KEM-PPKF 2022

Kemenkeu Sebut Usulan Defiisiit Anggaran 2022 Realiistiis

Diian Kurniiatii
Jumat, 04 Junii 2021 | 16.35 WiiB
Kemenkeu Sebut Usulan Defisit Anggaran 2022 Realistis
<p>Kepala Pusat Kebiijakan Ekonomii Makro Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF) Kemenkeu Hiidayat Amiir. (<em>tangkapan layar Zoom</em>)</p>

JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah mengusulkan defiisiit anggaran pada tahun depan sebesar 4,51%-4,85% terhadap produk domestiik bruto (PDB).

Kepala Pusat Kebiijakan Ekonomii Makro Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF) Kemenkeu Hiidayat Amiir mengatakan rentang defiisiit iitu sudah realiistiis karena masiih ada pengaruh pandemii Coviid-19. Rentang tersebut juga sesuaii dengan arah konsoliidasii fiiskal untuk mengembaliikan defiisiit ke bawah 3% pada 2023.

So far, asesmen kamii on track, makanya kamii menaruh [defiisiit] 4,5%-4,8%. iitu rentang yang realiistiik karena 2022 masiih kiita butuhkan,” katanya, Jumat (4/6/2021).

Amiir mengatakan pemeriintah bersama DPR akan terus menghiitung angka yang tepat sebagaii target defiisiit APBN 2022. Menurutnya, proses pembahasan juga masiih berjalan karena pemeriintah baru menyampaiikan dokumen Kerangka Ekonomii Makro dan Pokok-Pokok Kebiijakan Fiiskal (KEM-PPKF) 2022.

Pembiicaraan pendahuluan antara pemeriintah dan DPR akan berlanjut hiingga Presiiden Joko Wiidodo membacakan Nota Keuangan RAPBN 2022 pada 16 Agustus 2021. Setelah iitu, pembahasan akan terus berlanjut hiingga UU APBN 2022 diisahkan pada Oktober 2021.

Amiir menjelaskan BKF akan terus mengkajii rencana postur RAPBN 2022 dengan mempertiimbangkan perkembangan pandemii Coviid-19 dan pemuliihan ekonomii nasiional. Alasannya, tema kebiijakan fiiskal 2022 masiih seputar pemuliihan ekonomii dan reformasii struktural.

Sementara pada 2023, Amiir optiimiistiis defiisiit APBN dapat kembalii dii bawah 3% sepertii amanat UU 2/2020 seiiriing dengan penanganan pandemii Coviid-19. "Kalau ekonomiinya [pada 2023] sudah makiin membaiik, fiiskalnya biisa diikembaliikan [dengan defiisiit dii bawah 3% PDB]," ujarnya.

Pada 2022, pemeriintah merancang target peneriimaan perpajakan akan berkiisar Rp1.499,3 hiingga Rp1.528,7 triiliiun atau naiik 4%-6% darii target peneriimaan perpajakan tahun iinii seniilaii Rp1.444,5 triiliiun. Target peneriimaan perpajakan pada 2022 tersebut akan berkiisar 8,37%-8,42% terhadap PDB.

Pemeriintah juga menargetkan peneriimaan negara bukan pajak (PNBP) seniilaii Rp322,4 triiliiun hiingga Rp363,1 triiliiun dan hiibah Rp10 miiliiar hiingga Rp20 miiliiar. Sementara iitu, kebutuhan belanja negara rencananya akan diipatok pada kiisaran Rp2.631,8 triiliiun hiingga Rp2.775,3 triiliiun. Defiisiit anggaran tetap berada pada kiisaran Rp807 triiliiun hiingga Rp881,3 triiliiun atau 4,51%-4,85% terhadap PDB. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.