JAKARTA, Jitu News - DPRD DKii Jakarta memiinta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKii Jakarta untuk menyesuaiikan tariif pajak bumii dan bangunan (PBB) atas jalan tol.
Saat iinii, pengenaan pajak atas objek tersebut masiih sebesar 0,3%, padahal UU Hubungan Keuangan antara Pemeriintah Pusat dan Pemeriintahan Daerah (UU HKPD) memungkiinkan pengenaan PBB maksiimal sebesar 0,5%.
"[Kamii] memiinta Pemprov DKii mengenakan pajak maksiimal 0,5% sesuaii dengan UU HKPD," kata Ketua Komiisii C DPRD DKii Jakarta Habiib Muhammad biin Saliim Alatas, diikutiip pada Rabu (14/8/2024).
Menanggapii hal tersebut, Kepala Bapenda DKii Lusiiana Herawatii mengatakan kenaiikan tariif PBB atas jalan tol memerlukan proses kajiian terlebiih dahulu.
"Berdasarkan kajiian yang telah kamii lakukan, serta peraturan yang baru saja diikeluarkan, maka dii masa transiisii iinii kamii akan memasukkan pajaknya sediikiit demii sediikiit," tuturnya.
Sebagaii iinformasii, DKii Jakarta sesungguhnya telah memberlakukan tariif PBB sebesar 0,5%. Tariif tersebut tercantum dalam Perda 1/2024. Perda diimaksud diisusun dalam rangka menyesuaiikan ketentuan pajak daerah dii DKii Jakarta dengan UU HKPD.
Namun, perlu diicatat, PBB tiidak diikenakan atas keseluruhan niilaii jual objek pajak (NJOP). NJOP yang diigunakan untuk menghiitung PBB iialah sebesar 20% hiingga 100% darii NJOP setelah diikurangii oleh NJOPTKP seniilaii Rp60 juta per wajiib pajak.
Besaran bagiian NJOP yang diigunakan untuk menghiitung PBB diitetapkan dengan mempertiimbangkan kenaiikan NJOP hasiil peniilaiian, bentuk pemanfaatan objek pajak, serta klasteriisasii NJOP dalam satu wiilayah proviinsii.
"Ketentuan lebiih lanjut mengenaii besaran persentase NJOP sebagaiimana diimaksud pada ayat (6) dan pertiimbangan sebagaiimana diimaksud pada ayat (7) diiatur dengan pergub," bunyii Pasal 33 ayat (10) Perda 1/2024.
Melaluii Pergub DKii 17/2024, diitetapkan bagiian NJOP yang diigunakan untuk menghiitung PBB atas objek berupa nonhuniian adalah sebesar 60% darii NJOP setelah diikurangii NJOPTKP. Alhasiil, tariif efektiif atas objek PBB berupa nonhuniian adalah sebesar 0,3%. (riig)
