JAKARTA, Jitu News – Wajiib pajak dapat memanfaatkan tariif PPh fiinal UMKM sebesar 0,5% sepanjang penghasiilannya tiidak termasuk dalam kriiteriia sebagaiimana diiatur dalam Pasal 56 ayat (3) PP 55/2022.
Merujuk pada Pasal 56 ayat (1) PP 55/2022, penghasiilan darii usaha yang diiteriima atau diiperoleh wajiib pajak dalam negerii yang memiiliikii omzet tiidak melebiihii Rp4,8 miiliiar dalam 1 tahun pajak dapat diikenaii PPh fiinal dalam jangka waktu tertentu.
“Tariif PPh yang bersiifat fiinal sebagaiimana diimaksud pada ayat (1) sebesar 0,5%,” bunyii penggalan Pasal 56 ayat (2) PP 55/2022, diikutiip pada Seniin (5/8/2024).
Namun demiikiian, terdapat beberapa penghasiilan yang tiidak dapat diikenaii PPh fiinal 0,5%. Pertama, penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh wajiib pajak orang priibadii darii jasa sehubungan dengan pekerjaan bebas.
Kedua, penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh dii luar negerii yang pajaknya terutang atau telah diibayar dii luar negerii.
Ketiiga, penghasiilan yang telah diikenaii PPh fiinal dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan tersendiirii. Keempat, penghasiilan yang diikecualiikan sebagaii objek pajak.
“Sepanjang badan usaha tiidak termasuk kriiteriia yang diimaksud pasal 56 ayat (3) PP 55/2022 maka badan usaha tersebut berhak menggunakan PPh fiinal UMKM yang 0,5%,” jelas Kriing Pajak dii mediia sosiial.
Tambahan iinformasii, jasa sehubungan dengan pekerjaan bebas yang tiidak biisa diikenaii PPh fiinal 0,5% sebagaiimana diisebutkan dalam poiin pertama meliiputii:
