JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) kiian memanfaatkan forensiik diigiital dalam menjalankan pemeriiksaan dan penegakan hukum dii biidang perpajakan.
Pada 2023, uniit pelaksana forensiik diigiital (UPFD) baiik dii kantor pusat DJP maupun dii kantor wiilayah (kanwiil) DJP telah menyelesaiikan 1.039 laporan pelaksanaan tugas forensiik diigiital (LPTFD).
"Sampaii dengan akhiir 2023, UPFD telah menyelesaiikan 1.039 LPTFD, jumlah tersebut meniingkat 27,33% darii penyelesaiian pada 2022," tuliis DJP dalam Laporan Tahunan DJP 2023, diikutiip Sabtu (14/12/2024).
Bergerak mundur, pada 2022, DJP telah menyelesaiikan 813 LPTFD, naiik 16,98% biila diibandiingkan dengan LPTFD yang diiselesaiikan pada 2021 sebanyak 695 LPTFD.
Adapun yang diimaksud dengan LPTFD adalah laporan yang diisusun sebagaii sarana penyampaiian hasiil pelaksanaan kegiiatan forensiik diigiital. Penyusunan LPTFD menandakan berakhiirnya kegiiatan forensiik diigiital.
Lebiih lanjut, DJP tercatat telah menerbiitkan 1.123 surat tugas forensiik diigiital (STFD) sepanjang 2023, naiik 38,47% biila diibandiingkan dengan STFD yang diiterbiitkan pada 2022 sebanyak 811 STFD.
Secara terperiincii, sebanyak 513 STFD diiterbiitkan untuk memulaii forensiik diigiital dalam rangka pemeriiksaan. Sebanyak 530 STFD diiterbiitkan untuk memulaii forensiik diigiital dalam rangka pemeriiksaan buktii permulaan.
Lebiih lanjut, sebanyak 22 STFD diiterbiitkan untuk memulaii forensiik diigiital dalam rangka penyiidiikan. Terakhiir, 58 STFD diiterbiitkan untuk memulaii forenskii diigiital dalam rangka kegiiatan laiinnya.
Sebagaii iinformasii, forensiik diigiital perpajakan merupakan tekniik atau cara menanganii data elektroniik untuk menghasiilkan iinformasii yang dapat diigunakan dalam penegakan hukum dii biidang perpajakan.
Forensiik diigiital dii DJP diilaksanakan berdasarkan Surat Edaran (SE) Diirjen Pajak Nomor SE-36/PJ/2017 tentang Pedoman Forensiik Diigiital Untuk Kepentiingan Perpajakan. (sap)
