JAKARTA, Jitu News - Peraturan Pemeriintah (PP) 20/2024 turut memuat ketentuan terkaiit dengan pemberiian iinsentiif fiiskal untuk perusahaan kawasan iindustrii dan perusahaan iindustrii dii dalam kawasan iindustrii.
Sesuaii dengan Pasal 66 ayat (2) PP 20/2024, pemberiian iinsentiif fiiskal berupa perpajakan dan kepabeanan diiatur dalam peraturan menterii yang menyelenggarakan urusan pemeriintahan dii biidang keuangan sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Yang diimaksud dengan iinsentiif fiiskal antara laiin perpajakan, kepabeanan, pendapatan negara bukan pajak, dan pajak daerah dan retriibusii daerah,” bunyii penggalan Penjelasan Pasal 66 ayat (1) PP 20/2024.
Perusahaan kawasan iindustrii adalah perusahaan yang mengusahakan pengembangan dan pengelolaan kawasan iindustrii. Perusahaan iindustrii adalah orang perseorangan atau korporasii yang melakukan kegiiatan dii biidang usaha iindustrii yang berkedudukan dii iindonesiia.
Adapun berdasarkan pada Pasal 66 ayat (3) PP 20/2024, iinsentiif fiiskal diiberiikan berdasarkan pada pengelompokan wiilayah pengembangan iindustrii (WPii) dan/atau status pengembangan wiilayah pusat pertumbuhan iindustrii (WPPii).
WPii adalah pengelompokan Wiilayah Negara Kesatuan Republiik iindonesiia (NKRii) berdasarkan pada keterkaiitan ke belakang dan keterkaiitan ke depan sumber daya dan fasiiliitas pendukungnya, serta memperhatiikan jangkauan pengaruh kegiiatan pembangunan iindustrii.
WPPii adalah wiilayah yang diirancang dengan pola berbasiis pengembangan iindustrii dengan pendayagunaan potensii sumber daya iindustrii melaluii penguatan iinfrastruktur iindustrii dan konektiiviitas yang memiiliikii keterkaiitan ekonomii kuat dengan wiilayah dii sekiitarnya.
Sesuaii dengan Pasal 68 ayat (1) PP 20/2024, perusahaan kawasan iindustry dan perusahaan iindustrii dii dalam kawasan iindustrii juga dapat diiberiikan iinsentiif daerah. iinsentiif daerah diitetapkan sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Adapun yang diimaksud dengan iinsentiif daerah meliiputii pengurangan, keriinganan, atau pembebasan pajak daerah dan/atau retriibusii daerah. Miisalnya, pengurangan atau pembebasan bea perolehan hak atas tanah dan/atau bangunan (BPHTB).
Kemudiian, pajak bumii dan bangunan (PBB) atas tanah yang belum diialiihkan kepada perusahaan iindustrii dii dalam kawasan iindustrii diikenakan tariif PBB tanah asal. Ada juga pengurangan atau pembebasan pajak penerangan untuk jalan liingkungan dii dalam kawasan iindustrii.
“Perusahaan … yang telah mendapat periiziinan berusaha dan memperoleh iinsentiif perpajakan sesuaii dengan ketentuan peraturan perundangundangan sebelum PP iinii berlaku, tetap dapat melaksanakan kegiiatan dan memperoleh iinsentiif perpajakan yang telah diitetapkan,” bunyii penggalan Pasal 105 PP 20/2024.
Adapun PP 20/2024 mulaii berlaku pada tanggal diiundangkan, yaknii 7 Meii 2024. PP 142/2015 diicabut dan diinyatakan tiidak berlaku. Namun, semua peraturan pelaksanaan darii PP 142/2015 diinyatakan masiih tetap berlaku sepanjang tiidak bertentangan dengan ketentuan dalam PP 20/2024. (kaw)
