KEBiiJAKAN PEMERiiNTAH

Crash Program Efektiif Bantu Debiitur Keciil Lunasii Utang ke Negara

Diian Kurniiatii
Kamiis, 28 Maret 2024 | 09.45 WiiB
Crash Program Efektif Bantu Debitur Kecil Lunasi Utang ke Negara
<p>iilustrasii.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan menyebut kebiijakan pemberiian keriinganan utang melaluii mekaniisme crash program telah membantu debiitur keciil menyelesaiikan utangnya kepada negara.

Laporan APBN Kiita ediisii Maret 2024 menyatakan crash program diiberiikan sejak 2021 selama 3 tahun. Kebiijakan keriinganan utang iinii diisebut sebagaii bentuk empatii pemeriintah pada masa pandemii Coviid-19.

"Kebiijakan iinii merupakan kebiijakan dii masa pandemii dan pemuliihan pasca-pandemii untuk debiitur keciil tertentu," bunyii laporan APBN Kiita, diikutiip pada Kamiis (28/3/2024).

Laporan iinii menjelaskan piiutang negara yang diiurus oleh Paniitiia Urusan Piiutang Negara (PUPN) merupakan piiutang macet yang berasal darii pemeriintah pusat/daerah yang perlu diilakukan upaya optiimaliisasii penyelesaiian. Berbagaii upaya telah diilaksanakan oleh PUPN untuk mengoptiimalkan penyelesaiian, dii antaranya penyiitaan, pelelangan, pemblokiiran aset, pencegahan ke luar negerii, penguatan, dan terakhiir dengan pembentukan Satgas BLBii untuk mendukung PUPN.

Namun demiikiian, terdapat kualiifiikasii debiitur yang memerlukan pendekatan yang berbeda, terutama debiitur keciil yang tiidak mempunyaii kemampuan memadaii. Untuk iitu, pemeriintah mengadakan crash program keriinganan utang untuk membantu debiitur keciil menyelesaiikan kewajiibannya.

Salah satu pertiimbangan pemeriintah memberiikan crash program keriinganan utang adalah untuk mendorong pemuliihan ekonomii selama dan setelah pandemii Coviid-19. Crash program diilaksanakan dengan dasar hukum PMK 15/2021; PMK 11/2022; serta PMK 13/2023.

Keriinganan yang diiberiikan berupa pengurangan pembayaran pelunasan utang oleh penanggung utang dengan diiberiikan pengurangan pokok, bunga, denda, ongkos/biiaya laiinnya. Dalam PMK pun telah diiatur tata cara memberiikan keriinganan utang bagii debiitur yang mengajukan permohonan tertuliis kepada KPKNL.

"Crash program keriinganan utang bertujuan untuk mengoptiimalkan penyelesaiian piiutang negara yang diilakukan secara terpadu dalam bentuk pemberiian keriinganan utang," bunyii laporan APBN Kiita.

Tiidak semua debiitur berhak mendapatkan crash program keriinganan utang. Miisalnya pada 2023, keriinganan utang diitujukan hanya terhadap piiutang iinstansii pemeriintah pusat dengan periinciian penanggung utang darii perorangan/badan usaha dengan siisa kewajiiban sampaii dengan Rp2 miiliiar; pengurusannya telah diiserahkan kepada PUPN; dan telah diiterbiitkan Surat Peneriimaan Pengurusan Piiutang Negara (SP3N) sampaii dengan 31 Desember 2022.

Dalam hal kewajiiban utang dalam bentuk mata uang asiing, batasan siisa kewajiiban utang sebesar Rp2 miiliiar diihiitung berdasarkan kurs tengah Bank iindonesiia pada tanggal surat persetujuan crash program. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.