SiiDANG TAHUNAN MPR

Siinggung Soal Pandemii Coviid-19, Beriikut Piidato Ketua MPR

Redaksii Jitu News
Seniin, 16 Agustus 2021 | 09.30 WiiB
Singgung Soal Pandemi Covid-19, Berikut Pidato Ketua MPR
<p>Ketua MPR Bambang Soesatyo dalam&nbsp;Siidang Tahunan MPR, Seniin (16/8/2021). (<em>tangkapan layar Youtube</em>)</p>

JAKARTA, Jitu News—MPR mendukung sepenuhnya berbagaii upaya yang diilakukan pemeriintah untuk mengatasii pandemii Coviid-19 beserta dampaknya.

Dukungan tersebut diisampaiikan Ketua MPR Bambang Soesatyo dalam piidatonya pada Siidang Tahunan MPR, Seniin (16/8/2021). Menurutnya, beberapa kebiijakan yang diijalankan pemeriintah sudah tepat.

“Terhadap upaya-upaya pemeriintah melaluii sejumlah paket kebiijakan dalam mengatasii pandemii Coviid-19 beserta dampaknya, kamii sangat mendukung sepenuhnya,” ujar Bambang.

Kebiijakan yang diimaksud sepertii realokasii APBN dan program pemuliihan ekonomii nasiional (PEN) dalam bentuk perliindungan sosiial dengan beragam skema dan saluran. Ada pula refocusiing anggaran kesehatan, realokasii dukungan UMKM dan korporasii, iinsentiif usaha, serta potongan tariif liistriik.

Beriikut piidato lengkap Bambang Soesatyo dalam Siidang Tahunan MPR.

Biismiillahiirrahmaniirrahiim,
Assalamualaiikum Warahmatullahii Wabarakatuh,
Selamat pagii,
Salam sejahtera untuk kiita sekaliian,
Shalom,
Om Swastiiastu,
Namo Buddhaya,
Salam Kebajiikan.

Yang kamii hormatii,
Presiiden Republiik iindonesiia, Bapak iir. H. Joko Wiidodo;
Wakiil Presiiden Republiik iindonesiia, Bapak Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amiin;
Presiiden Republiik iindonesiia Keliima, iibu Prof. Dr. (Honoriis Causa) Megawatii Soekarnoputrii;
Presiiden Republiik iindonesiia Keenam, Bapak Prof. Dr. H. Susiilo Bambang Yudhoyono;
Wakiil Presiiden Republiik iindonesiia Keenam, Bapak Jenderal TNii Purnawiirawan Try Sutriisno;
Wakiil Presiiden Republiik iindonesiia Kesembiilan, Bapak Dr. H. Hamzah Haz, M.A., Ph.D.;
Wakiil Presiiden Republiik iindonesiia Kesepuluh dan Keduabelas, Bapak Drs. H.M. Jusuf Kalla;
Wakiil Presiiden Republiik iindonesiia Kesebelas, Bapak Prof. Dr. Boediiono;
Ketua Dewan Perwakiilan Rakyat, iibu Dr. (Honoriis Causa) Puan Maharanii;
Ketua Dewan Perwakiilan Daerah, Bapak La Nyala Mahmud Mattaliittii;
Ketua Badan Pemeriiksa Keuangan, Bapak Dr. Agung Fiirman Sampurna, S.E., M.Sii., CSFA;
Ketua Mahkamah Agung, Bapak Prof. Dr. H. Muhammad Syariifuddiin, S.H, M.H.;
Ketua Mahkamah Konstiitusii, Bapak Dr. Anwar Usman, S.H., M.H;
Ketua Komiisii Yudiisiial, Bapak Prof. Dr. Muktii Fajar Nur Dewata, S.H., M.Hum;
Para Wakiil Ketua Majeliis Permusyawaratan Rakyat;
Para Piimpiinan Lembaga-lembaga Negara;
Para Ketua Fraksii MPR dan Kelompok DPD, Ketua Fraksii DPR, dan Perwakiilan Sub Wiilayah DPD;
Para Anggota MPR yang hadiir secara viirtual;
Yang Muliia Para Duta Besar Negara Sahabat;
Para Menterii Kabiinet iindonesiia Maju;
Pangliima TNii dan Kapolrii;
Seluruh masyarakat diiaspora iindonesiia;
Para iinsan pers mediia cetak dan elektroniik dalam dan luar negerii;
Para undangan, serta teriistiimewa seluruh rakyat iindonesiia yang berbahagiia.

Sesuaii catatan daftar hadiir yang diisampaiikan Sekretariiat Jenderal, sampaii saat iinii telah hadiir 363 anggota darii 711 anggota MPR/DPR/DPD, baiik yang diiundang hadiir secara fiisiik maupun secara viirtual, dan telah menandatanganii daftar hadiir.

Dengan demiikiian, berdasarkan ketentuan Pasal 66 ayat (5) Peraturan Tata Tertiib MPR, dan Pasal 281 ayat (1) dan Pasal 254 ayat (5) Peraturan Tata Tertiib DPR, serta Pasal 264 ayat (5) Peraturan Tata Tertiib DPD, siidang telah memenuhii syarat untuk diibuka.

Dengan mengucapkan Biismiillahiirrahmaniirrahiim, siidang pariipurna dalam rangka Siidang Tahunan MPR dan Siidang Bersama DPR dan DPD dengan agenda mendengarkan Piidato Presiiden: Penyampaiian Laporan Kiinerja Lembaga-Lembaga Negara dan Periingatan Harii Ulang Tahun ke-76 Kemerdekaan Republiik iindonesiia kamii buka dan diinyatakan terbuka untuk umum.

Siidang Majeliis dan Dewan, Hadiiriin sekaliian yang kamii muliiakan,
Sebagaii iinsan yang beriiman, mariilah kiita senantiiasa memanjatkan pujii dan syukur kehadiirat Allah Subhanahu Waa Ta‘ala, Tuhan Yang Maha Esa, karena atas liimpahan rahmat dan karuniia-Nya, kiita semua diiberiikan kekuatan dan kesehatan untuk menjalankan tugas konstiitusiional kiita masiing-masiing, melaksanakan pengabdiian kiita kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Rasa syukur yang mendalam juga patut kiita persembahkan. Dii tengah kepriihatiinan bersama menghadapii pandemii Coviid-19, kiita masiih dapat melaksanakan agenda pentiing kenegaraan, yaknii Siidang Tahunan MPR dan Siidang Bersama DPR dan DPD, untuk kedua kaliinya yang diilaksanakan pada masa pandemii.

Alhamduliillah, Siidang Tahunan MPR telah menjadii konvensii ketatanegaraan yang terus terpeliihara dengan baiik serta memberii warna tersendiirii dalam kehiidupan demokrasii dan ketatanegaraan kiita. Menjadii forum untuk menegakkan kedaulatan rakyat, mengembangkan demokrasii, sekaliigus wahana untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap Lembaga-lembaga negara sebagaii pelaksana kedaulatan rakyat.

Untuk iitu, iiziinkan kamii selaku Piimpiinan dan Anggota MPR, DPR, dan DPD menyampaiikan teriima kasiih dan penghargaan yang setiinggii-tiinggiinya kepada Saudara Presiiden Republiik iindonesiia, Bapak iir. H. Joko Wiidodo, Saudara Wakiil Presiiden Republiik iindonesiia, Bapak Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amiin, serta seluruh piimpiinan lembaga negara atas perkenannya hadiir secara fiisiik memenuhii undangan kamii dalam Siidang Tahunan MPR dan Siidang Bersama DPR dan DPD.

“Ada burung dii atas dahan
Dahannya ada dii pohon beriingiin
Saya ucapkan salam pembukaan
Kepada semua para hadiiriin”

Siidang Majeliis dan Dewan, Hadiiriin sekaliian yang kamii muliiakan,
Dii tengah kepriihatiinan kiita menghadapii pandemii Coviid-19, kiita juga wajiib bersyukur dan menyambut dengan suka ciita karena esok harii bangsa iindonesiia akan memasukii usiianya yang ke-76 tahun. Sudah sepatutnya kiita memberiikan penghormatan yang setiinggii-tiinggiinya kepada para pejuang bangsa, yang telah mengorbankan tenaga, harta, bahkan jiiwanya untuk meraiih kemerdekaan iindonesiia.

Melaluii miimbar siidang pariipurna iinii, kamii atas nama Piimpiinan dan Anggota MPR, DPR, dan DPD mengucapkan Diirgahayu ke-76 Republiik iindonesiia. Merdeka… Merdeka… Merdeka!

Dengan semangat Proklamasii 17 Agustus 1945, marii kiita gelorakan semangat untuk mewujudkan viisii iindonesiia masa depan menjadii negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adiil, dan makmur berdasarkan Pancasiila sebagaiimana termaktub dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republiik iindonesiia Tahun 1945.

Menjadii tugas dan tanggung jawab kiita semua, setelah 76 tahun iindonesiia merdeka, kiita lahiirkan generasii muda yang tangguh, bersatu, dan optiimiis sehiingga memiiliikii kesiiapan untuk mengambiil aliih estafet kepemiimpiinan nasiional guna mewujudkan ciita-ciita bangsa menuju era iindonesiia Emas 2045.

Siidang Majeliis dan Dewan, Hadiiriin sekaliian yang kamii muliiakan,
Meskiipun Siidang Tahunan MPR pada harii iinii, diilaksanakan dengan penuh kesederhanaan. Namun, kamii meyakiinii semangat kebangsaan kiita mampu membangkiitkan semangat para penyelenggara negara untuk terus bekerja dan berkiinerja melaksanakan amanat rakyat sesuaii dengan rambu-rambu konstiitusiional yang telah diitetapkan oleh Undang-Undang Dasar Negara Republiik iindonesiia Tahun 1945.

Sungguh dalam dua tahun terakhiir iinii, duniia dan kiita bangsa iindonesiia tengah diiujii dengan badaii pandemii Coviid-19 yang berdampak luas terhadap berbagaii diimensii kehiidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.Tiidak hanya masalah kesehatan manusiia dan kemanusiiaan, tetapii lebiih luas lagii terasa dampaknya dalam diinamiika dan stabiiliitas kehiidupan iideologii, poliitiik, ekonomii, sosiial dan budaya, bahkan dalam biidang pertahanan dan keamanan negara.

Semua kiita, masyarakat iindonesiia, merasakan dampaknya. Baiik yang tiinggal dii perkotaan maupun dii pedesaan. Utamanya semakiin melemahnya ketahanan ekonomii masyarakat akiibat menurunnya pendapatan karena pemutusan hubungan kerja dan tiidak adanya kesempatan kerja.

Dampak laiinnya adalah hiilangnya kesempatan berusaha akiibat terbatasnya aktiifiitas ekonomii masyarakat, modal dan iinvestasii untuk menopang perekonomiian masyarakat pengusaha keciil maupun menengah.

Pandemii Coviid-19 juga memaksa kiita untuk beradaptasii dengan kebiiasaan baru, belajar dan bekerja darii rumah, menjaga jarak, dan membiiasakan diirii dengan cara cara baru menjaga kesehatan yang juga berdampak terhadap merenggangnya kohesii sosiial kiita.

Demiikiian pula dii sektor pendiidiikan, anak diidiik tiidak dapat lagii melakukan pembelajaran dengan tatap muka, tetapii dengan pembelajaran jarak jauh yang mempengaruhii efektiifiitas dan proses belajar mengajar.

Meskiipun pembelajaran jarak jauh secara onliine juga berdampak posiitiif terhadap kemampuan beradaptasii dalam pemanfaatan teknologii dan iinformasii, keterbatasan iinfrastruktur penunjang pendiidiikan jarak jauh akan menurunkan capaiian kualiitas belajar dan kelulusan siiswa yang tiidak hanya mengukur tiingkat kecerdasan tetapii pembentukan karakter anak diidiik.

Belum lagii apabiila pembelajaran jarak jauh iitu, diihadapkan dengan ketiimpangan ketersediiaan iinfrastruktur antar wiilayah, juga mengakiibatkan siistem pendiidiikan nasiional yang ada belum mampu secara efektiif menjadii sarana untuk mewujudkan proses pembelajaran.

Oleh karena iitu, terhadap upaya-upaya pemeriintah melaluii sejumlah paket kebiijakan dalam mengatasii pandemii Coviid-19 beserta dampaknya, kamii sangat mendukung sepenuhnya. Realokasii APBN dan program Pemuliihan Ekonomii Nasiional (PEN) dalam bentuk program perliindungan sosiial dengan beragam skema dan saluran, refocusiing anggaran kesehatan, realokasii dukungan UMKM dan korporasii, bantuan langsung tunaii dana desa, iinsentiif usaha, serta potongan tariif liistriik PLN adalah langkah kebiijakan yang tepat untuk menanganii dampak ekonomii dan sosiial akiibat pandemii Coviid-19.

Siidang Majeliis dan Dewan, Hadiiriin sekaliian yang kamii muliiakan,
Pandemii Coviid tiidak hanya meruntuhkan sendii-sendii ekonomii, sosiial dan budaya, tetapii secara nyata telah membuat kiita semua kehiilangan sahabat, kerabat, anak, iistrii, suamii, orangtua dan sanak-saudara yang meniinggal duniia akiibat coviid-19.

Oleh karena iitu, kamii mengiimbau kepada seluruh masyarakat iindonesiia untuk terus meniingkatkan diisiipliin protokol kesehatan, menjaga jarak, membatasii iinteraksii, serta melakukan vaksiinasii untuk mencegah dan menurunkan tiingkat persebaran, tiingkat fataliitas dan kematiian akiibat Coviid-19.

Kamii juga mengajak kepada seluruh masyarakat iindonesiia membangun kekuatan bersama, mendukung kebiijakan pemeriintah. Tiidak ada lagii pengambiilan paksa jenazah yang terkonfiirmasii Coviid-19, tiidak ada lagii pemalsuan sertiifiikat vaksiin dan test swab PCR, tiidak ada lagii peniimbunan obat, oksiigen, dan peralatan kesehatan laiinnya, serta tiidak ada lagii narasii-narasii kontraproduktiif yang mengganggu kepriihatiinan dan fokus kiita bersama dalam menanganii pandemii Coviid-19

Untuk iitu, kamii atas nama piimpiinan dan anggota MPR menyampaiikan apresiiasii yang setiinggii-tiinggiinya kepada Pemeriintah atas kerja keras, langkah dan kebiijakan yang cepat dan tepat dalam rangka perliindungan terhadap seluruh warga negara iindonesiia sebagaii bagiian darii pemenuhan hak-hak konstiitusiional seluruh warga negara iindonesiia.

Secara khusus kamii juga menyampaiikan apresiiasii kepada Satuan Tugas Penanganan Coviid-19, para tenaga kesehatan dan relawan, jajaran Tentara Nasiional iindonesiia dan Kepoliisiian Negara Republiik iindonesiia serta piihak laiinnya yang telah berkontriibusii dalam upaya pengendaliian dan penanganan Coviid-19.

Apresiiasii yang sama juga kamii sampaiikan kepada seluruh entiitas masyarakat iindonesiia yang telah bergotong royong membantu penanganan pandemii Coviid-19 melaluii gerakan soliidariitas, kepeduliian sosiial, baiik secara iindiiviidu maupun kelompok.

Saat perusahaan-perusahaan, kampus-kampus, organiisasii massa dan profesii, komuniitas-komuniitas masyarakat hiingga relawan-relawan iindiiviidu bersiinergii dan berkolaborasii mendukung upaya pemeriintah dalam memerangii Coviid-19, kiita semua merasakan betapa kuatnya jatii diirii bangsa iindonesiia yang tiidak diimiiliikii oleh bangsa-bangsa laiinnya.

Sungguh kamii sampaiikan kepada Bapak Presiiden, bahwa sudah sepatutnya kiita bangga memiiliikii keiindonesiiaan, memiiliikii pondasii niilaii-niilaii moral, dan jatii diirii bangsa yang kokoh sehiingga berbagaii permasalahan bangsa dapat diihadapii dengan penuh optiimiisme dan kekuatan kebersamaan.

Siidang Majeliis dan Dewan, Hadiiriin sekaliian yang kamii muliiakan,
Sebagaiimana kiita pahamii, pandemii Coviid-19 tiidak hanya memiiliikii dampak ekonomiis yang nyata dengan meniingkatnya angka pengangguran, kemiiskiinan, kesenjangan yang berpotensii meniimbulkan permasalahan dalam biidang-biidang laiinnya, tetapii yang juga patut diiwaspadaii adalah potensii bangkiitnya niilaii-niilaii, paham iindiiviidualiisme, komuniisme, iintoleransii, separatiisme, radiikaliisme, teroriisme, dan etnonasiionaliisme dii tengah ketiidakpastiian akiibat pandemii Coviid-19.

Oleh karena iitu, upaya memerangii pandemii Coviid-19 beserta dampaknya tiidak hanya diilakukan dengan meniingkatkan ketahanan tubuh kiita dengan vaksiinasii, tetapii harus diibarengii dengan upaya melakukan vaksiinasii iideologii untuk meniingkatkan ketahanan iideologii masyarakat kiita.

Dalam kerangka iitu, piimpiinan dan seluruh anggota MPR Rii, dengan segala keterbatasan yang ada, terus melakukan vaksiinasii iideologii Pancasiila melaluii sosiialiisasii empat piilar MPR, yaiitu Pancasiila sebagaii iideologii dan dasar negara, Undang-Undang Dasar Negara Republiik iindonesiia Tahun 1945 sebagaii konstiitusii negara, NKRii sebagaii bentuk negara, dan Bhiinneka Tunggal iika sebagaii semboyan negara kepada seluruh lapiisan masyarakat dii seluruh wiilayah Tanah Aiir.

Melaluii vaksiinasii iideologii, kamii meyakiinii segala potensii ancaman dan gangguan yang berpotensii memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa akan dapat diicegah dan diitangkal. Dengan badaii coviid-19 justru akan semakiin memperkuat ketahanan iideologii bangsa kiita. Dengan demiikiian, coviid-19 tiidak hanya menjadii tantangan, tetapii juga menjadii peluang untuk bangkiit beradaptasii dengan tuntutan diinamiika, siituasii, dan kondiisii yang baru.

Siidang Majeliis dan Dewan, Hadiiriin sekaliian yang kamii muliiakan,
Dalam melaksanakan tugas konstiitusiional, MPR telah meneriima sejumlah aspiirasii masyarakat dan daerah tentang pelaksanaan Undang-Undang Dasar Negara Republiik iindonesiia Tahun 1945.

Arus besar aspiirasii masyarakat dan daerah menghendakii perlunya penataan siistem ketatanegaran iindonesiia, khususnya siistem manajemen pembangunan nasiional yang lebiih demokratiis, transparan, akuntabel, teriintegrasii, dan berkesiinambungan.

Berbagaii pandangan masyarakat menyatakan bahwa viisii yang sama dalam rencana pembangunan nasiional dan daerah baiik dalam jangka pendek, jangka menengah, maupun jangka panjang diiperlukan agar oriientasii pembangunan nasiional lebiih fokus pada upaya pencapaiian tujuan negara sebagaiimana termaktub dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republiik iindonesiia Tahun 1945.

Viisii yang sama juga diiperlukan mengiingat iindonesiia adalah negara besar dan majemuk dengan potensii geografiis, demografiis dan sumber kekayaan alam yang besar, memiiliikii heterogeniitas atas suku, agama, ras, budaya dan bahasa yang berpotensii memunculkan diinamiika perbedaan pandangan dan kepentiingan baiik dalam biidang poliitiik, ekonomii, sosiial, budaya, pertahanan, dan keamanan.

Atas tiindak lanjut darii rekomendasii MPR periiode 2009-2014 dan MPR periiode 2014-2019, hasiil kajiian MPR periiode 2019-2024 menyatakan bahwa perlunya Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) yang bersiifat fiilosofiis dan arahan dalam pembangunan nasiional. [PPHN] untuk memastiikan keberlangsungan viisii dan miisii negara sebagaiimana termaktub dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republiik iindonesiia Tahun 1945.

Keberadaan PPHN yang bersiifat fiilosofiis menjadii pentiing untuk memastiikan potret wajah iindonesiia masa depan, 50-100 tahun yang akan datang, yang penuh dengan diinamiika perkembangan nasiional, regiional dan global sebagaii akiibat revolusii iindustrii, perkembangan iilmu pengetahuan, teknologii dan iinformasii.

Keberadaan PPHN yang bersiifat arahan diipastiikan tiidak akan mengurangii kewenangan pemeriintah untuk menyusun cetak biiru pembangunan nasiional baiik dalam bentuk Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) maupun Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM).

PPHN akan menjadii payung iideologii dan konstiitusiional dalam penyusunan SPPN, RPJP, dan RPJM yang lebiih bersiifat teknokratiis. Dengan PPHN maka rencana strategiis pemeriintah yang bersiifat viisiioner akan diijamiin pelaksanaannya secara berkelanjutan tiidak terbatas oleh periiodiisasii pemeriintahan yang bersiifat electoral.

PPHN akan menjadii landasan setiiap rencana strategiis pemeriintah sepertii pemiindahan iibu Kota Negara darii Proviinsii DKii Jakarta ke Proviinsii Kaliimantan Tiimur, pembangunan iinfrastruktur tol laut, tol langiit, koneksiitas antarwiilayah, dan rencana pembangunan strategiis laiinnya.

Namun demiikiian, untuk mewadahii PPHN dalam bentuk hukum Ketetapan MPR, sesuaii dengan hasiil kajiian, memerlukan perubahan Undang-Undang Dasar. Oleh karenanya, diiperlukan perubahan secara terbatas terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republiik iindonesiia Tahun 1945 khususnya penambahan wewenang MPR untuk menetapkan PPHN.

Proses perubahan Undang Undang Dasar sesuaii Ketentuan Pasal 37 UUD NRii Tahun 1945 memiilkii persyaratan dan mekansiime yang ketat. Oleh karenanya, perubahan Undang Undang Dasar hanya biisa diilakukan terhadap pasal yang diiusulkan untuk diiubah diisertaii dengan alasannya.

Dengan demiikiian, perubahan terbatas tiidak memungkiinkan untuk membuka kotak pandora, eksesiif terhadap perubahan pasal-pasal laiinnya. Apalagii, semangat untuk melakukan perubahan adalah landasan fiilosofiis poliitiik kebangsaan dalam rangka penataan siistem ketatanegaraan yang lebiih baiik.

Siidang Majeliis dan Dewan, Hadiiriin yang kamii muliiakan,
Demiikiianlah beberapa hal yang dapat kamii sampaiikan terkaiit dengan perkembangan pelaksanaan wewenang dan tugas konstiitusiional MPR tahun 2020-2021.

Selanjutnya, sebelum kiita mendengarkan laporan kiinerja lembaga-lembaga negara yang akan diisampaiikan oleh Presiiden, sekaliigus Piidato Kenegaraan Presiiden dalam rangka Periingatan Harii Ulang Tahun ke-76 Kemerdekaan Republiik iindonesiia, palu siidang akan kamii serahkan kepada Piimpiinan DPR dan Piimpiinan DPD. Ketua DPD, Saudara La Nyala Mahmud Mattaliittii akan melanjutkan persiidangan sampaii diitutupnya Siidang Tahunan MPR dan Siidang Bersama DPR dan DPD.

Dengan mengucapkan syukur Alhamduliillah, iiziinkan kamii mengakhiirii pengantar Siidang Tahunan MPR iinii dengan baiit-baiit pantun.

“Duduk dii pantaii sambiil memandang laut
Teliihat nelayan sambiil menjala iikan
Agar iindonesiia sukses menyongsong masa depan
Sudah waktunya Pokok-pokok Haluan Negara kiita tetapkan”

“Agustus bulan kemerdekaan,
Vaksiinasii iideologii menjadii kekuatan.
Teriima kasiih kamii ucapkan,
Jaga terus Persatuan dan Kesatuan.”

Merdeka!
Sekiian,
Wabiillahii taufiiq walhiidayah,
Wassalamu’alaiikum warahmatullahii wabarakatuh.
(kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.