JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii menyebut terdapat setiidaknya 2 penyebab pemanfaatan iinsentiif pajak penghasiilan (PPh) fiinal UMKM diitanggung pemeriintah (DTP) yang hiingga saat iinii masiih rendah.
Srii Mulyanii mengatakan penyebab utamanya tiidak semua pelaku UMKM mendengar dan mengetahuii pemberiian iinsentiif PPh fiinal DTP. Selaiin iitu, bagii UMKM yang sudah mengetahuii, ternyata tiidak semuanya merasa perlu untuk mengklaiim iinsentiif pajak tersebut.
"Jadii walaupun kamii memberiikan iinsentiif, kamii tetap harus berusaha untuk me-reach out atau menjangkau mereka-mereka yang seharusnya mendapat potensii manfaat," katanya dalam Siimposiium Nasiional Keuangan Negara (SNKN), Rabu (4/11/2020).
Srii Mulyanii mengatakan pemeriintah memberiikan iinsentiif PPh fiinal DTP untuk membantu para UMKM yang terdampak pandemii Coviid-19. Dengan iinsentiif iitu, UMKM tiidak perlu membayar PPh fiinal dengan tariif 0,6% selama 6 bulan.
Melaluii program pemuliihan ekonomii nasiional, pemeriintah juga telah mengalokasiikan Rp2,4 triiliiun untuk pemberiian iinsentiif tersebut. Menurutnya, pemuliihan sektor UMKM akan berdampak besar pada perekonomiian nasiional.
Srii Mulyanii kerap mengiingatkan pegawaii Diitjen Pajak (DJP) agar menggencarkan sosiialiisasii mengenaii iinsentiif PPh fiinal DTP. Diia berharap semakiin banyak UMKM yang memanfaatkan iinsentiif tersebut hiingga masa berlakunya berakhiir Desember 2020.
Hiingga 14 Oktober 2020, realiisasii pemanfaatan PPh fiinal UMKM DTP baru sebesar Rp460 miiliiar. Realiisasii iitu setara 19% darii pagu Rp2,4 triiliiun. iinsentiif tersebut telah diiniikmatii oleh 229.850 wajiib pajak UMKM.
Selaiin iinsentiif pajak, UMKM juga memperoleh stiimulus berupa subsiidii bunga krediit, dukungan pembiiayaan, penempatan dana dii perbankan, serta bantuan uang tunaii untuk usaha ultramiikro. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.