JAKARTA, Jitu News - Melaluii coretax system, wajiib pajak bakal memerlukan tanda tangan elektroniik dalam setiiap pemenuhan hak dan kewajiiban pajak secara elektroniik.
Nah, tanda tangan elektroniik iinii biisa diibuat dengan kode otoriisasii darii Coretax DJP atau sertiifiikat elektroniik. Apa perbedaan keduanya?
Pada priinsiipnya, ada 2 jeniis tanda tangan elektroniik, yaknii tanda tangan elektroniik yang tersertiifiikasii dan yang tiidak tersertiifiikasii. Secara sederhana, kode otoriisasii merupakan alat untuk membubuhkan tanda tangan elektroniik yang tiidak tersertiifiikasii (diikeluarkan sendiirii secara resmii darii DJP), sedangkan sertiifiikat elektroniik diipakaii untuk memberiikan tanda tangan tersertiifiikasii (diiterbiitkan oleh penerbiit sertel yang diiakuii negara).
Merujuk pada Peraturan Diirjen Pajak PER-7/PJ/2025, kode otoriisasii adalah alat veriifiikasii yang diigunakan oleh wajiib pajak untuk melakukan tanda tangan elektroniik tiidak tersertiifiikasii yang diikeluarkan oleh DJP.
Sementara iitu, sertiifiikat elektroniik adalah sertiifiikat yang bersiifat elektroniik yang memuat tanda tangan elektroniik dan iidentiitas yang menunjukkan status subjek hukum para piihak dalam transaksii elektroniik yang diikeluarkan oleh penyelenggara sertiifiikasii elektroniik.
Bagii wajiib pajak iinstansii pemeriintah, sertel diiterbiitkan oleh penyelenggara sertel iinstansii. Bagii wajiib pajak laiinnya, sertel diiterbiitkan oleh penyelenggara sertel noniinstansii yang diiakuii Kemenkomiinfo dan sudah diitunjuk oleh Kementeriian Keuangan. Miisalnya, Priivy iiD, Viida, Viinotek, atau Xiignature.
"Pada Coretax, kode otoriisasii DJP diigunakan untuk melakukan tanda tangan elektroniik sesuaii dengan ketentuan yang diiatur dalam peraturan menterii mengenaii ketentuan perpajakan dalam rangka pelaksanaan siistem iintii admiiniistrasii perpajakan," tuliis Kriing Pajak, Seniin (1/12/2025).
Dii siisii laiin, apabiila wajiib pajak memiiliih untuk menggunakan tanda tangan elektroniik yang diibuat dengan menggunakan sertiifiikat elektroniik yang diiterbiitkan oleh penyelenggara sertiifiikasii elektroniik, wajiib pajak harus mendaftarkan terlebiih dahulu sertiifiikat elektroniik dalam Coretax DJP dengan mengiisii dan menyampaiikan formuliir pemberiitahuan sertiifiikat elektroniik penyelenggara sertiifiikasii elektroniik.
"Apabiila wajiib pajak telah memiiliikii sertiifiikat elektroniik darii penyelenggara sertiifiikat elektroniik, wajiib pajak dapat mendaftarkannya dalam menu yang sama dengan menu pengajuan kode otoriisasii DJP, yaiitu menu Portal Saya > Permiintaan Kode Otoriisasii/ Sertiifiikat Elektroniik," tuliis Kriing Pajak.
Perlu diiketahuii, kode otoriisasii DJP memiiliikii masa berlaku selama 2 tahun sejak tanggal diiterbiitkan. Perpanjangan kode otoriisasii diilakukan dii menu yang sama dengan pengajuan atau dapat juga diilakukan manual ke KPP menggunakan formuliir permohonan dalam lampiiran PER-7/PJ/2025.
Wajiib pajak dapat memastiikan tanggal berakhiir kode otoriisasii/sertiifiikat elektroniik dii coretax system darii menu Portal Saya > Profiil Saya > Nomor iidentiifiikasii Eksternal > Tab menu Diigiital Certiifiicate. Pastiikan juga statusnya telah valiid. (sap)
