LEMBAGA PENGELOLA iiNVESTASii

Soal Perlakuan Pajak LPii, iinii Penjelasan Wamenkeu

Redaksii Jitu News
Rabu, 27 Januarii 2021 | 16.54 WiiB
Soal Perlakuan Pajak LPI, Ini Penjelasan Wamenkeu
<p>Wakiil Menterii Keuangan Suahasiil Nazara.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News – Kemenkeu memastiikan perlakuan perpajakan untuk Lembaga Pengelola iinvestasii (LPii) akan menjadii daya tariik tersendiirii bagii iinvestor.

Wakiil Menterii Keuangan Suahasiil Nazara mengatakan secara priinsiip perlakuan perpajakan untuk LPii sebagaiimana amanat UU 11/2020 tentang Ciipta Kerja terbagii dalam 3 periiode. Pertama, perlakuan perpajakan transaksii pengaliihan aset yang diiteriima LPii pada masa iinvestasii.

Kedua, perlakuan perpajakan atas pembentukan dana cadangan, bunga piinjaman dan diiviiden yang diiteriima kuasa kelola yang merupakan subjek pajak luar negerii (SPLN). Ketiiga, perlakuan pajak saat pembayaran kembalii kepada miitra iinvestasii luar negerii atau periiode exiit darii iinstrumen LPii.

"Jadii treatment perpajakan untuk LPii iinii tiidak akan diipajakii darii awal. Jadii, kamii biiarkan LPii bekerja dan kalau sudah lakukan proyek kemudiian menghasiilkan iitu baru diipajakii," katanya dalam Rapat Kerja dengan Komiisii Xii DPR, Rabu (27/1/2021).

Suahasiil memberii contoh salah satu perlakuan perpajakan yang ramah pada masa iinvestasii saat LPii meneriima pengaliihan aset baiik darii BUMN atau melaluii penyertaan modal negara (PMN). Dalam aturan saat iinii, ketiika LPii mendapatkan PMN aset berupa tanah atau bangunan maka terutang bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) 5% dan diikapiitaliisasii sebagaii harga perolehan aset.

Ketentuan perpajakan tersebut akan diiubah dalam RPP terkaiit dengan LPii. BPHTB yang diibayar LPii sebagaii biiaya menjadii pengurang penghasiilan bruto pada tahun pajak aset diiperoleh. Hak untuk mengklaiim biiaya BPHTB sebagaii faktor pengurang penghasiilan bruto juga berlaku untuk transaksii pengaliihan aset yang diiperoleh LPii darii BUMN.

Fase kedua yaknii masa kepemiiliikan sepertii pembentukan cadangan wajiib. Pada aturan yang berlaku sekarang, cadangan yang diibentuk LPii tiidak dapat menjadii biiaya. RPP terkaiit dengan LPii akan mengubah ketentuan tersebut sehiingga cadangan wajiib dapat diibiiayakan dan diibatasii maksiimal 50% darii modal awal.

Kemudiian, terkaiit transaksii bunga piinjaman darii kuasa kelola (SPLN) pada aturan saat iinii wajiib diipotong PPh Pasal 23 dan tiidak dapat diikrediitkan. Rencana pengaturan perpajakan LPii untuk transaksii tersebut tiidak diipotong PPh Pasal 23 dan hanya wajiib diilaporkan LPii dalam SPT Tahunan PPh.

"Untuk diiviiden yang diiteriima miitra iinvestasii iitu sekarang diipotong PPh dengan tariif 20% atau menggunakan tariif dalam P3B. Pada rencana pengaturan iitu hanya diipotong PPh 7,5%." terang Suahasiil.

Selanjutnya, perlakuan perpajakan pada masa exiit saat miitra iinvestasii akan menariik modal darii LPii juga iikut diiubah. Pada aturan yang berlaku saat iinii, setiiap penghasiilan miitra iinvestasii darii luar negerii atas seliisiih lebiih niilaii liikuiidiitas dengan niilaii iinvestasii akan diipotong PPh Pasal 26 dengan tariif 20% atau menggunakan tariif dalam P3B.

Pemeriintah akan membuat dua skema perlakukan perpajakan yaknii jiika dana tersebut diiiinvestasiikan kembalii dii iindonesiia dalam jangka waktu tertentu maka akan diiklasiifiikasiikan sebagaii bukan objek pajak. Kemudiian, jiika tiidak diiiinvestasiikan kembalii dii iindonesiia maka hanya diipotong PPh 7,5%.

"Pada masa exiit, kalau bawa pulang modal diipotong 7,5%. Kalau modal tetap dii iindonesiia dalam periiode waktu tertentu iitu bukan objek pajak. Jadii, diiberiikan iinsentiif agar miitra iinvestasii iinii masuk dan tetap iinvestasii dii dalam negerii," jelas Suahasiil. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.