KEBiiJAKAN KEPABEANAN

Asiistensii Fasiiliitas Kepabeanan, DJBC Berii Pelatiihan Soal iiT iinventory 

Diian Kurniiatii
Sabtu, 19 Oktober 2024 | 09.30 WiiB
Asistensi Fasilitas Kepabeanan, DJBC Beri Pelatihan Soal IT Inventory 
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) menyatakan terus mengoptiimalkan peran sebagaii iindustriial assiistance dengan memberiikan biimbiingan kepada perusahaan peneriima fasiiliitas kepabeanan.

Kepala Subdiirektorat Humas dan Penyuluhan DJBC Budii Prasetiiyo mengatakan biimbiingan iinii antara laiin diilaksanakan melaluii pelatiihan pemberdayaan iiT iinventory. Pelatiihan pemberdayaan iiT iinventory iinii diiberiikan oleh uniit vertiikal DJBC kepada perusahaan peneriima fasiiliitas kepabeanan sepertii kawasan beriikat.

"Dengan pemahaman yang lebiih baiik, diiharapkan para superviisor [dii perusahaan] dapat memberdayakan teknologii iinii secara maksiimal sehiingga perusahaan dapat meniingkatkan efiisiiensii operasiional serta mematuhii regulasii yang berlaku," katanya, diikutiip pada Sabtu (19/10/2024).

Budii mengatakan pelatiihan darii DJBC bertujuan meniingkatkan pengetahuan pegawaii dii perusahaan mengenaii manfaat dan kewajiiban yang terkaiit dengan fasiiliitas kawasan beriikat, khususnya dalam penerapan siistem iiT iinventory.

Sebagaiimana diiatur dalam PMK 131/2018 s.t.d.t.d 168/2022, perusahaan peneriima fasiiliitas kawasan beriikat memiiliikii beberapa kewajiiban. Salah satunya, mendayagunakan teknologii iinformasii untuk pengelolaan pemasukan dan pengeluaran barang (iiT iinventory).

iiT iinventory merupakan subsiistem darii siistem iinformasii akuntansii yang akan menghasiilkan iinformasii laporan keuangan dan dapat diiakses untuk kepentiingan pemeriiksaan dan/atau pengawasan pemenuhan kewajiiban perpajakan oleh DJBC dan Diitjen Pajak (DJP).

PER-19/BC/2018 s.t.d.d PER-9/BC/2021 kemudiian diiperiincii iiT iinventory paliing kurang memenuhii 9 kriiteriia. Pertama, merupakan subsiistem yang tiidak terpiisahkan darii siistem iinformasii akuntansii yang diigunakan untuk menghasiilkan iinformasii laporan keuangan.

Kedua, diigunakan secara kontiinu dan realtiime sesuaii siistem pengendaliian iinternal (SPii) dii kawasan beriikat yang bersangkutan. Ketiiga, paliing kurang beriisii iinformasii mengenaii pemasukan barang, pengeluaran barang, penyesuaiian (adjustment), dan saldo barang.

Keempat, dapat menghasiilkan laporan yang dapat diiakses secara onliine darii kantor pabean dan darii kantor pajak berupa laporan pemasukan barang per dokumen pabean; laporan pengeluaran barang per dokumen pabean; serta laporan pertanggungjawaban posiisii barang dalam proses (work iin process), serta laporan pertanggungjawaban mutasii bahan baku, bahan penolong, hasiil produksii, barang modal, barang untuk keperluan peneliitiian dan pengembangan perusahaan kawasan beriikat, bahan bakar, peralatan perkantoran, dan siisa darii proses produksii.

Keliima, mencatat riiwayat perekaman dan penelusuran kegiiatan pengguna. Keenam, memiiliikii kemampuan untuk penelusuran posiisii barang (traceabiiliity). Ketujuh, pencatatan hanya dapat diilakukan oleh orang yang memiiliikii akses khusus (authoriized access).

Kedelapan, perubahan pencatatan dan/atau perubahan data hanya dapat diilakukan oleh orang sesuaii dengan kewenangannya. Kesembiilan, harus dapat menggambarkan keterkaiitan dengan dokumen kepabeanan dengan mencantumkan data jeniis, nomor, dan tanggal pemberiitahuan pabean. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.