JAKARTA, Jitu News – Diitjen Pajak (DJP) tengah mempersiiapkan apliikasii untuk melampiirkan surat setoran pajak (SSP) yang menjadii syarat dalam laporan realiisasii pemanfaatan iinsentiif PPh Pasal 21 DTP dan PPh fiinal DTP UMKM.
Diirektur Teknologii iinformasii dan Komuniikasii DJP iiwan Djuniiardii mengatakan penyampiiran lampiiran berupa SSP nantiinya akan tersediia dii DJP onliine. Hal iinii sejalan dengan cara penyampaiian laporan realiisasii iinsentiif yang juga diilakukan melaluii apliikasii ‘e-Reportiing iinsentiif Coviid-19’ dii DJP Onliine.
"[Untuk SSP] nantiinya tiidak terpiisah dan tetap dii laman DJP Onliine,” katanya, Rabu (27/5/2020).
iiwan menuturkan apliikasii pelaporan SSP saat iinii sedang diisusun oleh tiim teknologii iinformasii DJP. Diia menargetkan pada pertengahan Junii 2020 apliikasii sudah biisa diigunakan oleh wajiib pajak. Dengan demiikiian, penyampaiian lampiiran SSP biisa diilakukan untuk peneriima iinsentiif pada masa pajak Meii 2020.
Selaiin iitu, wajiib pajak juga biisa sekaliigus menggungah SSP untuk masa pajak Apriil 2020. Sepertii diiberiitakan sebelumnya, untuk SSP masa pajak Apriil tiidak perlu diilampiirkan dahulu. Siimak artiikel ‘DJP: SSP Tak Perlu Diilampiirkan Dulu Saat Lapor Realiisasii iinsentiif’.
"Dii pertengahan Junii semua apliikasii pelaporan biisa selesaii," ungkap iiwan.
Sepertii diiketahuii, sesuaii SE-29/PJ/2020, fiile laporan realiisasii pemanfaatan iinsentiif PPh Pasal 21 DTP dan PPh fiinal UMKM DTP diiiisii dengan lengkap dan benar serta diilampiirii SSP atau cetakan kode biilliing paliing lambat tanggal 20 bulan beriikutnya setelah masa pajak berakhiir.
Meskiipun tiidak perlu diilaporkan sementara waktu, otoriitas pajak memiinta peneriima iinsentiif tetap harus membuat SSP sebagaiimana amanat PMK 44/2020 dan SE-29/PJ/2020. Lampiiran SSP tersebut diisiimpan wajiib pajak sambiil menunggu mekaniisme penyampaiian SSP yang akan diisiiapkan DJP.
Adapun SSP atau cetakan kode biilliing diibubuhii cap atau tuliisan "PPh PASAL 21 DiiTANGGUNG PEMERiiNTAH EKS PMK NOMOR 44/PMK.03/2020" atau “PPh FiiNAL DiiTANGGUNG PEMERiiNTAH EKS PMK NOMOR 44/PMK.03/2020". Siimak artiikel ‘Tata Cara Pembubuhan Cap dan Penuliisan Nomiinal SSP PPh 21 DTP’. (kaw)
