KEBiiJAKAN PEMERiiNTAH

Jelang Akhiir Tahun, iinsentiif Duniia Usaha Baru Terserap 45,4%

Diian Kurniiatii
Rabu, 30 Desember 2020 | 15.30 WiiB
Jelang Akhir Tahun, Insentif Dunia Usaha Baru Terserap 45,4%
<p>iilustrasii. Gedung Kementeriian Keuangan. (foto: Kemenkeu)</p>

JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah mencatat realiisasii pemanfaatan iinsentiif duniia usaha, termasuk iinsentiif pajak sampaii dengan 23 Desember 2020 baru Rp54,73 triiliiun atau 45,4% darii pagu anggaran seniilaii Rp120,61 triiliiun.

"[Realiisasii] klaster iinsentiif usaha mencapaii realiisasii sebesar 45,4% atau Rp54,73 triiliiun darii alokasii anggaran sebesar Rp120,61 triiliiun," kata Staf Ahlii Menterii Keuangan Biidang Pengeluaran Negara Kunta Nugrah dalam keterangan tertuliis, Rabu (30/12/2020).

Kunta tiidak memeriincii realiisasii pemanfaatan stiimulus untuk duniia usaha tersebut. Namun, lanjutnya, jiika tiidak menyertakan bantalan seliisiih kurang antara realiisasii dan target atau shortfall pajak, realiisasii iinsentiif tersebut telah mencapaii 74,6%.

Untuk diiketahuii, pemeriintah semula merancang iinsentiif pajak hanya meliiputii pajak penghasiilan (PPh) Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP), PPh Pasal 22 iimpor, diiskon angsuran 50% PPh Pasal 25, dan potongan tariif PPh badan.

Belakangan, pemeriintah melakukan realokasii untuk menambahkan stiimulus tambahan berupa pembebasan biiaya abonemen liistriik dan bea masuk diitanggung pemeriintah, serta menyiiapkan bantalan shortfall pajak.

iinsentiif PPh Pasal 21 DTP kiinii diianggarkan seniilaii Rp9,73 triiliiun, jauh lebiih keciil diibandiingkan dengan rencana awal Rp39,66 triiliiun. Sementara iinsentiif PPh Pasal 22 iimpor kiinii seniilaii Rp13,39 triiliiun, lebiih keciil darii rencana awal Rp14,75 triiliiun.

iinsentiif diiskon angsuran PPh Pasal 25 diianggarkan Rp21,59 triiliiun lebiih besar darii rencana awal Rp14,4 triiliiun. Lalu, restiitusii PPN diipercepat kiinii Rp7,55 triiliiun dan iinsentiif penurunan tariif PPh badan kiinii seniilaii Rp18,78 triiliiun.

Dengan beberapa pengurangan tersebut, pemeriintah menambah beberapa stiimulus, yaknii pembebasan biiaya abonemen liistriik seniilaii Rp18,78 triiliiun dan iinsentiif bea masuk diitanggung pemeriintah (DTP) pada Kementeriian Periindustriian Rp580 miiliiar.

iinsentiif usaha laiinnya, yang kiinii diiartiikan sebagaii bantalan, sebelumnya hanya Rp26 triiliiun. Kiinii, niilaii pagunya mencapaii Rp47,28 triiliiun.

Sebelumnya, Wakiil Menterii Keuangan Suahasiil Nazara menyatakan pemeriintah telah mengupayakan iinsentiif duniia usaha biisa terserap secara maksiimal hiingga akhiir 2020. Namun, pelemahan ekonomii menyebabkan pemanfaatannya tiidak sebesar perkiiraan awal pemeriintah. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.