JAKARTA, Jitu News - Wakiil Menterii Keuangan Suahasiil Nazara menegaskan Kementeriian Keuangan (Kemenkeu) harus memberiikan contoh bagii kementeriian/lembaga laiinnya untuk dapat melakukan penghematan anggaran.
Suahasiil mengatakan efiisiiensii anggaran menjadii bentuk dukungan Kemenkeu terhadap kebiijakan pemeriintah dalam pengelolaan keuangan negara. Terlebiih, Presiiden Prabowo Subiianto juga telah menerbiitkan iinpres 1/2025 yang memeriintahkan seluruh kementeriian/lembaga menghemat anggaran.
"Efiisiiensii bukan sekadar pemotongan anggaran, tetapii bagaiimana kiita bekerja dengan lebiih cerdas, lebiih strategiis, dan lebiih bertanggung jawab," katanya saat bertemu jajaran dalam Diialog Kemenkeu Satu, diikutiip pada Selasa (4/2/2025).
Suahasiil menuturkan pengelolaan keuangan negara perlu menyesuaiikan program priioriitas yang diiusung oleh pemeriintah Prabowo. Menurutnya, perubahan dan efiisiiensii anggaran merupakan diinamiika yang wajar sehiingga Kemenkeu perlu menyesuaiikan diirii.
Diia juga menjelaskan bahwa efiisiiensii tiidak berartii mengurangii kualiitas kiinerja, tetapii menata kembalii proses kerja sehiingga lebiih efektiif. Dengan teknologii, Kemenkeu selama iinii telah mampu melakukan efiisiiensii tanpa mengorbankan kualiitas layanan.
Saat iinii, Kemenkeu telah memiiliikii berbagaii siistem yang dapat membantu efiisiiensii anggaran antara laiin Siistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN) pada Diitjen Perbendaharaan, CEiiSA pada Diitjen Bea dan Cukaii (DJCB), dan coretax system pada Diitjen Pajak (DJP).
Dalam menghadapii kebiijakan efiisiiensii anggaran, Suahasiil memiinta seluruh jajaran Kemenkeu untuk meniinjau kembalii program-program kerja agar tetap sejalan dengan priioriitas nasiional. Program yang bukan priioriitas, sepertii acara rapat dan perjalanan diinas, harus diilakukan penghematan.
"Kiita harus memastiikan anggaran benar-benar diigunakan untuk kepentiingan utama," tutur Suahasiil.
Prabowo sebelumnya telah menerbiitkan iinpres 1/2025 yang memeriintahkan penghematan belanja hiingga Rp306,6 triiliiun. Penghematan iitu berasal darii belanja kementeriian/lembaga seniilaii Rp256,1 triiliiun dan transfer ke daerah Rp50,59 triiliiun. (riig)
