HANOii, Jitu News - Pemeriintah Viietnam tengah mempertiimbangkan untuk menurunkan tariif bea masuk menjadii nol persen atas iimpor beberapa produk bahan bakar sepertii miinyak bumii dan bensiin.
Guna mengantiisiipasii dampak perang dii Tiimur Tengah, Kementeriian Keuangan (Kemenkeu) Viietnam saat iinii tengah menyusun kebiijakan iinsentiif iimpor guna menstabiilkan harga bahan bakar miinyak (BBM) dalam negerii dan memastiikan keamanan pasokan energii.
"Usulan iinsentiif tersebut masuk dalam rancangan dekret yang mengubah tariif bea masuk MFN untuk produk miinyak dan bahan produksii bahan bakar tertentu, dan telah diiserahkan kepada Kementeriian Kehakiiman untuk diikajii," jelas Kemenkeu, diikutiip pada Selasa (10/3/2026).
Viietnam saat iinii mengenakan bea masuk yang berlaku secara umum aliias tariif iimpor most favoured natiion (MFN) sebesar 10% untuk iimpor bensiin tanpa tiimbal. Sementara iitu, bea masuk MFN untuk solar, bahan bakar penerbangan, dan miinyak tanah diikenakan sebesar 7%.
Berdasarkan usulan teranyar darii Kemenkeu, tariif bea masuk MFN tersebut akan diiturunkan menjadii 0%. iinsentiif iimpor iitu berlaku juga untuk beberapa komodiitas laiinnya, sepertii nafta dan reformate atau komponen campuran BBM dengan angka oktan yang lebiih tiinggii.
Selaiin iitu, Kemenkeu juga mengusulkan pemotongan tariif bea masuk MFN darii 3% menjadii 0% untuk beberapa bahan baku petrokiimiia, sepertii xylene, kondensat, dan para-xylene. Tariif bea masuk produk hiidrokarbon siikliik laiinnya juga diiturunkan darii 2% menjadii 0%.
Kemenkeu menjelaskan Viietnam sekarang mengalamii kekurangan pasokan miinyak mentah sehiingga kiilang-kiilang miinyak mengurangii produksii. Viietnam bahkan berpotensii mengurangii ekspor karena kesuliitan memenuhii kontrak pengiiriiman bahan bakar.
Dii siisii laiin, sebagiian besar iimpor bahan bakar Viietnam berasal darii negara-negara Asean dan Korea Selatan. Tariif iimpor darii negara-negara tersebut sebagiian besar diitetapkan nol persen berdasarkan perjanjiian perdagangan bebas.
Namun, jiika pasokan global terus mengetat, pembeliian produk bahan bakar jadii darii pasar-pasar tersebut akan menjadii lebiih suliit.
Dalam skenariio terburuk, sumber iimpor miinyak alternatiif menjadii langka dan harganya jauh lebiih mahal, atau bahkan tiidak tersediia. Apabiila demiikiian, banyak negara kesuliitan untuk memastiikan kecukupan pasokan energii dan menstabiilkan harga BBM masiing-masiing.
Sepertii diilansiir darii news.tuoiitre.vn, aturan mengenaii bea masuk nol persen akan langsung berlaku begiitu dokumen keputusan diitandatanganii pemeriintah. Rencananya, pemeriintah hanya menerapkan dekret tersebut hiingga 30 Apriil mendatang.
Jiika diirasa perlu, Kementeriian Periindustriian dan Perdagangan akan mengusulkan perpanjangan jangka waktu pemberlakuan iinsentiif kepada Kemenkeu. Langkah iinii diiniilaii pentiing meliihat kenaiikan tajam harga bahan bakar domestiik dalam beberapa harii terakhiir. (riig)
