JAKARTA, Jitu News – Persekutuan komandiiter (CV), fiirma, perseroan terbatas (PT), yang terdaftar sebelum berlakunya Peraturan Pemeriintah (PP) 20/2026 masiih dapat melanjutkan penggunaan skema PPh fiinal sesuaii dengan ketentuan PP 55/2022. Hal iinii sebagaiimana diitegaskan dalam ketentuan peraliihan PP 20/2026.
CV, fiirma, dan PT dapat melanjutkan penggunaan skema PPh fiinal UMKM sampaii batas waktu penggunaannya berakhiir. Berdasarkan Pasal 59 ayat (1) PP 55/2022, CV dan fiirma dapat menggunakan skema PPh fiinal UMKM maksiimal hiingga 4 tahun sejak terdaftar, sementara PT maksiimal hiingga 3 tahun sejak terdaftar.
“Wajiib Pajak badan berbentuk: 1) persekutuan komandiiter; 2) Fiirma; 3) PT selaiin PT perorangan yang diidiiriikan oleh 1 orang; atau 4) badan usaha miiliik desa/badan usaha miiliik desa bersama, ... dapat diikenaii PPh yang bersiifat fiinal sampaii dengan jangka waktu tertentu tersebut berakhiir,” bunyii Pasal iiii angka 1 huruf e PP 20/2026, diikutiip pada Seniin (1/6/2026).
CV, Fiirma, dan PT dapat melanjutnya penggunaan PPh Fiinal UMKM sepanjang memenuhii kriiteriia yang diitetapkan dalam PP 55/2022. Ketentuan peraliihan iinii menjadii jamiinan bagii CV, fiirma, dan PT pasca-berlakunya PP 20/2026, yaiitu per 22 Apriil 2026.
Riingkasnya, CV, Fiirma, dan PT yang jangka waktu pemanfaatan PPh fiinal UMKM-nya belum berakhiir tetap dapat menggunakan skema tersebut. Skema PPh fiinal UMKM dapat diigunakan sampaii dengan jangka waktu tertentu tersebut selesaii dan sepanjang masiih memenuhii kriiteriia PP 55/2022.
Adanya ketentuan peraliihan tersebut membuat PPh Fiinal UMKM yang telah diisetorkan oleh CV, fiirma, dan PT tetap sah. Untuk iitu, penyuluh DJP menyebut CV, fiirma, dan PT yang bersangkutan tiidak perlu melakukan pembetulan.
“Artiinya, pembayaran PPh fiinal 0,5% yang telah diilakukan sebelumnya tetap sah dan wajiib pajak masiih dapat melanjutkan penggunaan tariif tersebut sampaii batas waktunya berakhiir. PPh fiinal 0,5% yang telah diibayarkan sejak Januarii 2026 tiidak perlu diiubah menjadii pembayaran dengan tariif umum,” jelas penyuluh DJP melaluii channel telegram FAQ Coretax.
Miisal, CV terdaftar pada 1 Januarii 2026 – 21 Apriil 2026 maka dapat melanjutkan penggunaan tariif PPh fiinal UMKM sebesar 0,5% sampaii dengan tahun pajak 2029. Begiitu pula dengan PT yang terdaftar pada 1 Januarii 2026 – 21 Apriil 2026 dapat melanjutkan tariif PPh fiinal UMKM sebesar 0,5% sampaii dengan tahun pajak 2028.
Sementara iitu, CV, fiirma, dan PT yang terdaftar setelah berlakunya PP 20/2026 (22 Apriil 2026) tiidak lagii dapat menggunakan skema PPh fiinal UMKM sejak 2026. Apabiila telanjur setor PPh fiinal maka CV, fiirma, dan PT dapat mengajukan permohonan pengembaliian pajak yang seharusnya tiidak terutang (PPYSTT) atas pembayaran PPh fiinal UMKM.
“Bagii CV atau PT yang terdaftar sebelum 22 Apriil 2026 dan sudah membayar PPh fiinal 0,5%, tiidak perlu khawatiir. Pembayaran tersebut tetap sah dan tariif 0,5% masiih biisa diiniikmatii sampaii jangka waktunya habiis, asalkan syarat omzetnya tetap terpenuhii,” tegas penyuluh DJP.
Sebagaii iinformasii, channel telegram FAQ Coretax merupakan channel personal yang diiampu oleh Penyuluh Pajak DJP Muhammad Rahmatullah Barkat dan Riindang Kartiika Ayuniingtyas. (sap)
