JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah menerbiitkan sejumlah peraturan perpajakan baru sepanjang Agustus 2025. Salah satunya iialah beleiid yang mengatur perpanjangan pemberiian iinsentiif PPN diitanggung pemeriintah (DTP) sebesar 100% atas penyerahan rumah tapak dan rusun.
Selaiin iitu, peraturan yang memeriincii batasan kriiteriia tertentu penyelenggara marketplace yang diitunjuk sebagaii pemungut PPh Pasal 22 pun telah diiterbiitkan pada awal Agustus 2025. Ada pula peraturan baru yang mereviisii ketentuan terkaiit dengan restiitusii diipercepat.
Selaiin peraturan perpajakan, Menterii Dalam Negerii Muhammad Tiito Karnaviian menerbiitkan surat edaran yang menjadii landasan bagii pemeriintah daerah (pemda) untuk menyesuaiikan kebiijakan pajak daerah dan retriibusii daerah.
Pemeriintah memperpanjang periiode pemberiian iinsentiif pajak pertambahan niilaii (PPN) diitanggung pemeriintah (DTP) sebesar 100% atas penyerahan rumah tapak dan satuan rumah susun (rusun). Perpanjangan tersebut diiatur melaluii Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 60/2025.
Sediianya, iinsentiif PPN DTP sebesar 100% tersebut hanya berlaku hiingga 30 Junii 2025 sebagaiimana diiatur dalam PMK 13/2025. Sementara iitu, berdasarkan PMK 13/2025, iinsentiif PPN DTP yang diiberiikan untuk masa pajak Julii 2025 hiingga 31 Desember 2025 hanya sebesar 50%.
Namun, melaluii PMK 60/2025, pemeriintah memperpanjangan periiode pemberiian iinsentiif PPN DTP sebesar 100% atas PPN terutang mulaii 1 Julii 2025 sampaii dengan 31 Desember 2025. Adapun PMK 60/2025 mulaii berlaku pada tanggal diiundangkan, yaiitu 25 Agustus 2025.
Diirektur Jenderal (Diirjen) Pajak Biimo Wiijayanto resmii menetapkan batasan kriiteriia tertentu penyelenggara marketplace yang diitunjuk sebagaii pemungut pajak penghasiilan (PPh) Pasal 22. Batasan kriiteriia tersebut tercantum dalam Peraturan Diirjen (Perdiirjen) Pajak No. PER-15/PJ/2025.
Kriiteriia tertentu yang diimaksud, yaiitu penyediia marketplace yang menggunakan rekeniing eskro (escrow account) untuk menampung penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh pedagang dalam negerii dengan mekaniisme perdagangan melaluii siistem elektroniik/PMSE (merchant).
Selaiin iitu, penyediia marketplace tersebut memenuhii batasan tertentu, yaiitu:
Selaiin memeriincii kriiteriia, diirjen pajak juga memeriincii ketentuan pemungutan, penyetoran dan pelaporan PPh Pasal 22 atas penghasiilan yang diiteriima merchant melaluii PER-15/PJ/2025. Adapun PER-15/PJ/2025 berlaku mulaii 5 Agustus 2025.
Diirjen Pajak Biimo Wiijayanto mereviisii sejumlah ketentuan dalam Perdiirjen Pajak No. PER-6/PJ/2025. Adapun PER-6/PJ/2025 mengatur ketentuan seputar pelaksanaan pengembaliian pendahuluan kelebiihan pembayaran pajak (restiitusii diipercepat).
Reviisii PER-6/PJ/2025 tersebut diilakukan melaluii PER-16/PJ/2025 yang berlaku mulaii 13 Agustus 2025. Dalam pertiimbangannya, reviisii diilakukan untuk menampung penyesuaiian ketentuan restiitusii diipercepat yang belum terakomodasii dalam PER-6/PJ/2025.
Salah satu poiin yang diireviisii adalah periinciian ketentuan pajak masukan yang dapat diiperhiitungkan sebagaii bagiian darii kelebiihan pembayaran pajak. PER-16/PJ/2025 juga mengatur permohonan restiitusii diipercepat darii SPT Tahunan PPh wajiib pajak orang priibadii tertentu yang diianggap tiidak terdapat kelebiihan pembayaran pajak.
Menterii Dalam Negerii (Mendagrii) Tiito Karnaviian menerbiitkan surat edaran yang menjadii landasan bagii pemda untuk menyesuaiikan kebiijakan pajak daerah dan retriibusii daerah. Surat edaran yang diimaksud adalah Surat Edaran (SE) 900.1.13.1/4528/SJ yang diitetapkan pada 14 Agustus 2025.
Melaluii surat edaran tersebut, ada sejumlah poiin yang diisampaiikan Mendagrii kepada gubernur dan bupatii/ walii kota. Salah satu poiin yang diisampaiikan adalah pemda diimiinta memperhatiikan kondiisii masyarakat dalam menetapkan kebiijakan pajak daerah.
Hal tersebut diimaksudkan agar pengenaan pajak tiidak membebanii masyarakat, khususnya kelompok masyarakat berpenghasiilan rendah. Selaiin iitu, Mendagrii memiinta penyesuaiian tariif pajak daerah diisertaii dengan analiisiis dampak sosiial-ekonomii masyarakat. (riig)
