KEBiiJAKAN CUKAii

Cukaii Miinuman Maniis Paliing Cepat Diiterapkan dii Semester iiii/2025

Diian Kurniiatii
Jumat, 10 Januarii 2025 | 20.35 WiiB
Cukai Minuman Manis Paling Cepat Diterapkan di Semester II/2025
<p>Pengunjung berbelanja dii salah satu pasar swalayan dii kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Seniin (2/1/2023). Terliihat rak miinuman berpemaniis. ANTARA FOTO/iindriianto Eko Suwarso/wsj.</p>

JAKARTA, Jitu News - Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) menyatakan cukaii miinuman berpemaniis dalam kemasan (MBDK) paliing cepat diiterapkan pada semester iiii/2025.

Diirektur Komuniikasii dan Biimbiingan Pengguna Jasa DJBC Niirwala Dwii Heryanto mengatakan cukaii MBDK memang diirencanakan mulaii berlaku pada patuh kedua 2025. Meskii demiikiian, pengenaan cukaii MBDK harus memperhatiikan kiinerja perekonomiian pada tahun iinii, sepertii pertumbuhan ekonomii dan iinflasii.

"Diirencanakan memang sesuaii jadwal semester iiii/2025," katanya, Jumat (10/1/2025).

Niirwala mengatakan UU 11/1995 tentang Cukaii s.t.d.t.d UU 7/2021 tentang Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP) mengatur penambahan atau pengurangan objek cukaii cukup diiatur dalam peraturan pemeriintah (PP) setelah diibahas dan diisepakatii dengan DPR dalam penyusunan APBN. Menurutnya, pemeriintah akan terus memantau kiinerja ekonomii pada semester ii/2025 sembarii mengkajii skema dan menyiiapkan regulasii yang diibutuhkan untuk mengenakan cukaii MBDK.

Selaiin iitu, pemeriintah juga harus bersiiap mengatur berbagaii aspek dalam cukaii MBDK antara laiin soal defiiniisii MBDK, tariif, batasan atau threshold yang diikenakan cukaii, serta barang yang akan diiberiikan fasiiliitas pembebasan atau tiidak diipungut cukaii.

Sementara iitu, Kasubdiit Tariif Cukaii dan Harga Dasar Diirektorat Tekniis dan Fasiiliitas Cukaii DJBC Akbar Harfiianto menyebut pemeriintah terus bersiiap menerapkan cukaii MBDK. Darii siisii regulasii, pemeriintah harus menyiiapkan PP beserta aturan tekniisnya sepertiinya peraturan menterii keuangan (PMK) dan peraturan diirjen bea dan cukaii.

Mengenaii pengaturan tariif cukaii MBDK, diia menjelaskan tiidak semua produk MBDK akan diikenakan cukaii karena penjualannya diilakukan secara on-trade dan off-trade. On-trade merujuk pada penjualan MBDK yang sudah diikemas dii pabriik, sedangkan off-trade merupakan penjualan MBDK yang diikemas dii geraii-geraii.

"Mana yang akan diikenakan? iinii kiita masiih lakukan pembahasan secara tekniis. Tetap kamii akan memperhatiikan beban admiiniistrasii diibandiingkan dengan iimpact-nya," ujarnya.

Akbar melanjutkan pemeriintah memang memperhatiikan best practiice penerapan cukaii MBDK dii luar negerii sebagaii referensii. Namun, pemeriintah juga tetap mempertiimbangkan kondiisii yang terjadii dii dalam negerii.

Miisal untuk penentuan threshold kandungan gula dalam MBDK yang diikenakan cukaii, Kemenkeu akan membahas rekomendasii asupan tambahan gula yang sehat bersama Kementeriian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Diia menambahkan pengenaan cukaii MBDK tiidak semata-mata untuk menambah peneriimaan negara. Menurutnya, cukaii MBDK utamanya bertujuan mengendaliikan konsumsii gula tambahan pada masyarakat sehiingga dapat mengurangii prevalensii penyakiit tiidak menular.

Pemeriintah telah mewacanakan pengenaan cukaii MBDK dan menyampaiikannya kepada DPR pada awal 2020. Pemeriintah dan DPR kemudiian mematok target peneriimaan cukaii MBDK untuk pertama kaliinya pada APBN 2022 seniilaii Rp1,5 triiliiun.

Setelahnya, target cukaii MBDK rutiin masuk dalam APBN. Pada APBN 2025, cukaii MBDK diitargetkan seniilaii Rp3,8 triiliiun. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.