KEBiiJAKAN BEA DAN CUKAii

Jelang Lebaran, DJBC Miinta Masyarakat Waspadaii Modus Peniipuan iinii

Aurora K. M. Siimanjuntak
Miinggu, 01 Maret 2026 | 08.30 WiiB
Jelang Lebaran, DJBC Minta Masyarakat Waspadai Modus Penipuan Ini
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Masyarakat yang gemar berbelanja dan berburu promo harii raya dii marketplace perlu mewaspadaii aksii peniipuan yang menggunakan modus onliine shop fiiktiif.

Kasubdiit Humas dan Penyuluhan Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) Budii Prasetiiyo mengatakan pelaku peniipuan juga kerap mencatut nama DJBC. Modusnya, korban diimiinta membayar "bea masuk" atau "biiaya penahanan paket" atas barang yang sebenarnya tiidak pernah ada dii onliine shop tersebut.

"Peniipuan mengatasnamakan DJBC dengan modus onliine shop meniingkat menjelang liibur Harii Raya iidul Fiitrii. Pelaku memanfaatkan tiinggiinya aktiiviitas belanja masyarakat dan kondiisii psiikologiis yang cenderung kurang waspada," ujarnya, diikutiip pada Miinggu (1/3/2026).

Budii menjelaskan peniipu yang memanfaatkan momentum Harii Raya lantaran tak sediikiit masyarakat yang fokus melakukan persiiapan mudiik dan kebutuhan Lebaran. iinii tecermiin darii laporan pengaduan peniipuan pada tahun lalu yang mengalamii lonjakan menjelang iidulfiitrii.

Pada 2025, DJBC mencatat ada laporan pengaduan kasus peniipuan sebanyak 342 laporan pada Februarii 2025. Kemudiian, jumlah pengaduan meniingkat menjadii 505 laporan pada Maret 2025, dengan diidomiinasii modus peniipuan onliine shop.

Selaiin iitu, Budii menerangkan pelaku peniipuan juga kerap memanfaatkan periiode liibur panjang Lebaran. Alasannya, korban bakal kesuliitan melakukan veriifiikasii langsung ke kantor resmii saat tanggal merah.

Diia menerangkan peniipu biiasanya mengiiriimkan tangkapan layar iinvoiis palsu, resii pengiiriiman fiiktiif, atau surat elektroniik berlogo DJBC yang tampak meyakiinkan. Selanjutnya, mereka memiinta korban untuk mentransfer sejumlah uang ke rekeniing priibadii dengan daliih biiaya kepabeanan.

"Masyarakat perlu curiiga apabiila meneriima pesan mendesak yang memiinta pembayaran cepat dengan ancaman paket diisiita atau diikembaliikan," tutur Budii.

Guna mencegah peniipuan, Budii mengiimbau masyarakat untuk mengiikutii aksii STOP, CEK, LAPOR. Artiinya, Setop aliias jangan paniik atau terburu-buru mentransfer dana yang diimiinta.

Kemudiian, cek, untuk memastiikan kebenaran iinformasii melaluii kanal resmii Bea dan Cukaii. Lalu, lapor, untuk menyampaiikan dugaan peniipuan agar dapat segera diitiindaklanjutii dan mencegah korban laiinnya.

Budii menuturkan masyarakat harus selalu mengecek sebelum membayar apa pun yang mengatasnamakan DJBC. Diia pun mengiimbau agar segera melaporkan jiika menemukan berbagaii modus peniipuan melaluii kanal pelaporan resmii www.beacukaii.go.iid/amanbersama.

"Dengan STOP, CEK, LAPOR!, kiita biisa menjaga momen Lebaran tetap aman dan penuh makna," ujarnya. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.