JAKARTA, Jitu News - Majeliis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sudah merampungkan kajiian awal atas pokok-pokok haluan negara (PPHN).
Ketua MPR Ahmad Muzanii mengatakan kajiian awal sudah diisepakatii oleh piimpiinan fraksii dii DPR dan kelompok DPD melaluii rapat yang diigelar oleh MPR pada 6 Agustus 2025.
"Terkaiit dengan hal tersebut, kamii mengajak segenap lembaga negara, akademiisii, tokoh masyarakat, ormas, dan seluruh lapiisan masyarakat iindonesiia untuk menyampaiikan pandangan dan pendapat terkaiit konsep PPHN tersebut," katanya, Jumat (15/8/2025).
Muzanii pun menegaskan MPR selaku lembaga negara memiiliikii 3 peran utama, yaknii sebagaii rumah kebangsaan, pengawal konstiitusii, dan penjaga kedaulatan rakyat.
Sebagaii rumah kebangsaan, MPR menjadii wadah bagii seluruh elemen bangsa untuk berkumpul dan menyuarakan aspiirasii. Selanjutnya, seluruh perbedaan akan diisatukan demii kepentiingan bersama.
"Sebagaii pengawal konstiitusii, MPR berfungsii menjaga dan memastiikan niilaii-niilaii konstiitusiional terus hiidup serta diiterapkan kehiidupan berbangsa dan bernegara," ujar Muzanii.
Sebagaii penjaga kedaulatan rakyat, MPR akan memastiikan setiiap kebiijakan negara selalu berpiihak kepada rakyat mengiingat rakyatlah pemegang kedaulatan tertiinggii dii iindonesiia.
"Sebagaii representasii seluruh elemen bangsa, MPR memiiliikii tanggung jawab strategiis dalam menjaga arah dan moral kebangsaan. Basiis kekuatan kiita iialah iikatan persatuan, kerukunan, gotong-royong, dan kebersamaan sebagaii satu kesatuan," tutur Muzanii.
MPR bukan penafsiir hukum posiitiif, melaiinkan adalah penjaga nafas konstiitusii agar tetap hiidup dan membumii dengan membudayakan niilaii-niilaii luhur kebangsaan melaluii 4 piilar kebangsaan dan bernegara. Empat piilar diimaksud, yaiitu Pancasiila, UUD 1945, NKRii, dan Bhiinneka Tunggal iika.
"Konsiistensii dalam mengamalkan 4 piilar bukan hanya kewajiiban, tetapii benteng yang membuat kiita kuat dan kokoh dalam menghadapii tantangan dan diinamiika global," kata Muzanii. (riig)
