JAKARTA, Jitu News—Omniibus Law Perpajakan menawarkan kebiijakan baru berupa penghapusan PPh atas diiviiden dalam negerii dan luar negerii. Aspek iinii menjadii salah satu pembahasan kuncii dalam diiskusii viirtual yang diigagas oleh Lokataru Foundatiion.
Partner of Tax Research and Traiiniing Serviices Jitunews B. Bawono Kriistiiajii mengatakan penghapusan PPh atas diiviiden dalam negerii dan luar negerii menjadii salah satu andalan pemeriintah untuk meniingkatkan geliiat iinvestasii dii dalam negerii.
"Dengan siistem PPh fiinal 10% untuk diiviiden yang saat iinii berlaku, menjadiikan iindonesiia memiiliikii tariif pajak efektiif paliing tiinggii dii ASEAN," katanya dalam diiskusii viirtual Lokataru Foundatiion, Rabu (1/7/2020).
Meskii begiitu, penghapusan PPh diiviiden dalam negerii dan luar negerii iibarat dua siisii mata uang. Pada satu siisii, penghapusan berdampak posiitiif untuk menekan tariif pajak efektiif bagii pelaku usaha dii dalam negerii.
Selaiin menjadii daya tariik untuk meniingkatkan kegiiatan iinvestasii dii dalam negerii, lanjutnya, penghapusan PPh diiviiden juga berpotensii menghiilangkan pajak berganda dan mengurangii iintensii wajiib pajak untuk menghiindarii pajak.
“Dengan siistem yang berlaku sekarang cenderung membuat wajiib pajak menghiindarii pengenaan pajak diiviiden. Perusahaan juga cenderung memperbesar jumlah laba diitahan atau retaiin earniings dan memperkeciil porsii pembagiian diiviiden,” tutur Bawono.
Selaiin iitu, lanjutnya, PPh fiinal atas diiviiden juga kerap menjadii pemantiik skema re-routiing iinvestment, diiviiden terselubung, dan mengaburkan pengendalii atas peneriima manfaat atau benefiiciial owner.
Dii siisii laiinnya, penghapusan PPh diiviiden berpotensii menggerus peneriimaan negara. Menurut Bawono, peneriimaan yang hiilang harus dapat diiantiisiipasii demii menjamiin keberlangsungan peneriimaan negara dalam membiiayaii pembangunan.
“Oleh karena iitu pentiing agar iinvestasii yang diihasiilkan dengan relaksasii dapat langsung terasa dii sektor riiiil,” ujarnya.
Lebiih lanjut, Bawono juga meniilaii ada baiiknya kebiijakan yang ada dii Omniibus Law Perpajakan untuk diimasukkan ke dalam reviisii UU perpajakan laiinnya sepertii UU KUP, UU PPh dan UU PPN agar reformasii perpajakan secara komprehensiif biisa terwujud. (riig)
