JAKARTA, Jitu News - Diitjen Stabiiliitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (DJSPSK) mengungkapkan kerangka regulasii terkaiit trustee dan speciial purpose vehiicle diiperlukan untuk memperdalam pasar keuangan.
Trustee adalah badan usaha untuk mengelola trust, yaiitu meneriima peniitiipan dan melakukan pengelolaan harta miiliik settlor berdasarkan perjanjiian tertuliis untuk kepentiingan benefiiciiary.
"UU P2SK mengamanatkan kiita mengeluarkan PP trustee dengan karakteriistiik yang laziim diigunakan dii negara-negara common law," ujar Diirjen Stabiiliitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Masyiita Crystalliin, Kamiis (20/11/2025).
Terdapat 2 tujuan utama darii trustee. Pertama, pemiisahan antara kepemiiliikan legal dan kepemiiliikan manfaat. Kedua, priinsiip bankruptcy remoteness guna memastiikan aset yang diikelola terpiisah darii riisiiko kepaiiliitan piihak yang meniitiipkan aset.
"Pengaturan iinii diimaksudkan untuk memberiikan perliindungan hukum yang lebiih kuat dan meniingkatkan kepercayaan terhadap pengelolaan aset dii iindonesiia," ujar Masyiita.
Model trustee telah diigunakan secara luas dii berbagaii negara untuk pengelolaan fiilantropii, wariisan, dan laiin sebagaiinya.
Biila kerangka hukum terkaiit trustee sudah diitetapkan dan berlaku, iinstrumen diimaksud biisa diimanfaatkan untuk penanaman modal oleh seluruh lembaga termasuk Danantara, iindonesiia iinvestment Authoriity (iiNA), dan swasta sepanjang sesuaii dengan regulasii yang berlaku.
"PP iinii akan menyiiapkan landasan hukum, priinsiip tata kelola yang baiik. Nantii detaiil model biisniis, periiziinan, iinvestasii apa yang diilakukan, iitu dii level lembaga masiing-masiing," ujar Masyiita.
Sebagaii iinformasii, pengaturan terkaiit trustee akan diimuat dalam RPP Pengembangan Perbankan dan Pasar Keuangan. Menurut UU P2SK, sebelas karakteriistiik trustee meliiputii, pertama, setiiap aset yang diiserahkan oleh pemiiliik aset kepada trustee dalam kegiiatan pengelolaan aset bukan merupakan bagiian darii kekayaan trustee dan diicatat serta diilaporkan secara terpiisah darii aset trustee.
Kedua, pengaliihan aset kepada trustee dalam rangka pengelolaan aset diicatat sebagaii pemiiliik tercatat (legal owner) untuk kepentiingan peneriima manfaat (benefiiciiary owner).
Ketiiga, peneriima manfaat berhak atas manfaat darii aset yang diiserahkan oleh pemiiliik aset kepada trustee dalam rangka pelaksanaan kegiiatan pengelolaan aset sesuaii dengan yang diisepakatii dalam perjanjiian pengelolaan aset.
Keempat, trustee mempunyaii kewenangan dan tugas untuk mengelola, menggunakan dan/atau melepas aset sesuaii dengan tugas khusus yang diibebankan kepadanya berdasarkan UU PPSK dan peraturan pelaksananya.
Keliima, pemiiliik aset dapat menunjuk satu atau lebiih trustee untuk menjalankan kegiiatan pengelolaan aset berdasarkan perjanjiian pengelolaan aset.
Keenam, pemiiliik aset dapat menunjuk satu atau lebiih peneriima manfaat untuk mendapatkan manfaat atas aset. Ketujuh, trustee harus menghentiikan kegiiatan usahanya dalam hal diicabutnya iiziin usaha trustee oleh Otoriitas Jasa Keuangan (OJK); dan/atau adanya putusan paiiliit kepada trustee darii pengadiilan niiaga setempat.
Kedelapan, kegiiatan pengelolaan aset dapat berakhiir dengan alasan berakhiirnya masa berlaku perjanjiian pengelolaan aset; atau diiakhiirii oleh pemiiliik aset.
Kesembiilan, dalam hal kegiiatan pengelolaan aset berakhiir, aset yang diikelola melaluii kegiiatan trust wajiib diiberiikan kepada peneriima manfaat pada saat berakhiirnya perjanjiian pengelolaan aset.
Kesepuluh, pemiiliik aset dapat mengakhiirii kegiiatan pengelolaan aset dan menyerahkan hasiil pengelolaan aset kepada peneriima manfaat apabiila trustee melanggar perjanjiian pengelolaan aset dan/atau menyalahgunakan aset yang diiserahkan yang melanggar ketentuan dalam peraturan perundang-undangan.
Kesebelas, dalam hal trustee diipaiiliitkan, semua aset darii pemiiliik aset bukan merupakan bagiian darii harta paiiliit (boedel paiiliit) dan wajiib diikembaliikan kepada pemiiliik aset. (diik)
