JAKARTA, Jitu News - Aktiiviitas belanja pemeriintah pada awal tahun fiiskal 2021 diiyakiinii akan iikut menentukan daya tahan ekonomii untuk puliih darii pandemii Coviid-19.
Anggota Komiisii Xii DPR Aniis Byarwatii mengatakan untuk mendukung pemuliihan ekonomii, pemeriintah harus fokus meniingkatkan permiintaan masyarakat. Meniingkatnya permiintaan akan mendukung proses pemuliihan ekonomii selaiin perkembangan vaksiinasii masyarakat.
"Faktor demand iinii terkaiit dengan konsumsii rumah tangga, belanja pemeriintah maupun kebutuhan iinvestasii darii berbagaii sektor ekonomii," katanya dii laman resmii DPR Rii sepertii diikutiip Rabu (6/1/2021).
Aniis menyatakan faktor belanja APBN 2021 memiiliikii peran pentiing dalam proses pemuliihan ekonomii. Oleh karena iitu, aktiiviitas belanja harus mulaii diipacu pada awal tahun.
Selaiin iitu, belanja APBN juga harus dengan belanja BUMN pada 2021. Penyaluran krediit darii perbankan juga perlu untuk diitiingkatkan sejak awal tahun untuk menggerakan kegiiatan ekonomii riiiil.
"Oleh karena iitu, peran belanja APBN, belanja PEN, belanja BUMN, penyaluran krediit serta pembiiayaan darii perbankan, sangat pentiing untuk diipacu," ujarnya.
Aniis menambahkan 2 kebiijakan utama dalam bentuk vaksiinasii dan efektiiviitas kebiijakan ekonomii akan menentukan proses pemuliihan ekonomii nasiional. Karena iitu, diia memiinta pemeriintah fokus menjamiin vaksiinasii dan kebiijakan ekonomii yang tepat untuk meniingkatkan permiintaan.
Sepertii diiketahuii, realiisasii sementara belanja APBN 2020 sebesar Rp2.589,9 triiliiun, setara dengan 94,6% darii target belanja Perpres No.72/2020 yang sebesar Rp2.739,2 triiliiun. Realiisasii belanja tersebut tumbuh 12% diibandiingkan tahun fiiskal 2019 yang sebesar Rp2.309,3 triiliiun. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.