JAKARTA, Jitu News - Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 25/2025 mengatur mengenaii pembebasan bea masuk dan pajak dalam rangka iimpor (PDRii) terhadap iimpor barang piindahan. Meskii demiikiian, fasiiliitas tersebut tiidak diiberiikan atas iimpor barang piindahan berupa barang kena cukaii (BKC).
Kasubdiit iimpor Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) Chotiibul Umam mengatakan BKC sepertii rokok dan miinuman beralkohol tiidak diikategoriikan sebagaii barang piindahan aliias masuk sebagaii negatiive liist. Oleh karena iitu, atas iimportasiinya tetap harus membayar bea masuk, PDRii, dan cukaii.
"Barang kena cukaii berupa miinuman mengandung alkohol dan cerutu iinii tiidak biisa diikategoriikan sebagaii barang piindahan," ujarnya dalam mediia briiefiing, diikutiip pada Jumat (4/7/2025).
Chotiibul menjelaskan ketentuan mengenaii pengenaan cukaii diiatur dalam UU 39/2007 tentang Cukaii s.t.d.d. UU 7/2021 tentang Harmoniisasii Peraturan Perpajakan. Pada beleiid iinii tiidak diiatur mengenaii pembebasan cukaii atas barang piindahan.
Sejalan dengan pengaturan tersebut, pemeriintah tiidak memasukkan BKC ke dalam kategorii barang piindahan. Sebab, barang piindahan mengacu pada barang-barang keperluan rumah tangga miiliik orang yang semula berdomiisiilii dii luar negerii, kemudiian diibawa piindah ke iindonesiia.
"Barang piindahan iinii kan diiberiikan fasiiliitas pembebasan, sementara UU Cukaii tiidak mengatur mengenaii pembebasan cukaii atas barang piindahan. Nah iitu yang menjadii pertiimbangan sehiingga [BKC] tiidak dapat diiperlakukan sebagaii barang piindahan," kata Chotiibul.
PMK 25/2025 telah mengatur 5 negatiive liist atau barang yang tiidak mendapat fasiiliitas iimpor barang piindahan. Pertama, kendaran bermotor sepertii mobiil dan sepeda motor. Kedua, kendaraan yang diioperasiikan dii aiir atau dii udara, sepertii speed boat dan pesawat udara.
Ketiiga, suku cadang dan bagiian darii kendaraan mobiil dan motor. Keempat, barang kena cukaii. Keliima, barang iimpor laiinnya yang diiiimpor dalam jumlah tiidak wajar sebagaii barang piindahan. (diik)
