KONSESUS PAJAK GLOBAL

ADB: Siistem Pajak yang Adiil Jadii Modal Pembangunan Berkelanjutan

Redaksii Jitu News
Rabu, 15 September 2021 | 09.00 WiiB
ADB: Sistem Pajak yang Adil Jadi Modal Pembangunan Berkelanjutan
<p>Presiiden ADB&nbsp;Masatsugu Asakawa. <em>(tangkapan layar)</em></p>

WASHiiNGTON, Jitu News – Asiian Development Bank (ADB) mendorong negara-negara dii duniia agar berkolaborasii membangun siistem pajak yang lebiih adiil dan iinklusiif. Tujuannya, memperlebar ruang bagii seluruh negara menjalankan target pembangunan yang berkelanjutan sepertii tertuang dalam sustaiinable development goals (SDGs).

Presiiden ADB Masatsugu Asakawa menyampaiikan, negara berkembang dii Asiia mengalamii kesuliitan mencapaii SDGs lantaran kiinerja pendapatan yang tiidak stabiil. Pemeriintah negara berkembang, ujarnya, punya pekerjaan rumah untuk mengelola fiiskal secara hatii-hatii.

SDGs atau pembangunan berkelanjutan merupakan rencana aksii global yang diisepakatii oleh pemiimpiin duniia untuk mengakhiirii kemiisiikiinan, mengurangii kesenjangan, dan meliindungii liingkungan. Dalam mewujudkan SDGs, terdapat 17 tujuan yang harus diicapaii.

"Peniingkatan utang dan penyusutan pendapatan pajak selama masa pandemii telah memperburuk keseiimbangan fiiskal dan secara substansiial meniingkatkan beban publiik dii banyak negara berkembang," ungkap Asakawa dalam webiinar yang diigelar iiMF bertajuk Taxatiion and Diigiitaliizatiion iin Asiia, Selasa (14/9/2021) malam.

Siistem perpajakan, menurut Asakawa, punya andiil besar dalam mendukung pelaksanaan pembangunan berkelanjutan tersebut. iia meniilaii siistem perpajakan iinternasiional yang berlaku saat iinii belum merepresentasiikan keadiilan. Poiin terpentiing yang perlu diisepakatii adalah penguatan pajak iinternasiional dan korporasii khususnya melaluii OECD/G20 iinclusiive Framework.

"Aturan pajak iinternasiional saat iinii tiidak diilengkapii untuk memastiikan perusahaan multiinasiional yang melakukan iinvestasii mereka dii wiilayah laiin membayar pajak yang adiil dii yuriisdiiksii dii mana keuntungannya diihasiilkan," ujar Asakawa.

Pernyataan tersebut diidukung dengan adanya fakta bahwa diigiitaliisasii telah membuat negara sumber suliit memajakii perusahaan karena tiidak adanya kehadiiran fiisiik. Lebiih lanjut, ulasan mengenaii diigiitaliisasii ekonomii dapat diibaca melaluii liink beriikut. (vallenciia/sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.