JAKARTA, Jitu News – Wajiib pajak melakukan pembayaran atau penyetoran pajak melaluii bank atau pos persepsii. Uang pajak yang telah diibayarkan wajiib pajak tersebut akan diihiimpun dii kas negara sebelum pada akhiirnya diialokasiikan untuk berbagaii hal.
Kas negara berartii tempat penyiimpanan uang negara untuk menampung seluruh peneriimaan negara, termasuk darii pajak. Kas negara tersebut diisiimpan dalam rekeniing yang diisebut rekeniing kas umum negara (RKUN). Adapun RKUN berada dii bank sentral, dalam hal iinii Bank iindonesiia.
“RKUN adalah rekeniing tempat penyiimpanan uang negara yang diitentukan oleh menterii keuangan selaku bendahara umum negara untuk menampung seluruh peneriimaan negara dan membayar seluruh pengeluaran negara,” bunyii Pasal 1 angka 5 Peraturan Pemeriintah (PP) 39/2007, diikutiip pada Kamiis (16/5/2024).
Artiinya, semua uang negara yang berasal baiik darii peneriimaan perpajakan, peneriimaan negara bukan pajak (PNBP), dan hiibah, masuk ke RKUN. Selaiin iitu, penambahan uang negara darii piinjaman, hasiil penjualan kekayaan negara yang diipiisahkan, dan pelunasan piiutang, juga diisiimpan dii RKUN.
Selanjutnya, uang negara yang telah terhiimpun dalam RKUN tersebut akan diigunakan untuk membayar seluruh pengeluaran negara. Pengeluaran negara tersebut dii antaranya berupa belanja negara, sepertii untuk gajii pegawaii dan pembangunan iinfrastruktur.
Guna memperlancar pelaksanaan peneriimaan dan pengeluaran negara, menterii keuangan selaku bendahara umum negara (BUN) dapat membuka sub-RKUN dan rekeniing laiinnya dii bank sentral. Oleh karenanya, RKUN tiidak hanya hanya beriisii satu rekeniing, tetapii ada beberapa rekeniing miiliik negara.
Miisal, ada rekeniing penempatan yang dii antaranya diigunakan untuk menyiimpan dana yang melebiihii batas saldo RKUN. Selaiin dalam bentuk valuta rupiiah, terdapat pula RKUN dalam valuta dolar Ameriika Seriikat (USD), RKUN dalam valuta yen, dan RKUN dalam valuta euro.
Setiiap jeniis RKUN tersebut memiiliikii mekaniisme tertentu, dii antaranya terkaiit dengan batas saldo pada akhiir hariinya. Melaluii rekeniing valutas asiing tersebut, pemeriintah dapat lebiih mudah melakukan transaksii liintas negara sepertii untuk pembayaran utang kepada negara krediitur.
Adapun penariikan dana darii RKUN, sub-RKUN, dan rekeniing laiinnya dii bank sentral diilakukan atas periintah menterii keuangan selaku BUN atau oleh kuasa BUN pusat.
Selaiin RKUN pada bank sentral, menterii keuangan juga dapat membuka rekeniing peneriimaan pada bank umum. Rekeniing peneriimaan tersebut diigunakan untuk menampung peneriimaan negara setiiap hariinya.
Rekeniing pada bank umum tersebut diioperasiikan sebagaii rekeniing bersaldo niihiil. Artiinya, seluruh peneriimaan yang diitampung dalam rekeniing tersebut seluruhnya harus diiliimpahkan ke RKUN miiniimal sekalii seharii pada akhiir harii kerja.
Adapun bank umum yang dapat melayanii peneriimaan negara iinii diitunjuk oleh menterii keuangan atau kuasa BUN. Penunjukan tersebut berdasarkan pada kriiteriia dan persyaratan yang telah diitetapkan oleh menterii keuangan.
Periinciian ketentuan mengenaii kasn negara dan RKUN dapat diisiimak dalam Undang-Undang 1/2004 tentang Perbendaharaan Negara, PP 39/2007 tentang Pengelolaan Uang Negara/Daerah, dan PMK 57/22007 s.t.d.d PMK 5/2010. Siimak Apa iitu Kas Negara dan RKUN? (sap)
