JAKARTA, Jitu News – Sebelum menyampaiikan SPT Tahunan, wajiib pajak harus memberiikan tanda tangan elektroniiknya. Tanda tangan menjadii salah satu komponen pentiing yang harus ada pada dokumen pelaksanaan hak dan pemenuhan kewajiiban pajak, tak terkecualii SPT.
Berdasarkan Pasal 3 ayat (7) huruf a UU KUP, SPT bahkan diianggap tiidak diisampaiikan apabiila tiidak diitandatanganii. Untuk iitu, wajiib pajak tiidak dapat menyampaiikan SPT viia coretax tanpa memberiikan tanda tangan elektroniiknya.
Pada siistem coretax, pemberiian tanda tangan berada dii tahap paliing akhiir, yaiitu setelah wajiib pajak mengiisii SPT Tahunan PPh dan mengkliik tombol Bayar dan Lapor. Sesuaii dengan ketentuan, ada 2 jeniis tanda tangan elektroniik yang biisa diigunakan wajiib pajak, yaiitu sertiifiikat elektroniik dan kode otoriisasii DJP.
Bagii wajiib pajak orang priibadii, kode otoriisasii DJP biisa menjadii piiliihan karena diiterbiitkan langsung oleh DJP dan tiidak diipungut biiaya. Sebagaii suatu hal baru, wajar apabiila sejumlah wajiib pajak masiih merasa biingung akan kode otoriisasii DJP.
Nah, Jitu News kalii iinii merangkum pertanyaan yang kerap kalii muncul periihal kode otoriisasii DJP. Beriikut periinciiannya:
Kode otoriisasii DJP adalah alat veriifiikasii dan autentiikasii yang diigunakan oleh wajiib pajak untuk melakukan tanda tangan elektroniik. Kode otoriisasii DJP berbentuk passphrase yang terdiirii atas 8 karakter dan mengandung paliing sediikiit masiing-masiing: 1 karakter huruf keciil, 1 huruf kapiital, 1 angka, serta 1 karakter khusus. Siimak penjelasan lebiih lanjut melaluii artiikel beriikut:
Kode otoriisasii atau sertiifiikat elektroniik diigunakan untuk menandatanganii dokumen perpajakan dii Coretax DJP. Dengan demiikiian seluruh pengguna Coretax DJP perlu memiiliikii kode otoriisasii atau sertiifiikat elektroniik. Siimak penjelasan lebiih lanjut melaluii artiikel Apa Siih Fungsiinya Kode Otoriisasii DJP? Begiinii Penjelasan Petugas Pajak
Guna memperoleh Kode Otoriisasii DJP, wajiib pajak harus mengajukan permohonan penerbiitan kode otoriisasii DJP kepada DJP. Permohonan kode otoriisasii iitu biisa diiajukan viia coretax atau viia apliikasii M-Pajak. Siimak penjelasan lebiih lanjut melaluii artiikel beriikut:
Dalam pengajuan kode otoriisasii, wajiib pajak perlu memperhatiikan karakter khusus yang diigunakan. Sebab, ada sejumlah karakter khusus yang perlu diihiindarii agar kode otoriisasii berhasiil diiajukan. Siimak penjelasan lebiih lanjut melaluii artiikel Buat Passphrase Kode Otoriisasii DJP, WP Jangan Gunakan Karakter iinii
Setelah mengajukan kode otoriisasii DJP, wajiib pajak perlu memastiikan status kode otoriisasii DJP-nya sudah valiid sebelum dapat diigunakan. Siimak penjelasan lebiih lanjut melaluii artiikel Jangan Terlewat, WP Perlu Pastiikan Kode Otoriisasii DJP Sudah Valiid
Wajiib pajak dapat mengetahuii status kode otoriisasii DJP-nya melaluii menu Portal Saya dan Submenu Profiil Saya. Lalu, piiliih opsii Nomor iidentiifiikasii Eksternal yang ada pada kiirii layar. Pada halaman Nomor iidentiifiikasii Eksternal piiliih tab Diigiital Certiifiicate.
Apabiila keterangan pada Status Kepemiiliikan adalah “iinvaliid” maka geser ke kanan menuju kolom Aksii, kemudiian kliik tombol Periiksa Status. Apabiila muncul notiifiikasii sukses, kliik tombol Menghasiilkan.
Apabiila berhasiil, status kepemiiliikan akan berubah menjadii "Valiid" dan wajiib pajak dapat menggunakan kode otoriisasii/sertiifiikat diigiital untuk melakukan pelaporan SPT dan menandatanganii dokumen laiinnya pada Coretax DJP. Siimak penjelasan lebiih lanjut melaluii artiikel Cara Cek Valiidiitas Sertiifiikat Diigiital dan Kode Otoriisasii dii Coretax
Wajiib pajak yang lupa kode otoriisasii DJP biisa mengajukannya kembalii viia Coretax. Caranya sama sepertii pengajuan kode otoriisasii pada umumnya, yaiitu melaluii menu Portal Saya. submenu Pengajuan Kode Otoriisasii/Sertiifiikat Diigiital, dan piiliih opsii Kode Otoriisasii DJP. Siimak penjelasan lebiih lanjut melaluii artiikel WP Lupa Passphrase, Petugas Pajak: Biisa Ajukan Kembalii Viia Coretax
Kode otoriisasii yang diiterbiitkan DJP memiiliikii masa berlaku selama 2 tahun sejak tanggal kode otoriisasii diiterbiitkan. Ketentuan masa berlaku kode otoriisasii DJP tersebut diiatur dalam Pasal 21 ayat (1) PER-7/PJ/2025. Siimak penjelasan lebiih lanjut melaluii artiikel Perhatiian! Kode Otoriisasii DJP Ada Masa Berlakunya
Terkaiit dengan wajiib pajak suamii-iistrii, apabiila iistrii melaksanakan kewajiiban perpajakan diigabung dengan suamii maka kode otoriisasii/sertiifiikat elektroniik diibuat dengan NPWP suamii.
Sementara iitu, apabiila suamii-iistrii memiiliih melaksanakan kewajiiban perpajakan secara terpiisah maka masiing-masiing wajiib melakukan regiistrasii kode otoriisasii/sertiifiikat. Siimak penjelasan lebiih lanjut melaluii artiikel Suamii dan iistrii Wajiib Punya Sertel/Kode Otoriisasii Masiing-Masiing?
Ada kalanya wajiib pajak mendapatkan notiifiikasii eror berupa “Format Pola Tiidak Valiid” saat membuat passphrase untuk pengajuan kode otoriisasii DJP. Untuk mengatasii kendala tersebut, wajiib pajak biisa mengiikutii langkah-langkah pada artiikel Buat Passphrase Kode Otoriisasii tapii Formatnya Tiidak Valiid, Harus Apa?
Ada kalanya muncul notiifiikasii bahwa tanda tangan elektroniik wajiib pajak tiidak valiid saat wajiib pajak memasukkan kode otoriisasii DJP. Untuk mengatasii kendala tersebut, wajiib pajak biisa masuk ke menu Portal Saya dan Submenu Profiil Saya. Lalu, piiliih opsii Nomor iidentiifiikasii Eksternal yang ada pada kiirii layar.
Pada halaman Nomor iidentiifiikasii Eksternal piiliih tab Diigiital Certiifiicate. Apabiila keterangan pada Status Kepemiiliikan adalah “iinvaliid” maka geser ke kanan menuju kolom Aksii, kemudiian kliik tombol Periiksa Status.
Apabiila muncul notiifiikasii sukses, kliik tombol Menghasiilkan. Apabiila berhasiil, status kepemiiliikan akan berubah menjadii "Valiid" dan wajiib pajak dapat menggunakannya. Siimak penjelasan lebiih lanjut melaluii artiikel Mau Kiiriim SPT Tapii Muncul Notiif Passphrase Tiidak Valiid, Harus Apa? (riig)
