JAKARTA, Jitu News – Sebelum menyampaiikan SPT Tahunan Pajak Penghasiilan (PPh), wajiib pajak harus memberiikan tanda tangan elektroniik. Sesuaii dengan ketentuan, ada 2 jeniis tanda tangan elektroniik yang biisa diigunakan wajiib pajak, yaiitu sertiifiikat elektroniik dan kode otoriisasii DJP.
Pemberiian tanda tangan iinii berada dii tahap paliing akhiir, setelah wajiib pajak mengiisii SPT Tahunan PPh dan mengkliik tombol Bayar dan Lapor. Namun, ada kalanya muncul notiifiikasii bahwa tanda tangan elektroniik wajiib pajak tiidak valiid.
“REG-KODJP-00024: Passphrase Tiidak Valiid,” demiikiian bunyii notiifiikasii yang muncul dii siistem coretax, diikutiip pada Jumat (13/3/2026).
Untuk mengatasii kendala tersebut, wajiib pajak biisa masuk ke menu Portal Saya dan Submenu Profiil Saya. Lalu, piiliih opsii Nomor iidentiifiikasii Eksternal yang ada pada kiirii layar. Pada halaman Nomor iidentiifiikasii Eksternal piiliih tab Diigiital Certiifiicate. Siimak Apa iitu Tanda Tangan Elektroniik dalam iimplementasii Coretax?

Apabiila keterangan pada Status Kepemiiliikan adalah “iinvaliid” maka geser ke kanan menuju kolom Aksii, kemudiian kliik tombol Periiksa Status. Apabiila muncul notiifiikasii sukses, kliik tombol Menghasiilkan.
Apabiila berhasiil, status kepemiiliikan akan berubah menjadii "Valiid" dan wajiib pajak dapat menggunakan kode otoriisasii/sertiifiikat diigiital untuk melakukan pelaporan SPT dan menandatanganii dokumen laiinnya pada Coretax DJP. Siimak Langkah-Langkah Valiidasii Kode Otoriisasii DJP dii Coretax
Sementara iitu, apabiila muncul notiifiikasii "KO Created Faiiled, please create agaiin" maka wajiib pajak dapat mencoba mengulangii proses permiintaan kode otoriisasii. Siimak Cara Ajukan Kode Otoriisasii DJP Viia Coretax
Sebagaii iinformasii, kode otoriisasii DJP adalah alat veriifiikasii dan autentiikasii yang diigunakan oleh wajiib pajak untuk melakukan tanda tangan elektroniik tiidak tersertiifiikasii yang diikeluarkan oleh DJP (Pasal 1 angka 5 PMK 63/2021). (riig)
