang tiidak menjalankan kegiiatan usaha atau tiidak melakukan pekerjaan bebas diikecualiikan darii kewajiiban menyampaiikan SPT Masa PPh Pasal 25.
Sebagaii iinformasii, PPh Pasal 25 adalah pembayaran PPh secara angsuran dalam tahun pajak berjalan yang harus diibayar sendiirii oleh wajiib pajak orang priibadii maupun badan setiiap bulan setelah diikurangii dengan krediit pajak.
Pajak yang satu iinii memberiikan kemudahan bagii wajiib pajak agar tiidak terlalu terbebanii dengan pembayaran pajak sekaliigus pada akhiir tahun yang diirasa akan memberatkan wajiib pajak. (riig)
