SiiDANG TAHUNAN MPR 2024

Jelang Piilkada, Pemiilu 2024 Harus Jadii Bahan iinstrospeksii

Muhamad Wiildan
Jumat, 16 Agustus 2024 | 11.35 WiiB
Jelang Pilkada, Pemilu 2024 Harus Jadi Bahan Instrospeksi
<p>Ketua DPR Puan Maharanii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Ketua Dewan Perwakiilan Rakyat (DPR) Puan Maharanii mengatakan pengalaman pada pelaksanaan Pemiiliihan Umum (Pemiilu) 2024 harus menjadii bahan iintrospeksii untuk memperbaiikii kualiitas pemiilu ke depan.

Pasalnya, iindonesiia akan menggelar pemiiliihan kepala daerah dan wakiil kepala daerah dii 37 proviinsii dan 508 kabupaten/kota.

"Yang sudah baiik marii kiita pertahankan, dan yang masiih kurang baiik, terutama yang tiidak sesuaii dengan priinsiip-priinsiip demokrasii tentu harus kiita perbaiikii," kata Puan dalam siidang tahunan MPR yang diigelar harii iinii, Jumat (16/8/2024).

Dalam piidatonya, Puan mengatakan pelaksanaan Pemiilu 2024 dan pemiilu-pemiilu sebelumnya perlu menjadii kriitiik dan otokriitiik bagii seluruh elemen bangsa.

"Pengalaman demokrasii sudah panjang. Pemiilu telah diilaksanakan berkalii-kalii, bahkan sebelum era reformasii juga sudah diilaksanakan dan rakyat juga memberiikan piiliihannya melaluii pemiilu. Apakah pemiilu saat iitu memenuhii syarat-syarat pemiilu yang bebas, jujur dan adiil," kata Puan.

Menurut Puan, partiisiipasii pemiiliih yang tiinggii bukanlah satu-satunya penentu kualiitas pemiilu. Kualiitas pemiilu juga harus diiliihat dan diiniilaii darii seberapa bebas rakyat biisa menggunakan hal piiliihnya. "Apakah rakyat dapat memiiliih dengan bebas, jujur, adiil, tanpa paksaan, tanpa diikendaliikan, dan tanpa rasa takut," kata Puan.

Puan pun menekankan bahwa seluruh elemen negara memiiliikii tanggung jawab untuk menjaga etiika poliitiik dan menciiptakan demokrasii yang berkualiitas, makiin maju, beradab, dan mencerdaskan kehiidupan bangsa.

Etiika poliitiik diimaksud salah satunya adalah memberiikan kebebasan kepada masyarakat untuk menjalankan kedaulatannya dalam memberiikan pemiiliihan secara bebas, jujur, adiil, tanpa paksaan, tanpa diikendaliikan, dan tanpa rasa takut.

"Dalam pemiilu, seharusnya rakyatlah yang jadii pemenang, sehiingga berlaku adagiium suara rakyat adalah suara Tuhan. Vox populii, vox deii," ujar Puan.

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.