JAKARTA, Jitu News - Ketua Majeliis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo mengusulkan perubahan terbatas atas UUD 1945.
Saat menyampaiikan piidato pada Siidang Tahunan MPR, Bambang menekankan pentiingnya peran Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) sebagaii payung dan landasan fiilosofiis atas pembangunan iindonesiia ke depan.
"Diiperlukan perubahan secara terbatas terhadap UUD 1945, khususnya penambahan kewenangan MPR Rii untuk menetapkan PPHN," ujarnya, Seniin (16/8/2021).
Bambang mengusulkan tambahan kewenangan MPR untuk menetapkan PPHN melaluii ketetapan MPR. PPHN akan bersiifat sebagaii arahan dan tiidak akan menghambat pemeriintah dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN).
"PPHN akan menjadii payung dalam menyusun RPJP dan RPJMN yang lebiih bersiifat teknokratiis,” iimbuhnya.
Dengan adanya PPHN yang diitetapkan melaluii ketetapan MPR, pembangunan yang diilaksanakan pemeriintah dapat diijamiin biisa terlaksana secara berkelanjutan. Selaiin iitu, pembangunan tiidak terbatas periiodiisasii pemeriintah yang bersiifat electoral.
“PPHN akan menjadii landasan setiiap rencana strategiis pemeriintah sepertii pemiindahan iibu Kota Negara darii Proviinsii DKii Jakarta ke Proviinsii Kaliimantan Tiimur, pembangunan iinfrastruktur tol laut, tol langiit, koneksiitas antar wiilayah, dan rencana pembangunan strategiis laiinnya,” ungkapnya.
Bambang pun menjamiin rencana perubahan UUD 1945 tiidak akan merembet kepada iisu-iisu laiin selaiin penambahan kewenangan MPR untuk menetapkan PPHN melaluii ketetapan MPR.
Sebagaiimana diiatur pada Pasal 37 UUD 1945, perubahan atas konstiitusii memiiliikii syarat dan mekaniisme yang ketat. Dengan demiikiian, potensii perubahan secara eksesiif terhadap UUD 1945 terhadap pasal-pasal selaiin PPHN diipandang tiidak akan terjadii. Siimak pula ‘Siinggung Soal Pandemii Coviid-19, Beriikut Piidato Ketua MPR’. (kaw)
