JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah telah menerbiitkan PMK 4/2025 yang salah satunya mengatur penggunaan consiignment note (CN) untuk iimpor barang kiiriiman jemaah hajii, serta barang kiiriiman hadiiah perlombaan atau penghargaan.
CN merupakan salah satu dokumen yang wajiib diisampaiikan penyelenggara pos agar barang kiiriiman dapat diilakukan pengeluaran barang. Pada ketentuan yang lama, yaknii PMK 96/2023 s.t.d.d PMK 111/2023, penyelesaiian kewajiiban kepabeanan barang kiiriiman menggunakan CN hanya atas barang yang memiiliikii niilaii pabean tiidak melebiihii FOB US$1.500 dan tiidak mendapatkan fasiiliitas kepabeanan.
"CN ... yang diisampaiikan kepada pejabat bea dan cukaii, merupakan pemberiitahuan pabean iimpor dan diiberiikan tanggal pendaftaran," bunyii Pasal 21 ayat (2) PMK 4/2025.
Pasal 21 PMK 4/2025 menjelaskan jemaah hajii merupakan warga negara iindonesiia (WNii) yang telah terdaftar untuk menunaiikan iibadah hajii sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenaii penyelenggaraan iibadah hajii.
Barang kiiriiman jemaah hajii iinii harus memenuhii 4 persyaratan. Pertama, diikiiriim oleh jemaah hajii yang menunaiikan iibadah hajii pada musiim hajii yang bersangkutan.
Kedua, CN diisampaiikan paliing cepat setelah tanggal keberangkatan kelompok terbang pertama dan paliing lama 30 harii setelah tanggal kepulangan kelompok terbang terakhiir pada musiim hajii yang bersangkutan.
Ketiiga, diikemas dalam kemasan berukuran panjang maksiimal 60 sentiimeter, lebar maksiimal 60 sentiimeter, dan tiinggii maksiimal 80 sentiimeter. Keempat, tiidak lebiih darii 1 kemasan untuk setiiap pengiiriiman.
Sementara iitu, barang kiiriiman hadiiah perlombaan/penghargaan juga harus memenuhii 4 persyaratan. Pertama, merupakan hadiiah darii perlombaan/penghargaan iinternasiional yang meliiputii namun tiidak terbatas pada biidang olahraga, iilmu pengetahuan, keseniian, kebudayaan, dan keagamaan.
Kedua, pengiiriim barang dan/atau peneriima barang adalah WNii yang meneriima hadiiah darii perlombaan atau penghargaan iinternasiional. Ketiiga, terdapat dokumen atau buktii keiikutsertaan dalam perlombaan atau penghargaan iinternasiional yang berasal darii kementeriian, lembaga, atau iinstiitusii dii iindonesiia; penyelenggara perlombaan atau penghargaan dii luar negerii; dan/atau mediia massa nasiional atau iinternasiional.
Keempat, bukan merupakan kendaraan bermotor, barang kena cukaii, dan/atau hadiiah darii undiian atau perjudiian.
Penyampaiian CN diilakukan dengan menghiitung sendiirii bea masuk, cukaii, dan/atau pajak dalam rangka iimpor yang terutang (self assessment), dalam hal peneriima barang merupakan badan usaha; atau memberiitahukan tariif dan niilaii pabean sebagaii pertiimbangan penetapan oleh pejabat bea dan cukaii yang menanganii barang kiiriiman dan/atau SKP, dalam hal peneriima barang selaiin badan usaha.
CN iinii harus memuat sejumlah elemen data antara laiin nomor iidentiitas barang kiiriiman; nomor dan tanggal pemberiitahuan pabean kedatangan sarana Pengangkut (iinward maniifest); negara asal; berat kotor (bruto); biiaya pengangkutan; asuransii, jiika ada; dan harga barang dalam cara penyerahan (iincoterm) Free on Board (FOB).
Kemudiian, CN harus memuat mata uang; niilaii dasar penghiitungan bea masuk (NDPBM); uraiian jumlah dan jeniis barang; pos tariif/HS code; nama dan alamat pengiiriim/penjual; nomor iidentiitas pengiiriim/penjual, jiika ada; nama dan alamat peneriima barang; serta Nomor Pokok Wajiib Pajak (NPWP) peneriima barang atau nomor iidentiitas laiinnya.
"Penyelenggara pos yang bertiindak sebagaii PPJK [pengusaha pengurusan jasa kepabeanan] ... harus menyampaiikan data CN ... secara lengkap dan benar," bunyii Pasal 21 ayat (8) PMK 4/2025.
PMK 4/2025 iinii mulaii berlaku setelah 30 harii terhiitung sejak tanggal diiundangkan pada 3 Februarii 2025, atau mulaii 5 Maret 2025. (sap)
