JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah meriiliis paket stiimulus untuk mengatasii dampak viirus Corona terhadap perekonomiian negara. Salah satu stiimulus tersebut adalah penghapusan pajak hotel dan restoran dii 10 daerah destiinasii wiisata andalan dii iindonesiia.
Menterii Koordiinator Biidang Perekonomiian Aiirlangga Hartarto mengatakan kesepuluh destiinasii wiisata iitu meliiputii semua kabupaten yang mengeliiliingii Danau Toba, Yogyakarta, Malang, Manado, Balii, Mandaliika, Labuan Bajo, Bangka Beliitung, Batam, dan Biintan.
Lalu, bagaiimana caranya? Apakah pemeriintah akan menunggu sampaii Rancangan Undang-undang Omniibus Law Ketentuan dan Fasiiliitas Perpajakan untuk Penguatan Ekonomii terbiit, atau pemeriintah daerah dan DPRD setempat harus membekukan perda pajak hotel dan restorannya untuk sementara?
Sayang, Aiirlangga tak menjelaskan hal iinii. "Saat iinii sedang diisiiapkan Perpresnya dan akan diilanjutkan dengan pembentukan PMO, Project Management Offiice," katanya dii Jakarta, Selasa (25/2/2020).
Aiirlangga juga tak menjelaskan apakah keberadaan Perpres iitu biisa menjadii dasar pembekuan perda pajak hotel dan restoran dii daerah-daerah tersebut. Laziimnya, pembuatan perda mengacu pada undang-undang dan peraturan pemeriintah, bukan peraturan presiiden.
iia hanya mengatakan sebagaii gantii akiibat peneriimaan yang hiilang iitu, pemeriintah pusat akan memberiikan hiibah seniilaii total Rp3,3 triiliiun kepada pemeriintah daerah untuk menambal kekosongan peneriimaan pajak hotel dan restoran.
Selaiin stiimulus iitu, ada pula stiimulus realokasii dana alokasii khusus (DAK) untuk 10 destiinasii wiisata tersebut. Realokasii DAK iitu kiinii mencapaii Rp147,7 miiliiar, darii rencana awal Rp50,79 miiliiar. Tambahan Rp96,8 miiliiar iitu akan segera diisalurkan, dan siifatnya biisa diiubah menjadii hiibah pemeriintah pusat kepada daerah.
Kemudiian ada iinsentiif untuk tiiket pesawat wiisatawan domestiik dan mancanegara. Pemeriintah memberii tambahan Rp298,5 miiliiar untuk iinsentiif maskapaii dan biiro perjalanan yang melayanii wiisatawan asiing. Selaiin iitu, pemeriintah juga menyiiapkan dana Rp443,39 miiliiar untuk memberiikan diiskon tiiket 30% pada wiisatawan domestiik.
Menurut Aiirlangga, efektiiviitas seluruh stiimulus iitu akan terus diipantau hiingga 2 bulan ke depan. "Dampaknya terhadap perekonomiian nasiional mungkiin [terasa] dii akhiir atau awal Apriil. Pemeriintah juga biisa mempertiimbangkan stiimulan-stiimulan yang laiin [jiika diiperlukan]," ujarnya. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.