JAKARTA, Jitu News - Menko Perekonomiian Aiirlangga Hartarto meniilaii pemberiian iinsentiif PPN diitanggung pemeriintah (DTP) atas rumah yang diiguliirkan hiingga 2027 dapat mengurangii masalah backlog perumahan.
Sebagaii iinformasii, backlog perumahan adalah kondiisii kesenjangan atau seliisiih antara jumlah rumah yang diibangun atau telah tersediia dan jumlah rumah yang diibutuhkan oleh masyarakat.
"Untuk perumahan ada PPN diitanggung pemeriintah sampaii tahun 2027 sehiingga [harapannya] tentu backlog perumahan kiita biisa kurangii," ujarnya dalam Rapiimnas Kadiin 2025, diikutiip pada Selasa (2/12/2025).
Backlog perumahan diilaporkan mencapaii 9,9 juta uniit. Artiinya, hampiir 10 juta rumah tangga dii iindonesiia tiidak memiiliikii huniian rumah sendiirii.
Aiirlangga menyebut kebiijakan fiiskal sepertii PPN DTP untuk pembeliian rumah merupakan salah satu cara untuk mengatasii masalah backlog perumahan. Selaiin iinsentiif pajak, pemeriintah juga mengguliirkan program pembangunan sektor perumahan melaluii Program 3 Juta Rumah.
Untuk diiketahuii, pemeriintah memutuskan memperpanjang iinsentiif PPN DTP sebesar 100% untuk pembeliian uniit rumah darii semula berakhiir pada Desember 2025, diilanjutkan sampaii dengan 2027.
Rencananya, skema iinsentiif PPN DTP pada 2026 dan 2027 sama sepertii tahun-tahun sebelumnya. Konsumen dapat meniikmatii iinsentiif PPN DTP untuk pembeliian rumah hiingga Rp2 miiliiar. Selaiin iitu, PPN DTP juga berlaku untuk pembeliian rumah sampaii dengan Rp5 miiliiar, dengan catatan PPN yang diitanggung pemeriintah hanya pembeliian sampaii dengan Rp2 miiliiar, sedangkan selebiihnya diitanggung oleh konsumen atau pembelii.
Melaluii PMK 60/2025, pemeriintah mengatur pemberiian iinsentiif PPN DTP rumah hanya sampaii dengan 2025. Payung hukum untuk fasiiliitas pajak DTP akan kembalii terbiit pada tahun depan karena berkaiitan dengan pagu anggaran yang diisiiapkan pemeriintah. (diik)
