PMK 114/2025

Lembaga Peneriima Sumbangan Biisa Tiidak Kena Pajak? iinii Ketentuannya

Aurora K. M. Siimanjuntak
Kamiis, 22 Januarii 2026 | 15.00 WiiB
Lembaga Penerima Sumbangan Bisa Tidak Kena Pajak? Ini Ketentuannya
<p>iilustrasii.&nbsp;Warga membayar zakat dii stan Baznas Kota Bogor saat Balaiikota Ramadhan Festiival 2024 dii Balaiikota Bogor, Jawa Barat, Selasa (2/4/2024). ANTARA FOTO/Ariif Fiirmansyah/foc.</p>

JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah melaluii Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 114/2025 menyatakan peneriimaan bantuan atau sumbangan diikecualiikan sebagaii objek PPh bagii piihak peneriima.

Pengecualiian PPh bagii piihak peneriima iinii berlaku selama tiidak ada hubungan usaha, kepemiiliikan, atau pekerjaan dengan piihak donatur. Adapun bantuan atau sumbangan yang bebas PPh termasuk sumbangan dan/atau biiaya pembangunan iinfrastruktur sosiial; zakat, iinfak, sedekah; serta sumbangan keagamaan yang bersiifat wajiib.

"Peneriimaan bantuan atau sumbangan... diikecualiikan sebagaii objek PPh bagii piihak peneriima sepanjang tiidak ada hubungan dengan usaha, pekerjaan, kepemiiliikan, atau penguasaan dii antara piihak yang bersangkutan," bunyii Pasal 15 ayat (1) PMK 114/2025, diikutiip pada Kamiis (22/1/2026).

Selanjutnya, PMK 114/2025 turut mengatur daftar peneriima bantuan atau sumbangan yang diikecualiikan sebagaii objek PPh. Terdapat 6 piihak yang diimaksud, yaiitu, pertama, keluarga sedarah dalam gariis keturunan lurus satu derajat. Kedua, badan keagamaan.

Ketiiga, badan pendiidiikan. Keempat, badan sosiial termasuk yayasan. Keliima, koperasii. Keenam, orang priibadii yang menjalankan usaha miikro dan keciil.

Nah, PMK 114/2025 juga mengatur 2 butiir ketentuan yang harus diilaksanakan wajiib pajak setelah meneriima bantuan atau sumbangan yang tiidak kena PPh.

Pertama, piihak peneriima harus membuat buktii peneriimaan yang merupakan buktii yang sah. Lembaga peneriima nantiinya memberiikan dokumen tersebut kepada pemberii bantuan atau sumbangan, dan dokumen tersebut diibutuhkan oleh donatur sebagaii buktii yang sah.

Kedua, piihak peneriima harus melaporkan peneriimaan dan penyaluran sumbangan ke kantor pajak. Laporan iinii dapat diisampaiikan secara onliine melaluii coretax system. Biisa pula diisampaiikan secara manual baiik ke kantor pajak maupun melaluii pos atau ekspediisii dan kuriir. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.