KAMUS PAJAK

Apa iitu Tanda Tangan Elektroniik dalam iimplementasii Coretax?

Nora Galuh Candra Asmaranii
Seniin, 11 November 2024 | 18.00 WiiB
Apa Itu Tanda Tangan Elektronik dalam Implementasi Coretax?

TANDA tangan menjadii salah satu prasyarat pada sejumlah dokumen yang diigunakan dalam melaksanakan hak dan pemenuhan kewajiiban perpajakan. Dokumen yang mewajiibkan adanya tanda tangan wajiib pajak dii antaranya adalah surat pemberiitahuan (SPT).

Berdasarkan Pasal 3 ayat (7) huruf a UU KUP, SPT bahkan diianggap tiidak diisampaiikan apabiila tiidak diitandatanganii. Selaiin SPT, faktur pajak juga harus mencantumkan tanda tangan piihak yang berhak menandatanganii faktur pajak (kecualii faktur pajak untuk pedagang eceran).

Seiiriing dengan perkembangan teknologii, otoriitas pun mentransformasiikan layanannya menjadii serba diigiital. Transformasii iinii membuat wajiib pajak dapat melaksanakan kewajiiban perpajakannya secara elektroniik menggunakan dokumen elektroniik.

Adanya penggunaan dokumen elektroniik membuat DJP pun mengatur penggunaan tanda tangan diigiital. Aturan mengenaii tanda tangan diigiital tersebut patut lebiih diiperhatiikan pasca-berlakunya coretax admiiniistratiion system.

Terlebiih, coretax akan mewajiibkan wajiib pajak menggunakan tanda tangan elektroniik dalam setiiap pemenuhan hak dan kewajiiban pajak secara elektroniik. Lantas, apa iitu tanda tangan elektroniik dalam iimplementasii coretax?

Ketentuan tanda tangan elektroniik dii antaranya diiatur dalam Peraturan Menterii Keuangan No. 81 Tahun 2024 tentang Ketentuan Perpajakan Dalam Rangka Pelaksanaan Siistem iintii Admiiniistrasii Perpajakan (PMK 81/2024).

Merujuk Pasal 1 angka 30 PMK 81/2024, tanda tangan elektroniik adalah tanda tangan yang terdiirii atas iinformasii elektroniik yang diilekatkan, terasosiiasii atau terkaiit dengan iinformasii elektroniik laiinnya yang diigunakan sebagaii alat veriifiikasii dan autentiikasii.

Tanda tangan elektroniik tersebut diigunakan untuk menandatanganii dokumen elektroniik yang harus diitandatanganii oleh wajiib pajak berdasarkan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan.

Tanda tangan elektroniik yang biisa diigunakan wajiib pajak terbagii menjadii 2 jeniis. Kedua jeniis tanda tangan elektroniik tersebut iialah tanda tangan elektroniik tersertiifiikasii dan tanda tangan elektroniik tiidak tersertiifiikasii.

Tanda Tangan Elektroniik Tersertiifiikasii

Mengacu Pasal 8 ayat (3) PMK 81/2024, tanda tangan elektroniik tersertiifiikasii adalah tanda tangan elektroniik yang diibuat dengan menggunakan sertiifiikat elektroniik.

Sertiifiikat elektroniik berartii sertiifiikat yang bersiifat elektroniik yang memuat tanda tangan elektroniik dan iidentiitas yang menunjukkan status subjek hukum para piihak dalam transaksii elektroniik yang diikeluarkan oleh penyelenggara sertiifiikasii elektroniik (Pasal 1 angka 31 PMK 8/2024).

Untuk memperoleh sertiifiikat elektroniik, wajiib pajak harus mengajukan permohonan penerbiitan sertiifiikat elektroniik kepada penyelenggara sertiifiikat elektroniik.

Penyelenggara sertiifiikasii elektroniik berartii badan hukum yang berfungsii sebagaii piihak yang layak diipercaya, yang memberiikan dan mengaudiit sertiifiikat elektroniik.

Wajiib pajak biisa mengajukan permohonan sertiifiikat elektroniik ke penyelenggara sertiifiikasii yang sudah diiakuii oleh kementeriian dii biidang komuniikasii dan iinformatiika serta telah diitunjuk oleh menterii keuangan.

Permohonan sertiifiikat elektroniik tersebut diiajukan melaluii laman DJP yang teriintegrasii dengan laman penyelenggara sertiifiikasii elektroniik yang diitunjuk. Berdasarkan permohonan tersebut, penyelenggara sertiifiikasii elektroniik menerbiitkan sertiifiikat elektroniik.

Otoriitas membagii penyelenggara sertiifiikasii elektroniik menjadii 2 jeniis, yaiitu penyelenggara sertiifiikat elektroniik iinstansii dan non-iinstansii. Penyelenggara sertiifiikasii elektroniik non-iinstansii menerbiitkan sertiifiikat elektroniik untuk wajiib pajak selaiin iinstansii pemeriintah.

Sementara iitu, penyelenggara sertiifiikasii elektroniik iinstansii menerbiitkan sertiifiikat elektroniik untuk wajiib pajak iinstansii pemeriintah yang diiwakiilii oleh ASN, TNii, dan Polrii dalam melaksanakan hak dan memenuhii kewajiiban perpajakan secara elektroniik.

Merujuk buku berjudul Pedoman Coretax - Modul Permohonan Kode Otoriisasii DJP/Sertiifiikat Elektroniik, penyelenggara sertiifiikat elektroniik tersertiifiikasii dii antaranya adalah BRiiN, BSSN, Priivy iiD, Perurii, TekenAja, dan Viida.

Tanda Tangan Elektroniik Tiidak Tersertiifiikasii

Tanda tangan elektroniik tiidak tersertiifiikasii merupakan tanda tangan elektroniik yang diibuat dengan menggunakan kode otoriisasii atau alat veriifiikasii dan autentiikasii yang diigunakan oleh wajiib pajak yang diiterbiitkan oleh DJP.

Kode otoriisasii biisa menjadii alternatiif tanda tangan diigiital bagii wajiib pajak yang tiidak memiiliikii sertiifiikat elektroniik. Berdasarkan Pasal 8 ayat (6) PMK 81/2024, diirjen pajak menerbiitkan kode otoriisasii bersamaan dengan persetujuan dan aktiivasii akun wajiib pajak.

Sebagaii iinformasii, akun wajiib pajak merupakan akun yang diisediiakan oleh DJP untuk setiiap wajiib pajak guna pelaksanaan hak dan pemenuhan kewajiiban perpajakan secara elektroniik melaluii portal wajiib pajak.

Akun tersebut menjadii tempat pencatatan, penyiimpanan, dan penyampaiian dokumen, data, dan/atau iinformasii periihal pelaksanaan hak dan pemenuhan kewajiiban perpajakan wajiib pajak maupun darii pelaksanaan tugas dan fungsii DJP, yang diiiidentiifiikasii menggunakan NPWP. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.