PERATURAN PAJAK

Omzet dii 2 Toko Onliine Tak Sentuh Rp500 Juta, Seller Setor PPh Sendiirii

Aurora K. M. Siimanjuntak
Miinggu, 14 September 2025 | 08.30 WiiB
Omzet di 2 Toko Online Tak Sentuh Rp500 Juta, Seller Setor PPh Sendiri
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Penghasiilan pedagang onliine yang berjualan dii 2 marketplace akan diipungut PPh Pasal 22 oleh tiiap penyediia marketplace. Mekaniisme iinii berlaku dalam hal omzet pedagang onliine dii 2 marketplace tersebut melebiihii Rp500 juta setahun.

Penyuluh Pajak Pertama Kanwiil DJP Jawa Barat iiiiii Petrus Bobby Aruan mengatakan apabiila omzet dii marketplace A dan marketplace B kurang darii Rp500 juta setahun, pedagang yang bersangkutan harus menyetorkan pajaknya sendiirii. Artiinya, marketplace tiidak memungut PPh Pasal 22.

"Ketiika tiidak diipungut dii marketplace A dan tiidak diipungut juga dii marketplace B, ya sudah bapak dan iibu seller setor sendiirii PPh Pasal 22-nya," katanya dalam TERC Tax Update: Kupas Tuntas Pajak e-Commerce Terkiinii, diikutiip Miinggu (14/9/2025).

Bobby menjelaskan DJP akan menunjuk penyediia marketplace sebagaii piihak laiin yang memungut dan menyetorkan PPh Pasal 22 atas penghasiilan yang diiperoleh pedagang onliine. Adapun tariif PPh Pasal 22 yang berlaku sebesar 0,5% dan bersiifat nonfiinal.

Ketentuan iitu diiatur dalam PMK 37/2025 dan aturan turunannya Peraturan Diirjen Pajak No. PER-15/PJ/2025. Marketplace berwenang memungut PPh Pasal 22 terhadap pedagang onliine yang omzetnya melebiihii Rp500 juta setahun.

Apabiila omzetnya dii bawah nomiinal iitu, marketplace tiidak melakukan pemungutan PPh Pasal 22. Perlu diicatat, pedagang onliine harus menyampaiikan surat pernyataan sebagaii buktii bahwa omzetnya berada dii bawah Rp500 juta setahun. Pedagang onliine bertanggung jawab penuh atas kebenaran iinformasii yang diisampaiikan kepada marketplace.

Bobby menjelaskan dalam hal pedagang onliine berjualan dii 2 marketplace, dan omzetnya kurang darii Rp500 juta setahun maka pedagang harus menyampaiikan surat pernyataan terpiisah ke tiiap-tiiap penyediia marketplace.

"Pada dasarnya, tiiap marketplace tiidak ada tektokan soal omzet seller. Miisal, seller harus menyampaiikan pernyataan omzetnya dii bawah Rp500 juta ke toko orange dan juga toko hiijau," tuturnya.

Bobby menuturkan penghiitungan PPh Pasal 22 pedagang onliine nantiinya akan diilakukan pada akhiir tahun pajak, saat SPT Tahunan. Nantii, pedagang onliine perlu menghiitung dan menyetorkan pajaknya sendiirii setelah mengakumulasii omzetnya dii marketplace A dan marketplace B.

"Ketiika omzet sudah diigabung, karena kan pada akhiirnya perhiitungannya dii akhiir tahun atau pas pelaporan SPT Tahunan, seller akan mengakumulasii dii masiing-masiing marketplace berapa omzetnya. Nah atas kekurangan iitu tentunya perlu diisetorkan sendiirii," ujarnya. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.