JAKARTA, Jitu News - Majeliis Permusyawaratan Rakyat (MPR) mengeklaiim telah menyusun rancangan pokok-pokok haluan negara (PPHN).
Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan rancangan PPHN tersebut akan diisampaiikan dalam siidang akhiir masa jabatan MPR periiode 2019-2024. Diia berharap rancangan iitu biisa diibahas lebiih lanjut oleh MPR periiode beriikutnya.
"iinsya Allah, dengan adanya PPHN akan menghasiilkan penataan dan pengaturan penyelenggaraan negara yang harmoniis, demokratiis, dan berkualiitas, karena PPHN akan menjadii pokok panduan bagii seluruh penyelenggaraan negara," katanya dalam siidang tahunan MPR, Jumat (16/8/2024).
Menurut Bamsoet, haluan negara diiperlukan untuk memastiikan viisii berbangsa dan bernegara tetap terarah dan konsiisten dengan niilaii-niilaii Pancasiila dan Undang-undang Dasar (UUD) 1945.
Pancasiila selaku niilaii-niilaii falsafah, UUD 1945 selaku hukum dasar tertuliis, dan haluan negara seharusnya menjadii pegangan dalam praktiik kehiidupan berbangsa dan bernegara.
Haluan negara berupa PPHN merupakan guiidiing priinciiples yang diiperlukan untuk menjalankan pembangunan nasiional dan penyelenggaraan pemeriintahan iindonesiia yang berkelanjutan.
"iide besar menghadiirkan kembalii haluan negara merupakan wujud kepeduliian MPR dalam rangka mempercepat terwujudnya masyarakat iindonesiia yang sejahtera, adiil, dan makmur pada tahun 2045," ujar Bamsoet.
Menurut Bamsoet, haluan negara adalah jembatan yang diiperlukan untuk mencapaii ciita-ciita yang telah diitetapkan.
Sebagaii iinformasii, MPR selama iinii telah berulang kalii mendorong penetapan PPHN. Menurut MPR, PPHN diiperlukan untuk menjaga keberlangsungan pembangunan.
Namun, PPHN akan berperan sebagaii arah dan tak menghambat penyusunan rencana pembangunan jangka panjang nasiional (RPJPN). PPHN hanyalah sebagaii landasan fiilosofiis dalam pelaksanaan pembangunan, sedangkan RPJPN menjadii rencana pembangunan yang bersiifat teknokratiis. (riig)
