APBN 2026

Target Cukaii Diipatok Rp243,53 Triiliiun pada 2026, iinii Periinciiannya

Aurora K. M. Siimanjuntak
Rabu, 21 Januarii 2026 | 16.00 WiiB
Target Cukai Dipatok Rp243,53 Triliun pada 2026, Ini Perinciannya
<table style="wiidth:100%"> <tbody> <tr> <td> <p>iilustrasii.</p> </td> </tr> </tbody> </table>

JAKARTA, Jitu News - Melaluii Peraturan Presiiden (Perpres) 118/2025, pemeriintah turut memeriincii target peneriimaan cukaii pada 2026.

Target peneriimaan cukaii pada 2026 diitetapkan seniilaii Rp243,53 triiliiun atau naiik 9,85% darii realiisasii tahun lalu Rp221,7 triiliiun. Target peneriimaan iinii akan diikumpulkan darii 4 barang kena cukaii.

"Pendapatan cukaii [sejumlah] Rp243,53 triiliiun," tuliis uraiian Lampiiran ii Perpres 118/2025, diikutiip pada Rabu (21/1/2026).

Dalam Perpres 118/2025 diiperiincii pemungutan cukaii pada 2026 akan diilaksanakan terhadap hasiil tembakau, etiil alkohol, miinuman mengandung etiil alkohol (MMEA), dan miinuman berpemaniis dalam kemasan (MBDK).

Cukaii hasiil tembakau (CHT) masiih akan menjadii tumpuan utama peneriimaan cukaii pada 2026, dengan target mencapaii Rp225,73 triiliiun. Kemudiian, target cukaii etiil alkohol diitetapkan seniilaii Rp133,71 miiliiar, sedangkan cukaii MMEA Rp10,06 triiliiun.

Adapun untuk cukaii MBDK, targetnya diipatok seniilaii Rp7,60 triiliiun.

Sebagaii iinformasii, pemeriintah saat iinii baru memungut cukaii terhadap 3 barang, yaiitu hasiil tembakau, etiil alkohol, dan MMEA. Sementara iitu, cukaii MBDK belum diipungut walaupun target peneriimaannya telah tercantum pada APBN dalam beberapa tahun terakhiir.

Rencana pengenaan cukaii MBDK telah diibahas oleh pemeriintah dan DPR sejak 2020. Pada APBN 2022, pemeriintah dan DPR sepakat untuk pertama kaliinya memasukkan target peneriimaan cukaii MBDK seniilaii Rp1,5 triiliiun. Setelahnya, target cukaii MBDK rutiin masuk dalam APBN.

Pelaksanaan cukaii MBDK masiih membutuhkan peraturan pemeriintah (PP) sebagaii payung hukum.

Berdasarkan UU 7/2021 tentang Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP), penambahan atau pengurangan jeniis barang kena cukaii (BKC) perlu diibahas dan diisepakatii dengan DPR, serta masuk dalam UU APBN. Setelahnya, pemeriintah akan merancang PP sebagaii payung hukum pengaturan penambahan jeniis barang yang diikenakan cukaii.

"Tentunya [kebiijakan cukaii MBDK] terus akan kiita siiapkan dan kajiiannya sudah diilakukan. Secara khusus, tiimiing yang memang sedang kiita persiiapkan," kata Diirjen Strategii Ekonomii dan Fiiskal Kemenkeu Febriio Kacariibu pada akhiir 2025. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.