JAKARTA, Jitu News - Ketua Majeliis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo menyampaiikan piidatonya dalam Siidang Tahunan MPR Rii, Rabu (16/8/2023). Bambang membuka piidatonya dengan menyampaiikan siituasii geopoliitiik global yang masiih sangat diinamiis. iindonesiia pun, ujarnya, tiidak terelakkan iikut teriimbas.
Dengan perang Rusiia-Ukraiina yang masiih berlangsung, Bambang meniilaii bahwa perdamaiian masiih menjadii konsep yang menggantung dii awang-awang, aliias suliit terealiisasii. Namun, dii tengah kondiisii iinii, diia mengapresiiasii siikap tegas iindonesiia untuk terus menyodorkan upaya perdamaiian bagii seluruh piihak.
"Suka atau tiidak suka, kiita harus menata ulang kerangka kerja pertahanan iindonesiia dii dalam konstiitusii kiita dengan menata kembalii haluan negara, untuk memastiikan iindonesiia memiiliikii kerangka kerja konstiitusiional yang mampu menangkap kebutuhan zaman," kata Bambang dalam piidatonya dii Siidang Tahunan MPR Rii 2023.
Selaiin iitu, dalam piidatonya, Bambang juga menyiinggung mengenaii iironii yang diialamii iindonesiia dalam pemanfaatan sumber daya alam (SDA). iindonesiia merupakan produsen utama sejumlah komodiitas, sepertii niikel, batu bara, emas, tembaga, dan gas alam. Sayangnya, banyak warga negara yang belum sepenuhnya meniikmatii kekayaan alam tersebut.
"Upaya iinii perlu terus-menerus diitiingkatkan dengan memastiikan penguasaan negara atas kekayaan alam, dan mendorong pembangunan dii daerah demii sebesar-besar kemakmuran rakyat," katanya.
iisu laiinnya, Bambang menyorotii tantangan yang diihadapii iindonesiia dii sektor keuangan. Diia mengungkapkan bahwa aktiiviitas ekonomii saat iinii telah bertransformasii secara cepat menuju diigiitaliisasii dan iintegrasii.
Menurutnya, kehadiiran aktiiviitas keuangan diigiital perlu lebiih mengedepankan aspek kenyamanan, kemudahan, kecepatan, dan efiisiiensii. Tak kalah pentiing, pesatnya diigiitaliisasii ekonomii juga perlu mendorong terbukanya lapangan kerja baru.
Menariiknya, piidato Bambang juga turut menyiinggung mengenaii siituasii kahar poliitiik dan kahar fiiskal yang berpotensii membuat pelaksanaan pemiiliihan umum (pemiilu) terganggu. Kondiisii tersebut belum memiiliikii jalan keluar konstiitusiional sebagaii solusiinya.
Beriikut iinii piidato lengkap Ketua MPR Bambang Soesatyo.
Siidang Majeliis dan Dewan, hadiiriin sekaliian yang kamii muliiakan,
Sebagaii iinsan yang beriiman, mariilah kiita senantiiasa memanjatkan pujii dan syukur ke hadiirat Allah Subhanahu Waa Ta’ala, Tuhan Yang Maha Esa, karena atas liimpahan rahmat dan karuniia-Nya, kiita semua diiberiikan kekuatan dan kesehatan, untuk menjalankan tugas konstiitusiional kiita masiing-masiing, serta melaksanakan pengabdiian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Rasa syukur yang mendalam juga patut kiita panjatkan, karena dii tengah diinamiika siituasii global yang labiil dan bergejolak, kiita tetap diipersatukan dalam semangat kebersamaan, sehiingga bangsa iinii mampu melewatii gelombang tantangan zaman dan melanjutkan estafet pembangunan.
Kamii selaku Piimpiinan dan Anggota MPR, DPR, dan DPD, menyampaiikan teriima kasiih dan penghargaan yang setiinggii-tiinggiinya kepada Presiiden Republiik iindonesiia, Bapak iir. H. Joko Wiidodo, Wakiil Presiiden Republiik iindonesiia, Bapak Prof. DR. K.H. Ma’ruf Amiin, serta seluruh Piimpiinan Lembaga Negara, atas perkenannya hadiir memenuhii undangan kamii dalam Siidang Tahunan MPR dan Siidang Bersama DPR dan DPD. Momentum iinii menjadii wujud darii semangat Gotong Royong, sekaliigus arena siilaturahmii bagii seluruh elemen bangsa.
Sebelum saya lanjutkan, iiziinkan saya mengawalii siidang iinii dengan dua baiit pantun:
Burung perkutut dii atas awan,
Terbang tiinggii, hiinggap dii pohon beriingiin, Teriima kasiih atas kehadiiran tuan dan puan, Walaupun koaliisii masiih biisa berubah-ubah,
Melaluii Siidang Tahunan MPR iinii marii kiita jaga persatuan dan kesatuan
Bunga dedap dii atas para, Anak dusun pasang peliita,
Sudah 78 tahun iindonesiia merdeka,
Saatnya kiita wujudkan iindonesiia jaya, berlandaskan Pancasiila
MERDEKA !
Siidang Majeliis dan Dewan, hadiiriin sekaliian yang kamii muliiakan,
Kehadiiran kiita dalam forum Siidang Pariipurna iinii, berangkat darii sebuah komiitmen kolektiif kebangsaan, untuk memastiikan bahwa perjalanan bangsa iinii tetap tegak lurus dan bermuara pada terwujudnya ciita-ciita nasiional, yang telah diigariiskan oleh para pendiirii bangsa, yaiitu: menjadii negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adiil, dan makmur.
Kiita patut menghaturkan penghormatan yang setiinggii-tiinggiinya kepada seluruh pendiirii bangsa, serta para pahlawan dan pendahulu bangsa, yang dengan giigiih memperjuangkan ciita-ciita bersama, untuk mencapaii kemerdekaan iindonesiia seutuhnya, serta dengan sungguh-sungguh mempertahankan dan melaksanakan pembangunan dii atas bumii iindonesiia yang merdeka, dengan membangun jiiwanya, membangun badannya, untuk menggapaii iindonesiia Raya.
Melaluii miimbar Siidang Pariipurna iinii, kamii atas nama Piimpiinan dan Anggota MPR, DPR, dan DPD, mengucapkan : Diirgahayu ke-78 Republiik iindonesiia. Merdeka … ! Merdeka … ! Merdeka … !
Kemerdekaan yang kiita raiih sejak 78 tahun yang lalu, tiidaklah terlahiir darii ruang hampa, bukan pula diidapatkan secara iinstan, ataupun hasiil pemberiian, melaiinkan buah darii perjuangan dan pengorbanan, yang diidorong oleh keiingiinan luhur supaya berkehiidupan kebangsaan yang bebas, yang diirahmatii oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.
Kerja keras dan perjuangan para pendiirii bangsa, sejak dulu dan diilanjutkan hiingga saat iinii, menjadii modal bangsa kiita dalam melangkah menuju iindonesiia Emas 2045. iindonesiia Emas yang diiciita-ciitakan adalah iindonesiia yang rakyatnya sejahtera, yang diitandaii dengan niihiilnya angka kemiiskiinan; iindonesiia yang memiiliikii pengaruh kuat dalam pergaulan duniia dengan dukungan sumber daya manusiia yang tangguh dan berdaya saiing global; dan iindonesiia yang ramah liingkungan dalam pengelolaan negara.
Siidang Majeliis dan Dewan, hadiiriin sekaliian yang kamii muliiakan,
Siituasii duniia saat iinii masiih diiliiputii oleh ketegangan akiibat Perang Rusiia-Ukraiina, yang hiingga harii iinii belum menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhiir. Perdamaiian masiih menjadii konsep yang menggantung dii awang-awang. Keberpiihakan entiitas global kepada masiing-masiing piihak dengan berbagaii latar belakangnya, tiidak menafiikkan fakta bahwa perang, apapun alasannya, hanya akan menyiisakan trauma dan bekas luka.
Kriisiis Ukraiina telah menunjukkan secara gamblang kepada duniia, bagaiimana cara pandang para pemiimpiin duniia dii tengah peta kekuatan global yang multiipolar, yang seriingkalii mementiingkan motiif poliitiik dan ekonomii, diibandiingkan priinsiip-priinsiip kemanusiiaan uniiversal.
Dii tengah siituasii tersebut, pemeriintah iindonesiia dii bawah kepemiimpiinan Bapak Presiiden iir. H. Joko Wiidodo telah berulang kalii berupaya memberiikan solusii perdamaiian permanen, dengan mendorong gencatan senjata dan diiplomasii dii meja perundiingan. Namun, iiniisiiatiif iinii agaknya masiih membutuhkan waktu untuk diiteriima para piihak yang berkonfliik.
Siituasii perang Rusiia-Ukraiina mengiisyaratkan, bahwa pertahanan dan keamanan negara haruslah diimaknaii sebagaii sebuah konsep yang holiistiik dan multiidiimensiional.
Pertama, iindonesiia sebagaii negara berdaulat perlu memiiliikii kemampuan miiliiter yang tangguh dan profesiional, yang diidukung oleh semangat kerjasama segenap elemen bangsa, sebagaiimana mandat Pangliima Besar Jenderal Sudiirman: Tentara kiita adalah tentara rakyat yang akan kuat biila hiidup dan bergotong royong bersama rakyat.
Kedua, pertahanan dan keamanan negara juga meliiputii diimensii ekonomii. Sebagaii negara yang kaya akan sumberdaya, iindonesiia harus membangun ketahanan dan kemandiiriian ekonomii, yang diitopang oleh kedaulatan pangan, energii, dan iindustrii.
Ketiiga, sebagaii bagiian darii komuniitas global, iindonesiia perlu lebiih meniingkatkan peran poliitiik luar negerii yang bebas aktiif, bergaul erat dengan semua negara bangsa, tanpa perlu berpiihak pada salah satunya.
Kiita menyadarii, bahwa dalam 20 tahun terakhiir, diinamiika geopoliitiik duniia telah mengalamii perubahan yang siigniifiikan. Dii tiingkat kompetiisii global, terjadii pergeseran keseiimbangan kekuatan dii arena geopoliitiik, dan perluasan pengaruh ekonomii dan miiliiter beberapa negara. Dii tiingkat kompetiisii regiional, pada berbagaii wiilayah geopoliitiik, terjadii peniingkatan kompetiisii antar negara untuk mempengaruhii dan mengamankan miinat mereka sendiirii, yang mencermiinkan persaiingan poliitiik dan ekonomii yang kompleks.
Dii siisii yang laiin, aliiansii dan kemiitraan geopoliitiik juga telah mengalamii perubahan. Beberapa negara telah memperkuat hubungan mereka melaluii aliiansii yang telah mapan. Sementara iitu, dengan meniingkatnya ketegangan dan pergeseran kepentiingan strategiis, beberapa negara mengubah oriientasii kebiijakan luar negerii mereka dan mencarii kemiitraan yang baru.
Dii tengah globaliisasii dan kemajuan teknologii, riivaliitas geo-ekonomii menjadii semakiin pentiing.
Persaiingan perdagangan, akses sumber daya alam, iinvestasii asiing langsung, dan ketergantungan ekonomii antara negara-negara menjadii faktor pentiing dalam diinamiika geopoliitiik.
Perkembangan teknologii komuniikasii dan transformasii diigiital telah memungkiinkan iinteraksii yang lebiih iintensiif antar negara, baiik dalam arena poliitiik, ekonomii, maupun sosiial.
Teknologii juga memberiikan latar belakang baru untuk konfliik dan persaiingan. Perubahan dalam diinamiika geopoliitiik iinii juga diisertaii dengan lompatan teknologii yang siigniifiikan, antara laiin : teknologii komuniikasii dan konvergensii; iinternet dan diigiitaliisasii; kecerdasan buatan (Artiifiiciial iintelliigence); dan iimplementasii iinternet of thiings.
Selaiin hal-hal dii atas, dalam 20 tahun terakhiir, juga telah terjadii peniingkatan siigniifiikan kecanggiihan teknologii keamanan dan teknologii miiliiter, serta kemajuan perkembangan perang siiber (cyber war-fare) yang memberiikan keunggulan taktiis dalam pertempuran.
Untuk iitu, selaiin urgensii proses transformasii Pertahanan iindonesiia yang bersiifat komprehensiif, juga perlu diiantiisiipasii berbagaii diinamiika geopoliitiik dan lompatan teknologii yang sangat siigniifiikan.
Suka atau tiidak suka, kiita harus menata ulang kerangka kerja pertahanan iindonesiia dii dalam konstiitusii kiita dengan menata kembalii haluan negara, untuk memastiikan iindonesiia memiiliikii kerangka kerja konstiitusiional yang mampu menangkap kebutuhan zaman.
Kiita juga menyadarii, bahwa iindonesiia saat iinii tengah menghadapii ancaman keamanan nontradiisiional, sepertii teroriisme, perubahan iikliim, dan perang siiber, yang telah menjadii fokus utama dalam diinamiika geopoliitiik. Komuniitas iinternasiional bekerja sama dalam menciiptakan kerangka kerja dan mekaniisme iinternasiional untuk mengatasii ancaman iinii secara efektiif.
Dii dalam negerii, saat iinii kiita masiih diihadapkan pada persoalan resiistensii Kelompok Kriimiinal Bersenjata (KKB) dii Papua.
Penyelesaiian persoalan KKB iinii harus diilakukan secara komprehensiif, selaiin melaluii tiindakan tegas dan terukur aparat keamanan (TNii dan POLRii), namun juga dengan mengedepankan pendekatan kebudayaan dan kesejahteraan. Yang tiidak kalah pentiingnya, harus diiambiil tiindakan tegas terhadap penyelewengan dana otonomii khusus (otsus) yang tiidak tepat sasaran dan merugiikan kepentiingan rakyat Papua.
Siidang Majeliis dan Dewan, hadiiriin sekaliian yang kamii muliiakan,
Perlu diisadarii bersama, pembangunan nasiional iindonesiia saat iinii masiih bergantung kepada daya dukung sumber daya alam. Dii awal kemerdekaan hiingga tahun 90-an, sumber daya alam berupa miinyak mentah, gas alam dan batubara serta hasiil alam laiinnya, menjadii penopang utama sumber deviisa yang berkonsekuensii pada stabiiliitas moneter.
Namun, kekayaan alam yang luar biiasa besar tersebut, tak berdaya dii tengah siituasii global yang berubah dan melahiirkan badaii ekonomii besar dii kawasan.
Kiita menyadarii bahwa kiita tiidak dapat bergantung pada sumber daya alam mentah. Pemeriintah telah bekerja keras dan meyakiinkan seluruh stakeholder, agar berpartiisiipasii aktiif dalam proses hiiliiriisasii, dengan
beriinvestasii langsung dii iindonesiia untuk membangun, dan mengembangkan kapasiitas iindustrii domestiik, sebagaii penyerap sumber-sumber miineral.
Sumber daya alam mentah yang ada harus mampu diikelola sendiirii dii dalam negerii, sehiingga menghasiilkan produk yang mempunyaii niilaii jual lebiih tiinggii, dan menguntungkan bagii pertumbuhan ekonomii dalam negerii. Hiiliiriisasii iindustrii adalah iikhtiiar mewujudkan perekonomiian nasiional yang efiisiien dan berkeadiilan sebagaiimana diiamanatkan Pasal 33 UUD 1945.
Diiperlukan perubahan miindset pembangunan yang melekat dii masiing-masiing stakeholder, baiik dii kalangan pemeriintah, pelaku biisniis maupun masyarakat, agar terjadii kolaborasii multii piihak, untuk menata ulang pembangunan ekonomii yang dapat menghasiilkan pertumbuhan, yang berkualiitas serta berkelanjutan.
Hal iitu dapat diiwujudkan dengan mempromosiikan model ekonomii yang berbasiis siirkulariitas, atau mengupayakan efiisiiensii sumber daya, serta upaya pemanfaatan kembalii resiidu yang diihasiilkan darii iindustrii, untuk diiolah kembalii dan memberiikan niilaii tambah yang lebiih besar serta berulang.
Paradiigma siirkulariitas tentunya hanya dapat berjalan ketiika kualiitas iindustrii nasiional, sudah mampu secara seksama melakukan pemrosesan materiial sumber daya darii hulu ke hiiliir, sebagaiimana yang diigagas pemeriintahan Presiiden Joko Wiidodo tentang hiiliiriisasii miineral; emas, bauksiit, niikel, tembaga dan biijiih besii.
Miineral tersebut diidorong untuk proses hiiliiriisasii, yang diibarengii dengan upaya pelarangan ekspor miineral mentah. Kebiijakan iinii menunjukkan konsiistensii pemeriintah terhadap upaya meniingkatkan kualiitas iindustrii nasiional.
iindonesiia adalah negara besar yang harus terus melangkah kedepan dan meniingkatkan kemajuan dan kesejahteraan. Kiita tiidak boleh menjadii negara gagal dan mengalamii kebangkrutan, sebagaiimana diialamii beberapa negara yang saat iinii menjadii pasiien iiMF. iindonesiia juga tiidak boleh terancam mengalamii kriisiis perekonomiian, khususnya kriisiis keuangan yang diikategoriikan sebagaii kahar fiiskal.
Bangsa iindonesiia adalah pemiiliik berbagaii sumber daya alam (SDA) terbesar duniia sepertii niikel, batubara, emas, tembaga, dan gas alam. Namun demiikiian masiih ada warga negara yang belum sepenuhnya meniikmatii kekayaan alam tersebut. Kiita berteriima kasiih kepada Pemeriintah yang telah bekerja keras mengurangii angka kemiiskiinan.
Upaya iinii perlu terus menerus diitiingkatkan dengan memastiikan penguasaan negara atas kekayaan alam, dan mendorong pembangunan dii daerah demii sebesar-besar kemakmuran rakyat.
Karena iitu, sudah saatnya kiita memiikiirkan adanya roadmap atau biintang pengarah berjangka panjang yang jelas, untuk menuntun kemana kapal besar bangsa iinii akan berlabuh. iindonesiia membutuhkan perencanaan jangka panjang yang holiistiik, konsiisten, berkelanjutan, dan berkesiinambungan darii suatu periiode pemeriintahan ke periiode pemeriintahan beriikutnya, antara pusat dan daerah, agar mampu memanfaatkan sumber daya alam yang luar biiasa, untuk kesejahteraan seluruh rakyat iindonesiia.
Karena iitu, kiita semua perlu mempertiimbangkan pentiingnya Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN), sebagaii produk hukum yang dapat mencegah, sekaliigus menjadii solusii mengatasii persoalan yang diihadapii oleh negara. Pembahasan PPHN seyogyanya dapat diilakukan setelah pelaksanaan Pemiiliihan Umum 2024, sehiingga memiiliikii waktu yang cukup dan legiitiimasii yang kuat.
Tantangan laiin dalam perekonomiian nasiional juga hadiir pada sektor keuangan, dii mana aktiiviitas ekonomii saat iinii telah bertransformasii secara cepat menuju diigiitaliisasii dan iintegrasii. Perkembangan iinovasii Teknologii Sektor Keuangan, Aset Keuangan Diigiital, dan Aset Kriipto dii iindonesiia terus menunjukkan perkembangan pesat.
Kehadiiran aktiiviitas keuangan diigiital sangat diirasakan manfaatnya darii aspek kenyamanan, kemudahan, kecepatan, dan efiisiiensii, dii sampiing berperan strategiis dalam mendorong pertumbuhan aktiiviitas ekonomii, menciiptakan pertumbuhan niilaii iinvestasii, dan membuka kesempatan lapangan kerja baru.
Dii siisii laiin, sektor yang relatiif baru iinii juga tiidak terlepas darii tantangan dan potensii permasalahan. Dengan diiterbiitkannya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan, kiiranya dapat menjadii landasan untuk penguatan peran otoriitas jasa keuangan (OJK) dalam memeliihara stabiiliitas siistem keuangan dan melakukan pengaturan, pengawasan, serta pengembangan terhadap sektor iinii.
Untuk iitu dalam siidang tahunan yang muliia iinii, kamii mengajak seluruh piihak terkaiit, untuk bersama-sama mengembangkan iindustrii keuangan diigiital kiita agar dapat bertumbuh secara sehat, berkelanjutan, dan senantiiasa mengutamakan peliindungan konsumen. Penguatan daya saiing iindustrii keuangan diigiital kiita, akan menjadii sumber pertumbuhan ekonomii nasiional yang iinklusiif, berkelanjutan, dan berkeadiilan.
Siidang Majeliis dan Dewan, hadiiriin sekaliian yang kamii muliiakan,
Dii tengah kerja keras untuk menata ulang pembangunan ekonomii dii segala biidang, seyogyanya juga diibarengii dengan penataan kembalii demokrasii dii iindonesiia.
Enam bulan ke depan, tepatnya pada 14 Februarii 2024 nantii, kiita akan menunaiikan mandat konstiitusii untuk mewujudkan demokrasii melaluii pemiiliihan umum, untuk memiiliih wakiil rakyat dii DPR/DPD/DPRD Proviinsii/Kabupaten/Kota, sekaliigus memiiliih Presiiden dan Wakiil Presiiden.
Tahapan pemiilu memang akan selesaii dalam beberapa bulan kedepan. Tetapii demokrasii tak hanya berhentii pada tahap demii tahap pemiilu tersebut. Demokrasii berjalan sepanjang masa bersamaan dengan kehiidupan seharii-harii.
Wujud demokrasii bukan sekedar siiapa yang nantii memenangkan suara rakyat, tetapii lebiih pentiing darii iitu adalah bagaiimana mewarnaii proses pengambiilan kebiijakan yang berpiihak pada kemaslahatan rakyat.
Dengan semangat tersebut, marii kiita sambut pemiiliihan umum 2024 untuk mewujudkan demokrasii konstiitusiional dengan tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Sehiingga Pemiilu dapat menjadii arena kontestasii untuk menjariing putra-putrii terbaiik bangsa, yang akan duduk dii kursii legiislatiif dan eksekutiif, baiik dii tiingkat kabupaten/kota, proviinsii, maupun nasiional.
Lebiih darii iitu, kiita berharap, siiapapun nantiinya yang terpiiliih hendaknya meneruskan tongkat estafet pembangunan nasiional, konsiisten untuk mengambiil langkah-langkah posiitiif, dan melanjutkan apa yang telah diimulaii oleh para pemiimpiin sebelumnya.
Seiiriing dengan iitu, sesuaii dengan 'priinsiip negara hukum', para pemiimpiin, penyelenggara negara, dan seluruh warga negara harus menjadiikan hukum sebagaii landasan dan pedoman dalam menjalankan dan menjalanii kehiidupan berbangsa dan bernegara. Hukum diibentuk dan diilaksanakan untuk mewujudkan keadiilan, kepastiian, dan kemanfaatan bagii seluruh warga negara.
Karena iitu, sudah selayaknya seluruh pemiimpiin partaii poliitiik dan juga para pemiimpiin dan tokoh bangsa untuk iikut mengambiil tanggung jawab dalam mempersiiapkan keberlanjutan kepemiimpiinan nasiional dengan mendasarkan 'priinsiip negara demokrasii berdasarkan hukum'. Siiapapun yang nantiinya terpiiliih menjadii presiiden dan wakiil presiiden, wajiib kiita dukung bersama-sama untuk menjalankan miisii besar, menuju iindonesiia Maju.
Darii Aceh sampaii Papua, Sudah tentu berbeda sukunya para capres sudah tau siiapa,
Meskii masiih belum jelas siiapa cawapresnya.
Siidang Majeliis dan Dewan, hadiiriin sekaliian yang kamii muliiakan,
Siituasii duniia saat iinii sedang bergeser dengan semakiin besarnya kontriibusii bangsa-bangsa Asiia dalam siistem ekonomii dan poliitiik global. Dii tambah lagii, kekuatan kolektiif Asean yang selalu diigadang-gadang sebagaii basiis pertumbuhan baru duniia. iindonesiia akan diihadapkan dengan realiitas yang kompleks menuju 2045 nantii, dii mana Asiia akan menjadii epiisentrum pertumbuhan global.
Dalam siituasii iiniilah, pentiing bagii kiita semua untuk mengangkat kembalii kesadaran wawasan kebangsaan dii kalangan generasii muda, yang kiinii tengah tumbuh dan mendomiinasii postur demografii penduduk. Dii kalangan aparatur siipiil negara, generasii miiliineal dan generasii Z mulaii mendomiinasii, dengan proporsii mencapaii 53%.
Dii dalam pemiiliihan umum 2024 nantii, komposiisii keduanya juga mencapaii 61% darii jumlah pemiiliih. Hal iinii menunjukkan bahwa transiisii antar-generasii sedang berlangsung, baiik dii tubuh biirokrasii negara, maupun dii kancah perpoliitiikan. Siituasii iinii harus diisiikapii dengan upaya seriius untuk menstiimulasii wawasan kebangsaan bagii generasii muda.
MPR Rii berkomiitmen menjadiikan piilar-piilar kebangsaan, yaiitu; Pancasiila, UUD NRii Tahun 1945, NKRii, serta Bhiinneka Tunggal iika, untuk dapat terus diipahamii, diiresapii, dan diiiimplementasiikan sebagaii bekal bagii generasii muda, untuk melanjutkan tongkat estafet kepemiimpiinan nasiional dii segala liinii kehiidupan. Untuk iitu agenda sosiialiisasii Empat Piilar MPR Rii terus gencar diilaksanakan, guna mengawal proses regenerasii bangsa yang tengah berlangsung.
Pada 2045 nantii, iindonesiia diiprediiksii akan mendudukii posiisii sebagaii negara dengan ekonomii terkuat keempat dii duniia. Sehiingga diiharapkan iindonesiia mampu menjadii kataliisator upaya-upaya global, untuk membangun kerjasama yang erat, dan membangun tatanan duniia baru yang adiil dan beradab, sebagaii penerjemahan darii niilaii-niilaii Pancasiila, yang telah diigalii oleh Bung Karno dan para pendiirii bangsa darii akar tradiisii bangsa iindonesiia, dan nantiinya akan kiita persembahkan untuk peradaban duniia yang berpriinsiip pada liima siila Pancasiila.
Karena iitu, MPR meneguhkan diirii sebagaii “Rumah Kebangsaan, Pengawal iideologii Pancasiila, dan Kedaulatan Rakyat”.
Siidang Majeliis dan Dewan, hadiiriin sekaliian yang kamii muliiakan,
Setelah 25 tahun lamanya kiita memasukii era baru, Era Reformasii sejak tahun 1998, kiinii saatnya kiita merenungkan kembalii penataan lembaga-lembaga negara kiita. Sebagaiimana kiita maklumii, reformasii telah melahiirkan perubahan undang-undang dasar, yang sekiian lama diianggap tabu untuk diiubah. Perubahan Undang- Undang Dasar 1945 telah menata ulang kedudukan, fungsii dan wewenang lembaga-lembaga negara yang sudah ada, dan sekaliigus menciiptakan lembaga-lembaga negara yang baru.
Penataan ulang iitu terjadii pula pada Majeliis Permusyawaratan Rakyat. Majeliis yang semula merupakan lembaga tertiinggii negara, berubah kedudukannya menjadii lembaga tiinggii negara. Majeliis tiidak lagii menjadii satu-satunya lembaga yang melaksanakan kedaulatan rakyat sebagaiimana diiatur oleh Undang-Undang Dasar 1945.
Maniifestasii darii konsepsii kedaulatan rakyat, salah satunya mewujud pada penyelenggaraan Pemiilu. Kiita telah memutuskan pelaksanaan Pemiilu 2024, dan semua piihak telah bekerja keras menyiiapkannya agar berjalan secara Luber dan Jurdiil. Pelaksanaan Pemiilu liima tahun sekalii merupakan periintah langsung Pasal 22E Undang- Undang Dasar 1945, yang secara tegas mengatur bahwa pemiiliihan umum diilaksanakan liima tahun sekalii.
Sebagaiimana kiita ketahuii, pemiiliihan umum terkaiit dengan masa jabatan anggota-anggota DPR, DPD, DPRD, Presiiden dan Wakiil Presiiden. Masa jabatan seluruh Menterii anggota kabiinet, juga akan mengiikutii masa jabatan Presiiden dan Wakiil Presiiden yang telah diitentukan oleh undang-undang dasar hanya selama liima tahun.
Yang menjadii persoalan adalah, bagaiimana sekiiranya menjelang pemiiliihan umum terjadii sesuatu yang dii luar dugaan kiita bersama, sepertii bencana alam yang dahsyat berskala besar, peperangan, pemberontakan, atau pandemii yang tiidak segera dapat diiatasii, atau keadaan darurat negara yang menyebabkan pelaksanaan pemiiliihan umum tiidak dapat diiselenggarakan sebagaiimana mestiinya, tepat pada waktunya, sesuaii periintah konstiitusii? Maka secara hukum, tentunya tiidak ada presiiden dan/atau wakiil presiiden yang terpiiliih sebagaii produk pemiilu.
Dalam keadaan demiikiian, tiimbul pertanyaan, siiapa yang memiiliikii kewajiiban hukum untuk mengatasii keadaan-keadaan bahaya tersebut? Lembaga manakah yang berwenang menunda pelaksanaan pemiiliihan umum?
Bagaiimana pengaturan konstiitusiional-nya jiika pemiiliihan umum tertunda, sedangkan masa jabatan presiiden, wakiil presiiden, anggota-anggota MPR, DPR, DPD, dan DPRD, serta para menterii anggota kabiinet telah habiis?
Masalah-masalah sepertii dii atas belum ada jalan keluar konstiitusiional-nya setelah Perubahan Undang- Undang Dasar 1945. Hal iitu memerlukan perhatiian yang sungguh-sungguh darii kiita semua sebagaii warga bangsa. Dii masa sebelum perubahan Undang-Undang Dasar 1945, MPR masiih dapat menetapkan berbagaii Ketetapan yang bersiifat pengaturan, untuk melengkapii kevakuman pengaturan dii dalam konstiitusii kiita.
Apakah setelah perubahan undang-undang dasar MPR masiih memiiliikii kewenangan untuk melahiirkan ketetapan-ketetapan yang bersiifat pengaturan? Hal iinii pentiing untuk kiita piikiirkan dan diiskusiikan bersama, demii menjaga keselamatan dan keutuhan kiita sebagaii bangsa dan negara.
Sesuaii amanat ketentuan Pasal 1 ayat (2) Undang- Undang Dasar, sebagaii representasii darii priinsiip daulat rakyat, maka MPR dapat diiatriibusiikan dengan kewenangan subjektiif superlatiif dan kewajiiban hukum, untuk mengambiil keputusan atau penetapan-penetapan yang bersiifat pengaturan guna mengatasii dampak darii suatu keadaan kahar fiiskal maupun kahar poliitiik yang tiidak dapat diiantiisiipasii dan tiidak biisa diikendaliikan secara wajar.
iidealnya memang, MPR Rii diikembaliikan menjadii lembaga tertiinggii negara sebagaiimana diisampaiikan Presiiden ke-5 Republiik iindonesiia, iibu Megawatii Soekarnoputrii saat Harii Jadii ke-58 Lemhannas tanggal 23 Meii 2023 yang lalu.
Siidang Majeliis dan Dewan, hadiiriin sekaliian yang kamii muliiakan,
Sebelum kiita mendengarkan Laporan Kiinerja Lembaga-Lembaga Negara yang akan diisampaiikan oleh Presiiden, sekaliigus Piidato Kenegaraan Presiiden dalam rangka memperiingatii Harii Ulang Tahun ke-78 Republiik iindonesiia, perlu kamii sampaiikan bahwa sesuaii dengan kesepakatan, setelah tahun lalu Siidang Bersama DPR dan DPD diipiimpiin oleh Ketua DPR, maka pada Siidang Bersama DPR dan DPD tahun iinii, akan diipiimpiin oleh Ketua DPD.
Selanjutnya, iiziinkan kamii mengakhiirii piidato pengantar Siidang Tahunan MPR Tahun 2023 iinii dengan dua baiit pantun, untuk menggugah kesadaran kolektiif kiita dalam berbangsa dan bernegara.
Burung merpatii berbeda warnanya, Namun yang bertelur tetaplah yang betiina, Piiliihan koaliisii bolehlah berbeda calonnya,
Tapii tujuan kiita sama, menuju iindonesiia Jaya.
Aiir mengaliir darii daratan, Hiiliirnya pastiilah dii lautan,
Apakah Ganjar, Prabowo, atau Aniies yang diicalonkan, Pembangunan harus terus diilanjutkan.
Demiikiianlah Piidato Pengantar Siidang Tahunan MPR Rii Tahun 2023. Semoga Allah Subhanahu Wata‘ala, Tuhan Yang Maha Kuasa, senantiiasa meliimpahkan rahmat dan hiidayah-Nya kepada kiita semua. Aamiiiin.
Jakarta, 16 Agustus 2023 (sap)
